UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 14 Februari 2017 10:44
Stres, Feri Akhirnya Hidup di Tiang Gantungan
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Entah apa yang dipikiran Feri Chandra. Pemuda 21 tahun itu memutuskan mengakhiri hidupnya di tiang gantungan.  Ya, tiga hari menjelang pertambahan usia, pemuda 21 tahun itu ditemukan tewas tergantung di kamarnya di Gang Candi Agung 4, Jalan Alianyang, Pontianak Kota, Senin (13/2) pukul 08.00.

Ada dugaan Feri stress karena permasalahan keluarga. Mayatnya pertama kali ditemukan pemilik Digital Yes Printing saat datang hendak membuka usahanya. Feri merupakan pegawai sekaligus penjaga malam yang tinggal di kamar belakang Digital Yes Printing. Di kamar berukuran 3 x 3 meter tersebut, leher Feri terjerat tali plastik berwarna hijau. Dia mengenakan peci dan menggenggam tasbih di tangan kirinya.

Polisi tiba ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian menyita barang bukti dan memasang garis polisi. Di samping korban ditemukan sepucuk surat yang isinya wasiat ditujukan kepada ibu dan ayahnya serta teman-temannya.

“Intinya permintaan maaf apabila telah melakukan kesalahan, ucapan terima kasih, serta permintaan untuk dipertemukan dengan ibunya sebelum dimakamkan,” jelas Bripka Agung Utomo, personil Inafis Polresta Pontianak saat melakukan olah TKP.

Agung menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan di jarinya, diduga kematian Feri belum lama. “Kemungkinan subuh tadi, karena jika sudah lebih dari delapan jam, jarinya sudah kaku. Namun tadi itu jarinya masih lembut dan bisa digerakkan. Diduga baru meninggal 2-3 jam sebelumnya,” kata Agung.

Jenazah Feri dibawa ke Rumah Sakit Anton Sudjarwo Pontianak untuk divisum. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, hanya bekas jeratan di lehernya. “Namun untuk pastinya, kita mesti menunggu keterangan dokter yang mempunyai wewenang,” paparnya.

Di kamar Feri, selain surat wasiat, juga ditemukan telepon selular merk Cross dan uang Rp295. Semua barang tersebut kemudian disita polisi untuk penyelidikan. Surat wasiatnya, Feri menuliskan permintaan terakhirnya sebelum nanti dimakamkan. “Sebelum aku dikuburkan aku mohon ketemukan aku sama mamaku, supaya mamaku melihat perjalanan terakhirku. Kuburkanlah aku di samping adiku (Yolanda). Terimakasih buat kawan-kawanku yang selama ini banyak membantuku. Aku sayang kalian semua. Maafkan aku atas semua kesalahanku Digital Yes Printing,” isi di halaman pertama.

Sementara di halaman belakangnya, Feri menuliskan rasa cinta serta permintaan maaf kepada ibunya yang berkerja di Malaysia. “Dede rindu sama mama, Dede sayang sama mama, Dede pengen ketemu sama mama, Ya Allah jagakan mamaku dimanapun mamaku berada ya Allah, dan jauhkanlah dari segala marabahaya. Amin, maafkan atas semua kesalahan Dede yang selama ini membuat mama kecewa,” tulisnya.

 

Diakhir surat Feri juga mendoakan kesembuhan untuk ayahnya yang sedang sakit. “Bapak maafkan Feri. Feri tidak bisa membahagiakan Bapak. Ya Allah sembuhkanlah penyakit bapakku supaya bapaku kembali seperti yang dulu (sehat selalu). Ini pesan terakhirku untuk kedua orangtuaku, bapak dan mama,” tulisnya sembari menutup dengan nama lengkap dan tanggal lahirnya.

Ketua RT 04/ RW 022, Ibrahim Akil mengaku Feri sudah sekitar setahun tinggal dan bekerja di Digital Yes Printing. “Dia lapor setahun yang lalu lah, bilang mau tinggal sendiri di sini. Saya tanya kamu tahan ndak, di sini banyak hantu, karena lama kosong,” ujar Ibrahim Akil.

Namun Feri yang berdasarakan kartu idientitasnya beralamat di Jalan 28 Oktober itu akhirnya tinggal sekaligus berkerja di tempat tersebut. “Biasa-biasa saja, karena dia sibuk kerja juga. Tinggalnya sehari-hari sendirian, tapi sesekali ada temannya datang juga,” jelas Ibrahim yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari tempat kejadian.

Ibrahim mengaku selama ini Feri dikenal bagus dan cukup cekatan dalam berkerja. Di kalangan warga sekitar, dia dikenal cukup baik. “Kalau dengan saya sih dia ramah anaknya, sering ngobrol, sering nyapa, sering belanja di sini,” jelas Ibrahim sembari menunjuk sebuah warung yang tepat berada di depan rumahnya.

Namun kata Ibrahim, ia sempat mendengar cerita beberapa warga yang menilai Feri agak pendiam belakangan ini. “Katanya ada yang lihat si Feri ini suka duduk melamun sendiri,” tambahnya.  Saat jenazah tiba di Unit Gawat Darurat RS Anton Sudjarwo, terlihat Suhardi bin Udin, ayah Feri. Dia sangat terpukul dengan kepergian putranya. Saat jenazah putranya turunkan dari mobil ambulans, Suhardi meneteskan air mata. “Anak saya itu Bang, anak kandung saya Bang,” ujarnya terisak.

Suhardi sendiri masih sulit untuk dimintai keterangan. Termasuk mengenai penyebab mengapa akhirnya Feri mengakhiri hidupnya. “Saya sakit stroke, sudah lama ndak ketemu dengan Feri,” ceritanya.  

Pria yang mengaku tinggal di Gang Lancang Kuning, Sungai Jawi ini tampak kebingungan bagaimana mengurus jenazah putranya. “Saya ndak tau, mau dimakamkan di Pal atau Kakap mungkin,” tuturnya. (isa)


BACA JUGA

Selasa, 13 Februari 2018 10:32

MODUSSS..!! Tawarkan Tumpangan, Tukang Ojek “Coblos" Anak Bawah Umur di Hutan

SINGKAWANG- Anak bawah umur kembali menjadi korban kekerasan seksual. Sebut saja nama korban, Melati.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:22

Dituding Babat Kayu di Taman Nasional, Empat Orang Ditangkap

PUTUSSIBAU-. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun-Danau Sentarum (BBTNBKDS) menangkap empat warga.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:10

Sah.! Pilkada Sanggau 2018 Diikuti Dua Paslon

SANGGAU- KPU Sanggau menggelar rapat pleno terbuka pengumuman hasil penetapan pasangan calon Bupati…

Selasa, 13 Februari 2018 10:06

RESMI..!! Tiga Pasang Calon Berebut Kursi Gubernur Kalbar

PONTIANAK- Tiga pasangan ditetapkan sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar 2018. Seluruh pasangan…

Jumat, 09 Februari 2018 11:13
Sudah Diintai Selama Sebulan

OTT Kepala BPN Sanggau, Minta Uang di Luar Ketentuan

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sanggau Victor Simanjuntak (VS) yang ditetapkan sebagai…

Jumat, 09 Februari 2018 11:08
Ribuan Personel TNI Gelar Pasukan Amankan Pilkada

TEGAS..!! Jika Ada yang Macam-Macam saat Pilkada, Begini Kata Pangdam

PONTIANAK- Personel TNI siap mengamankan Pilkada 2018 di Kalbar. Kesiapan ini ditandai dengan ribuan…

Jumat, 09 Februari 2018 10:54
Soal Bakal Dipotongnya Gaji ASN Muslim 2,5 Persen untuk Zakat

Midji: Apa Sudah Cukup Nisabnya?

PONTIANAK- Pemerintah mewacanakan pemotongan gaji untuk zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama…

Jumat, 09 Februari 2018 10:50

WOW BANYAK BANGET..!! Pemprov Kalbar Usulkan Penambahan 1.500 ASN

PONTIANAK-. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengusulkan 1.500 formasi Aparatur Sipil Negara…

Rabu, 07 Februari 2018 10:32

WANTED..!! 11 Terpidana Korupsi Ini Masih Hirup Udara Bebas

PONTIANAK- Sebelas terpidana kasus korupsi di Kalbar yang telah divonis pengadilan ternyata masih menghirup…

Sabtu, 03 Februari 2018 12:51

Produktivitas Gabah Kering Giling Tak Capai Target, Mahasiswa Tolak Impor Beras

PONTIANAK- Kunjungan anggota DPR RI Erwin TPL Tobing sekaligus mantan Kapolda Kalbar ke DPRD Sambas…

MODUSSS..!! Tawarkan Tumpangan, Tukang Ojek “Coblos" Anak Bawah Umur di Hutan

Sah.! Pilkada Sanggau 2018 Diikuti Dua Paslon

Dituding Babat Kayu di Taman Nasional, Empat Orang Ditangkap

RESMI..!! Tiga Pasang Calon Berebut Kursi Gubernur Kalbar
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .