UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH
Selasa, 22 September 2015 16:11
Kalbar Mulai Hujan, Tapi Harus Tetap Waspada

PROKAL.CO, PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya menyatakan dampak dari elnino masih mengancam Kalbar hingga November mendatang. Ia meminta masyarakat maupun perusahaan tetap tak melakukan pembakaran lahan, walaupun hujan sudah mengguyur Kota Pontianak dan kabupaten lainnya.

“Dalam dua hari ini kondisi relatif lebih bersih dari bahaya kabut asap karena Tuhan mengabulkan doa semua masyarakat dengan menurunkan hujan, serta kerja keras semua pihak,” ujar Christiandy, Senin (21/9).

Christiandy mengatakan satgas provinsi maupun pemerintah pusat, kabupaten kota, kepolisian, TNI, dan masyarakat khususnya petugas pemadam api selama ini bekerja keras melakukan pemadaman api maupun rekayasa cuaca. Ia berharap kerja keras ini terus dilakukan. Masyarakat juga diimbau ikut membantu dengan menjaga lingkungan sekitarnya.

“Semua harus menjaga supaya tak ada lagi pembakaran lahan. Kami juga mendukung upaya polda dan satgas penegakan hukum untuk menindak tegas pelaku sesuai undang-undang,” ungkap Christiandy.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Hazairin mengatakan elnino juga berdampak pada sektor pertanian. Berdasarkan laporan yang diterimanya, ada sawah di Sanggau dan Sambas mengalami kekeringan.

“Tetapi kekeringan ringan dan sedang yang terjadi pada Juli dan Agustus lalu. Tetapi karena ada hujan, bisa diselamatkan,” kata Hazairin.

Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan terbaru mengenai sawah yang puso. Dikarenakan belum selesai panen.

“Tergantung fasenya saat terkena kekeringan. Kalau saat semai, malah bisa gagal panen,” ungkap Hazairin.

Ia menjelaskan target produksi padi Kalbar pada tahun ini mencapai 1,4 juta ton. Hingga saat ini produksi mendekati 1 juta ton atau mencapai 70 persen. Jika tak ada gangguan, Hazairin optimis target produksi bisa tercapai.

“Saat ini kami menunggu sisa panen pada September dan Oktober. Ada juga yang sedikit-sedikit pada Desember,” katanya.

Ia menambahkan Pemerintah Provinsi Kalbar mengusulkan solusi permanen bidang pertanian dan peternakan agar petani tak membuka lahan dengan cara dibakar. Caranya dengan membuat masyarakat menanam terus menerus seperti di Pulau Jawa. Kemudian diintegrasikan dengan ternak.

“Cara ini juga mengatur pola tanamnya. Waktu menanam yang bagus itu pada Apri atau Mei dan panen saat Juli atau Agustus,” jelas Hazairin.

Menurut Hazairin, agar masyarakat mau menanam terus menerus, diperlukan sarana terutama berupa embung. Masyarakat juga memerlukan peralatan seperti pompa air.

“Mereka juga perlu pupuk. Ini bisa dijadikan solusi permanen agar tak ada pembakaran,” tutur Hazairin. (uni)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .