UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

KRIMINAL

Selasa, 14 Maret 2017 11:08
AKHIRNYA..!! Kasus Mayat Tanpa Kepala Terungkap, Tumidi Dipenggal Pakai Ini....

Tumidi Dipukul Lalu Dipenggal Pakai Egrek

PRESS RELEASE. Kapolres AKBP Donny Charles Go menunjukkan egrek yang digunakan PJR memenggal kepala Tumidi Yono dalam pres release di aula Mapolres Sanggau, Senin (13/3). KIRAM AKBAR

PROKAL.CO, SANGGAU- Masih ingat kasus pemenggalan kepala Tumidi Yono, 35, tenaga honorer petugas kebersihan SMA 01 Kembayan? Akhirnya kasus ini terungkap. Warga Desa Sebuduh, Kembayan itu dibunuh pria berinisial PJR, 43 yang tak lain kerabat isteri korban.

“PJR ini kita tetapkan sebagai tersangka pada Jumat (10/3) malam. Ketika itu memang kita minta datang ke Polres, lantaran keterangannya terdapat beberapa kejanggalan,” kata AKBP Donny Charles Go, Kapolres Sanggau dalam press release di aula Mapolres Sanggau, Senin (13/3) sore.

Berdasarkan pengakuan tersangka, kata Kapolres, perbuatan sadis itu didasari dendam. PRJ, kata Kapolres, pernah meminta Tumidi Yono untuk memindahkan batas tanah. Namun ditolak Tumidi.  “Pernah juga, Tumidi dan isterinya ini sedang membakar sampah yang merembet hingga ke lahan PJR. Tersangka kemudian menaruh dendam,” tambah Kapolres.

Seperti diketahui, pembunuhan tersebut tergolong sadis. Ketika ditemukan, mayat Tumidi sudah tanpa kepala dan kedua tangannya luka akibat bacokan senjata tajam, Rabu (1/2) lalu.

Kapolres juga memaparkan cara tersangka mengeksekusi korban. Berawal ketika PJR mengetahui Tumidi sedang berada di kebunnya. Ia diam-diam datang menuju lokasi, setelah mengambil parang dan egrek (pisau pemotong sawit). “Tersangka juga sudah menyiapkan dua kantong plastik,” ujar Charles.

Begitu melihat Tumidi di kebunnya, diam-diam dari belakang, tersangka langsung memukul tengkuk belakang Tumidi menggunakan gagang egrek. Korban jatuh tertelungkup dengan kedua tangan terbuka (seperti posisi sayap pesawat, red). Melihat korbannya jatuh, PJR langsung membacok kedua tangan Tumidi.

 “Setelah itu pelaku meletakkan parangya. Kemudian tangan kiri tersangka menjambak kepala korban, sementara tangan kanannya memenggal kepala korban menggunakan egrek itu,” ujar Charles.  Kepala Tumidi kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sejak semula dibawanya. “Kemudian dibawa ke dekat sungai dan dibenamkan di tanah, lalu ditindih dengan batu,” ungkapnya.

Namun, beberapa kali dicari di lokasi yang ditunjukkan tersangka, polisi tetap tak menemukan kepala Tumidi. “Ada enam lubang yang kami gali, tapi tidak ketemu. Sedangkan tubuh korban diseret ke semak-semak tak jauh dari lokasi pembunuhan,” tutur Kapolres.

Setelah selesai mengeksekusi, PJR kemudian menyembunyikan egrek dan parangnya di kebun sawit. “Kalau memang tidak jeli, tak akan ketahuan,” tambahnya.

MAKAN WAKTU 40 HARI

Kapolres mengakui lamanya pengungkapan kasus tersebut, hingga memakan waktu 40 hari. Kepada awak media ia memaparkan beberapa alasan. Pertama, minimnya saksi yang betul-betul melihat kejadian tersebut.

“Ada saksi yang sempat bertemu dengan korban sekitar pukul 15.00, sebelum berangkat ke kebun. Sementara korban ditemukan malam hari. Nah, dalam rentang waktu itu tidak ada yang tahu,” jelas Charles.  Kedua, Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sudah rusak, tak sesuai aslinnya. Karena ketika itu, istri dan kerabatnya sempat mencari-cari Tumidi di sekitar lokasi. Di TKP juga hanya ditemukan barang bukti yang mengarah pada korban, bukan pada pelaku. “Ketiga, kultur masyarakat yang kekerabatannya sangat dekat,” ungkap Charles.

Dalam mengungkap kasus tersebut, polisi sedikitnya memerika 32 saksi, termasuk PJR. Namun, kata Kapolres, banyak kejanggalan dari keterangan PJR. Beberapa kali diperiksa, keterangan yang diberikan banyak tak singkron.

 “Dua kali diperiksa, banyak informasi yang janggal. Setelah itu dia (PJR) kita panggil ke Polres. Setelah kita cocokkan dengan keterangan saksi-saksi lain, sudah tidak dapat mengelak dan akhirnya dia mengaku,” tegas Charles.

PJR kini mendekam di sel Mapolres Sanggau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. “Ancaman hukumannya maksimal pidana mati,” tutup Kapolres. (kia)


BACA JUGA

Jumat, 24 Maret 2017 10:59

Palsukan Ijazah, Legislator PKB Ini Dipenjara

 PONTIANAK- Jangan main-main dengan ijazah. Ini yang terjadi dengan Rahmad S, anggota DPRD Kubu…

Jumat, 17 Maret 2017 09:41

Susah Air, Kebakaran Habiskan 3 Hektar Lahan

SAMBAS-  Kebakaran lahan kembali terjadi. Kali ini api menghanguskan lahan kosong di Bukit Sebedang,…

Senin, 13 Maret 2017 11:10

Berkali-kali Narkoba Diseludupkan Lewat Perbatasan Indonesia-Malaysia, Ini Kata Anggota DPR RI

Salah seorang siswa di salah satu SMA di Putussibau, Kapuas Hulu terlibat dalam peredaran narkoba. Tak…

Senin, 13 Maret 2017 11:09

PARAH..!! Pelajar SMA Selundupkan Narkoba dari Malaysia

Salah seorang pelajar di salah satu SMAN Putussibau BI, 17, tertangkap Sat Narkoba Polres Kapuas Hulu,…

Jumat, 10 Maret 2017 10:34

Tipuan Maut Mama Muda, Untung Hingga Rp 500 Juta

PONTIANAK- Jumiati, ibu rumah tangga berusia 26 tahun ini benar-benar lihai dalam menipu. Namun aksi…

Rabu, 08 Maret 2017 09:11

Kasus Asusila Meningkat, Dua Penjahat Kelamin Dibekuk

SAMBAS- Pelanggaran asusila yang ditangani Polres Sambas meningkat. Kali ini dua kasus cabul berhasil…

Rabu, 08 Maret 2017 09:09

Melawan, Pelaku Curanmor Bolong Kakinya Ditembak

PONTIANAK- Polisi meringkus tiga tersangka Curanmor, Sahuri, Deki dan Khairul. Ketiganya beraksi pada…

Senin, 06 Maret 2017 10:29

ASTAGA..!! Maradona Setubuhi Anak Bawah Umur

BENGKAYANG- Maradona berurusan dengan polisi. Pria beristri asal Desa Karya Bhakti, Sungai Betung, Bengkayang…

Jumat, 03 Maret 2017 11:13

NGGA INGAT UMUR..!! Lansia Kakak Beradik Ini Saling Bacok

PONTIANAK- Ngga ingat umur..!! Ya, kata-kata ini cocok disematkan kepada dua pria lanjut usia (lansia)…

Rabu, 01 Maret 2017 11:43

RASAKAN..!! Dikejar Polisi, Jambret Ini Jerit-Jerit Minta Tolong ke Warga, Malah Ditembak

PONTIANAK- Dorrrr, Andi Yansah alias Andi Blue, 28, warga Gang Syukur 4, Jalan Veteran terkapar, setelah…

Palsukan Ijazah, Legislator PKB Ini Dipenjara
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .