UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 18 Maret 2017 10:02
SANGAR..!! Gara-Gara Minta Biaya Pengobatan Tak Ditanggapi, Anggota Kodim Bakar Mobil Bos PT Jala Emas
MENYEDIHKAN. Anggota Kodim 1207/BS Pontianak, Kopka KB cacat permanen, duduk di kursi roda dan didorong kerabatnya usai membakar mobil milik Bos PT Jala Emas di Komplek Perkantoran Pontianak Mall, Blok C 9-10, Jalan Teuku Umar, Pontianak Kota, Kamis (16/3). WARGA FOR RAKYAT KALBAR

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kopka KB putus asa. Emosi pun memuncak. Dengan kursi roda dan menenteng 4 liter bensin, ia menyiram bensin ke arah mobil Honda CR-V yang terparkir di depan kantor PT Jala Emas di Komplek Perkantoran Pontianak Mall, Blok C 9-10, Jalan Teuku Umar, Pontianak Kota, Kamis (16/3) siang itu. Blaarrr…!! Terbakarlah mobil itu.

Ya, aksi pembakaran itu dilakukan anggota Kodim 1207/BS Pontianak, Kopka KB, atas Honda CR-V warna putih bernopol B 1551 BJI milik Livina, Bos PT Jala Emas itu bukan tanpa alasan. KB kesal.  Untuk diketahui, PT Jala Emas adalah perusahaan itu bergerak di bidang ekspedisi.

 “Sebelumnya terdengar suara ledakan di depan kantor. Setelah dilihat kap mesin mobil adik saya sudah terbakar,” jelas Adli, kakak Livina. Beruntung pemadam kebakaran cepat datang ke lokasi setelah dihubungi. Petugas langsung memadamkan api.

Dani, juru parkir kawasan Komplek Pontianak Mall mengaku melihat seorang laki-laki —kemudian diketahui adalah KB— datang menggunakan kursi roda. Laki-laki tersebut menunggu di halaman warung makan di sebelah PT Jala Emas.

 “Tak lama kemudian lelaki tersebut masuk ke PT Jala Emas dan berbincang kepada orang dalam kantor tersebut. Namun katanya tak ditanggapi,” jelas Dani. Orang dimaksud ternyata adalah Adli. Tak lama berbincang, KB keluar meninggalkan PT Jala Emas. Dia menuju Jalan Tengku Umar dan kembali lagi ke halaman kantor PT Jala Emas sambil membawa empat liter bensin yang tersimpan dalam jeriken ukuran lima liter.

Warga Desa Arang Limbung, Jalan Adisucipto, Sungai Raya, Kubu Raya itu menuju sisi kiri mobil tersebut, sambil menyiramkan bensin yang dibawanya di atas kap mesin. Kemudian KB langsung membakarnya.

Anggota Kodim 1207/BS Pontianak yang markasnya tak jauh dari lokasi kejadian pun berdatangan. Mereka mengamankan KB. Hasil pemeriksaan sementara, aksi nekat ini ternyata buntut dari kekecewaan KB atas tidak ditanggapinya permohonan susulan biaya pengobatan pasca kecelakaan. KB merupakan korban kecelakaan lalu-lintas. Dia ditabrak tronton milik PT Jala Emas. Kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya itu dialaminya pada 2013 silam.

 “Akar permasalahannya, terkait peristiwa Laka-Lantas 2013 lalu,” kata Kolonel Infanteri Jacky Ariestanto, Komandan Kodim 1207/BS Pontianak.

Jacky menceritakan, kala itu dari rumahnya KB bersepeda motor di Jalan Adisucipto. Kemudian diserempet tronton milik PT Jala Emas. Kaki kanannya cacat. Saat itu juga pihak PT Jala Emas bertanggung jawab dengan memberikan bantuan biaya pengobatan sebesar Rp12 juta.

Dalam masa pengobatan, ternyata uang Rp12 juta tersebut tidak mencukupi. KB berusaha berkoordinasi dengan pihak PT Jala Emas. Sayangnya tidak ditanggapi pihak PT Jala Emas hingga peristiwa pembakaran mobil Honda CR-V ini.

“Tadi yang bersangkutan melakukan koordinasi kepada pihak perusahaan. Namun hasilnya sama. Mungkin merasa kecewa, dirinya nekat membakar mobil tersebut,” jelas Jacky. Ia melanjutkan, saat ini KB masih diperiksa Polisi Militer (POM) Kodam XII Tanjungpura. “Dia anggota aktif,” terangnya.

KB mengakui aksi pembakaran itu dilakukan dalam keadaan sadar. Saat ini pula dia tengah mengikuti pendidikan di sekolah khusus prajurit TNI yang mengalami cacat. Supaya ada bekal keahlian saat sudah purna tugas nantinya.

Veni, 28, karyawati PT Jala Emas mengatakan, sepanjang yang diketahuinya, permasalahan kecelakaan yang terjadi 2013 lalu sudah diselesaikan pihak perusahaan. Anggota Kodim 1207/BS Pontianak itu diberi biaya pengobatan Rp12 juta.

Dengan demikian, permasalahan tersebut pun sudah dianggap selesai. Namun, pada beberapa bulan terakhir KB sudah dua kali datang ke kantor PT Jalan Emas. Dia meminta lagi uang pengobatan sebesar Rp2 juta. Pihak perusahaan tidak memberikan respon karena setiap pengeluaran keuangan dari perusahaan harus melalui kantor pusat di Jakarta. (Ocsya Ade CP, Pontianak/rk)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 10:18

MIRIS..!! Sudah 122 Anak di Sambas Jadi Korban Kekerasan Seksual

SAMBAS- Sepanjang 2017 ini, angka peradilan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum mengalami penurunan…

Rabu, 29 November 2017 13:05

Polisi Masih Dalami Terduga Teroris di Kalbar

Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo, mengatakan, Densus 88 menangkap  dan mengamankan…

Rabu, 29 November 2017 13:02

Ibunda Nurul Hadi Yakin Anaknya Bukan Teroris

SAMBAS- Heboh penangkapan  terduga teroris, Nurul Hadi, oleh Densus 88 Antiteror di Bandara Supadio…

Rabu, 29 November 2017 12:59

BAHAYA..!! Ujung Timur Kalbar Dikepung Banjir

Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini mengakibatkan kawasan ujung timur provinsi Kalimantan Barat…

Rabu, 29 November 2017 12:11

Operasi Pertama TNI AL di Kalbar, Marinir Serbu Pantai Kura-kura

Ribuan pasukan Korps Marinir melaksanakan latihan operasi pendaratan amfibi di Pantai Kura-kura, Desa…

Sabtu, 25 November 2017 17:18

Warga Pertanyakan Rp15 Ribu untuk Mengubah KK

PONTIANAK- Doris Pardede mempertanyakan penarikan biaya Rp15 ribu oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan…

Selasa, 21 November 2017 11:13

Vijay, Lisa, Mama Laila dan Lili Kembali ke Hutan

PONTIANAK- Empat ekor Orangutan akan dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR),…

Selasa, 21 November 2017 11:12

ADUH..!! Perburuan Hewan Dilindungi Masih Marak

PONTIANAK- Oktober-November 2017, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar menggagalkan upaya…

Rabu, 15 November 2017 16:24

PETI Marak di Sintang, Sungai Kapuas dan Melawi Semakin Tercemar

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sintang semakin marak. Tidak peduli bahaya…

Rabu, 15 November 2017 16:16

PARAH..!! Jalan Nasional Berlubang hingga Berbentuk Kolam

PONTIANAK- Layaklah jika daerah di Kalimantan menuntut perlakuan yang adil dari pemerintah pusat. Bagaimana…

MIRIS..!! Sudah 122 Anak di Sambas Jadi Korban Kekerasan Seksual
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .