UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 14 Maret 2017 12:37
KERASSS..!! Kapolda Mau Eksekusi Bandar Narkoba di Perbatasan
INI LHO SABUNYA. Kapolda Kalbar Irjen Pol Musyafak beserta sejumlah pejabat utama Polda menunjukkan hasil tangkapan narkotika 5,2 kilogram di Mapolda Kalbar, Senin (13/3) sore. OCSYA ADE CP

PROKAL.CO, PONTIANAK- Polisi akan bertindak tegas terhadap pelaku pengedar narkoba. Ini ditegaskan oleh Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak. “Perintah saya ke jajaran untuk menembak mati para bandar narkoba,” tegas Irjen Pol Musyafak.

Berdasarkan kesepahaman pihaknya dengan Kejaksaan Tinggi Kalbar dalam pemberantasan narkotika, seorang bandar yang ditangkap di Sanggau dengan barang bukti 12 kg sabu-sabu sudah divonis hukuman mati. Musyafak berharap eksekusi terpidana narkotika itu bisa dilangsungkan di Kalbar. “Di perbatasan jika perlu. Saya juga akan berkoordinasi lagi dengan Kajati berkaitan dengan hal ini. Eksekutornya nanti jaksa, saya akan siapkan tim tembaknya dari Brimob,” paparnya.

JARINGAN NARKOTIKA MALAYSIA-JAKARTA

Dalam jumpa persnya kemarin, Musyafak juga mengungkapkan hasil tangkapan Narkotika 5,2 Kg di Jalan Patimura, Kecamatan Pontianak Kota. Kata dia, penangkapan yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba itu berawal dari informasi masyarakat tentang bakal terjadinya transaksi narkoba dalam jumlah besar pada Selasa (7/3).

Kabar itu ditindaklanjuti. Kecurigaan pun mengarah kepada dua pendatang dari Jakarta, Ahmad Yani dan Ilham Respati Maksoem, yang menginap di Hotel Kini (dekat TKP penangkapan). Pengawasan melekat dilakukan, Ahmad Yani yang keluar dari hotel dibuntuti oleh anggota Dit Reserse Narkoba Polda Kalbar.

“Kita ikuti. Tepat di Jalan Patimura, datang lah Liu Kie Liong menggunakan sepeda motor membawa dua buah tas. Satu tas diserahkan kepaada Ahmad Yani, satunya lagi berada di atas motor,” terang Musyafak.

Ketika mereka digeledah, dari dua tas itu ditemukan narkoba jenis sabu sebanyak 5,2 Kg. Dilakukanlah pengembangan perkara yang berujung penangkapan terhadap Ilham yang saat itu sedang berada di kamar 308 Hotel Kini.  “Semuanya kita tangkap beserta barang bukti dan kita giring ke Dit Reserse Narkoba,” jelasnya.

Ia menyebut, berdasarkan interogasi terhadap para tersangka, sabu-sabu itu akan dibawa ke Jakarta melalui jalur laut, alias lewat Pelabuhan Dwikora Pontianak. “Ahmad Yani dan Ilham adalah kurir jaringan yang ada di Jakarta,” beber Musyafak.

Dibeberkannya, berarti ini untuk kali kedua narkoba akan diloloskan ke luar Kalbar melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak. Sebelumnya, pada 2016 ada seratus Kg sabu-sabu yang ditangkap di Pelabuhan Tanjung Periuk yang dibawa dari Pontianak.

Terkait ini, ia mengakui Kalbar merupakan jalur besar transit perdagangan narkoba di Indonesia. Hal tersebut, terbukti dari Polda Kalbar yang termasuk paling sering mengungkap kasus-kasus penyelundupan narkotika. “Kondisi peredaran narkoba di Kalbar sudah genting. Maka dari itu, kami dari kepolisian melakukan sosialisasi dari SD sampai ke perguruan tinggi mengajak kepada generasi muda menjauhi barang haram ini,” tegasnya.

Ditambahkan Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar, Kombes Pol Purnama Barus, setelah dilakukan pengembangan atas tiga tersangka sabu-sabu berbarang bukti 5,2 Kg itu, ditemukan kaitan mereka dengan narapidana narkoba di Lapas Salemba Jakarta. “Ini tim kita lagi di Jakarta sedang melakukan pemeriksaan. Jadi tinggal kita lihat hasilnya, apakah itu pemesan atau pengendali barang-barang haram ini,” tegas Purnama.

Ia mengakui, hampir saja Ilham dan Ahmad Yani lolos keluar Kalbar. Saat ditangkap, mereka sudah memesan tiket untuk berangkat melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak. Dikatakan Purnama pula, Ilham dan Ahmad Yani datang ke Pontianak untuk kedua kalinya khusus mengambil sabu-sabu tersebut. Untuk kedatangan pertama kali itu, mereka sukses membawa narkotika ke Jakarta.

Setakat ini, Purnama menyatakan pihaknya sedang mengejar jaringan yang ada di atas Liu Kie Liong, si pengantar sabu untuk Ahmad Yani. Ia tak mengelak bahwa narkotika 5,2 Kg itu dibawa dari Malaysia melalui jalur darat.

Dan, Liu Kie Liong lah mata rantai terakhir. Dengan kata lain, jaringan itu terputus sampai di Liu Kie Liong meskipun nama jaringan di atasnya sudah dikantonginya dan sedang dilakukan pengejaran.  “Ini lah namanya jaringan narkoba, Liong ini hanya diberikan narkoba kemudian diserahkan kepada Ahmad Yani dan Ilham untuk dibawa ke Jakarta,” tutup Purnama. (Achmad  Mundzirin dan Ocsya Ade C/ Mohamad iQbaL)

 


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 12:56
Drama yang Dilakoni Pekerja Transportasi Online

Dikerjai Pengguna Jasa hingga Berhadapan dengan Aplikasi Tuyul

Ojek online sudah mendominasi jalan-jalan di Kota Pontianak. Walau begitu, ibarat dua sisi mata uang,…

Sabtu, 24 Februari 2018 12:31
Buaya Ngamuk di Kalbar

Sedang Mandi, Bocah 8 Tahun Disambar Buaya

KUBU RAYA- Buaya semakin sering muncul dekat pemukiman warga di Kalbar. Kehadiran buaya-buaya tersebut…

Rabu, 21 Februari 2018 11:11

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

KUBU RAYA- Mengantisipasi penyakit pernafasan yang diakibatkan kabut asap yang semakin tebal di wilayah…

Rabu, 21 Februari 2018 11:08

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

JAKARTA- Kalbar menjadi satu daerah di Indonesia yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2018. Selain…

Rabu, 21 Februari 2018 11:06

DARURAT..!! Ada 182 Desa se Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

PONTIANAK- Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengakibatkan kabut asap. Langkah tegas pun…

Senin, 19 Februari 2018 11:37

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

 Di Kabupaten Kubu Raya, Karhutla sudah berlangsung selama satu minggu di beberapa titik. Petugas…

Senin, 19 Februari 2018 11:36

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

MEMPAWAH- Darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belakangan ini diperparah dengan tak adanya hujan.…

Senin, 19 Februari 2018 11:32

Pilgub Kalbar Harus Damai

PONTIANAK- Sesuai dengan instruksi KPU RI, seluruh penyelenggara Pemilu tingkat provinsi yang melaksanakan…

Senin, 19 Februari 2018 11:29

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

BOYAN TANJUNG - Sekitar dua pekan yang lalu, warga Dusun Karang Raya, Desa Boyan Tanjung, Kecamatan…

Senin, 19 Februari 2018 11:25

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

PONTIANAK- Pembangunan di Kalbar untuk sektor pariwisata berikut promosinya hanya sebuah kesia-siaan…

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

Pilgub Kalbar Harus Damai

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

DARURAT..!! Ada 182 Desa se Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .