UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 18 Februari 2017 14:07
RASAKAN..!! Melawan Polisi, Kaki Maling Ini Bolong Ditembus Peluru
MALING. Kasat Reskrim Kompol Andi Yul Lapawesean memperlihatkan tersangka Hendrayani alias Yani dan Jaya alias Jay di Mapolresta Pontianak, Jumat (17/2). AMBROSIUS JUNIUS

PROKAL.CO, PONTIANAK- Karena melawan, Hendrayani alias Yani, 44, residivis kasus pencurian akhirnya ditembak kakinya oleh Tim Jatanras Polresta Pontianak, Kamis (16/2) pukul 21.30. Warga Gang Wak Dalek, Jalan Putri Candramidi itu ditangkap di Warnet Jalan Alianyang, Pontianak Kota.

“Tersangka memang residivis. Dia sudah dua kali melakukan pencurian dengan pemberatan (Curat). Pada saat penangkapan, berusaha melawan sehingga petugas melakukan tindakan tegas,” kata Kompol Andi Yul Lapawesean, Kasat Reskrim Polresta Pontianak kepada wartawan di Mapolresta, Jumat (17/2).

Andi Yul mengatakan, Yani ditangkap atas laporan yang masuk ke markasnya, Minggu, 18 Desember 2016 lalu. Yani mencuri di rumah kontrakan di Gang Wak Dalek, Jalan Putri Candramidi. Korbannya kehilangan handphone dan laptop, sehingga mengalami kerugian Rp4,6 juta.

 “Ketika kita melakukan penyelidikan, mendapat informasi barang bukti handphone milik korban telah dikuasai oleh seseorang,” ujar Andi Yul.

Seseorang itu mengaku mendapatkan handphone dari Jaya alias Jay, 41 selaku penadah. Polisi langsung meringkus Jay di rumahnya Gang Nur Cahya, Jalan Putri Candramidi, Kamis (16/2) pukul 19.30. “Setelah dikembangkan lagi, kami dapat mengantongi identitas Yani yang merupakan tersangka utama,” katanya.

Hasil interogasi sementara, Yani mengaku telah melakukan pencurian di rumah kontrakan tersebut. Dia masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela menggunakan obeng pada malam hari. “Dia (Yani) pelaku tunggal. Sebelum masuk ke dalam rumah, dia melakukan pengintaian terlebih dahulu. Saat ada kesempatan, dia pun beraksi,” jelasnya.

Yani mengaku menjual handphone kepada Jay Rp550 ribu. Jay juga membeli laptop Rp700 ribu. “Handphone Asus Zenfone 5 warna hitam sudah kita amankan. Namun laptop merek Asus warna hitam masih kita cari. Karena saat Jay menjual laptop tersebut, bertemu dengan pembelinya di Warnet dan putus hubungan. Jadi tidak diketahui siapa pembelinya,” ujar Andi Yul.

Yani dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman paling lama tujuh tahun penjara. Sementara Jay dijerat pasal 480 tentang pertolongan perbuatan jahat.

Kepada wartawan, Yani mengaku masuk ke dalam rumah saat korban tidur. Ayah tiga anak ini berkelit, uang hasil kejahatannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Saya berkerja sebagai buruh, barang hasil curian itu dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup saja,” kelitnya.

Sebelumnya Yani juga berurusan dengan polisi dalam kasus yang sama. Waktu itu dia beraksi bersama temannya.

 “Waktu itu cuma dapat uang Rp50 ribu. Sekarang main sendirian,” ucapnya. (amb)


BACA JUGA

Minggu, 11 November 2018 11:40

Demi Pelayanan yang Lebih Baik, Ombudsman Ajak Berjuang

PONTIANAK-  Ombudsman RI perwakilan Kalimantan Barat mengadakan kegiatan ngopi bareng. Bertajuk…

Minggu, 11 November 2018 11:07

Rasakan..!! Polisi Miskinkan Bandar Narkoba asal Kalbar

PONTIANAK- Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimatan Barat bersama Bareskrim Polri mengungkap tindak…

Sabtu, 10 November 2018 10:43
Robo-Robo Tradisi Baca Doa Tolak Bala

Dilaksanakan Rabu Akhir Bulan Safar, Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya

Setiap Rabu akhir Safar Hijriah, masyarakat menggelar robo-robo. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pusat…

Sabtu, 03 November 2018 13:33

Dorong Kalbar Fortopolio Provinsi Pertama Pemanfaatan PLTN di Indonesia

PONTIANAK- Anggota Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman, ST mendorong Provinsi Kalbar menjadi portofolio…

Sabtu, 03 November 2018 13:30

Pemekaran Kapuas Raya Jadi Perhatian Gubernur

PONTIANAK-  Anggota Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalbar. Mereka diterima…

Sabtu, 03 November 2018 13:29

HEBOH..!! Istri Polisi Dicekik dan Ditampar Istri Kapolresta

PONTIANAK- Nia Kurnia terbaring lemas di ruang rawat inap Rumah Sakit Antonius Pontianak, Jumat (2/11).…

Selasa, 30 Oktober 2018 12:14

Mantan Kasat Poltabes Pontianak Jadi Korban Lion Air JT 610

PONTIANAK- Pesawat Boeing 737 MAX 8 milik PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) mengalami kecelakaan di…

Selasa, 30 Oktober 2018 12:04

Tak Mau Diajak Balikan, Suami Siram Istri dan Mertua dengan Air Keras

PONTIANAK- Desi (29) dan  ibunya Zainab (52) mengalami lukas bakar di sekujur tubuhnya. Keduanya…

Selasa, 30 Oktober 2018 12:03

Dua Negara Ini Takjub Penanganan Gambut di Kalbar

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, Republik of Konggo dan Republik Demokratik Kongo takjub dengan…

Jumat, 26 Oktober 2018 11:49
Petani Geruduk dan Segel Pabrik Sawit

PT. MPE Belum Penuhi Tuntutan, Pemagaran Jalan Berlanjut

SEKADAU- Kisruh petani plasma dengan pihak perusahaan sawit PT Multi Prima Entakai (MPE) di Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .