UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Selasa, 24 Januari 2017 10:28
Polisi Masih Telusuri Aliran Dana

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kasus dugaan penipuan dan penggelapan di Pemkab Kubu Raya terus bergulir.  Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Kubu Raya, Iswahyudin masih digarap penyidik Dit Reskrimum Polda Kalbar.   

Polisi terus mendalami pengakuan Iswahyudin yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang miliaran rupiah. Modusnya mengiming-imingi jual beli tanah dan kepengurusan izin kepada PT Mitra Benua Mineral (MBM) itu. Akhir 2016 lalu, kasus ini menuai titik terang.

Polisi telah menetapkan Iswahyudin sebagai tersangka. Berkas kasusnya pun sudah dikirim ke kejaksaan. Sayangnya berkas dari kepolisian dinyatakan kurang lengkap. Makanya kasusnya disidik kembali oleh Dit Reskrimum.

Wadir Reskrimum Polda Kalbar, AKBP Supriadi menegaskan, saat ini jajarannya masih melengkapi berkas perkara Iswahyudin. Dit Reskrimum sudah melakukan upaya melengkapi berkas perkara.  “Dapat kita lengkapi petunjuk yang diberikan jaksa. Dalam waktu dekat kita akan limpahkan kembali kepada kejaksaan,” jelas AKBP Supriadi kepada Rakyat Kalbar di ruang kerjanya, Senin (23/1).

Menurutnya, petunjuk yang dilengkapi penyidiknya, berkaitan dengan pemeriksaan tambahan terhadap tiga saksi. Termasuk seorang saksi yang berdomisili di Jakarta. “Yakni berkaitan dengan selisih kerugian yang jumlah miliaran rupiah tersebut,” katanya.

Sementara Iswahyudin sudah terlebih dahulu diperiksa. Dia mengakui menerima uang atas iming-iming yang dilakukannya terhadap PT. MBM yang hendak membeli lahan di kawasan Kubu Raya beserta pengurusan izinnya.  “Yang bersangkutan kita periksa sebagai tersangka pada tahun 2016. Dia mengaku, namun menyatakan uang habis begitu saja. Walaupun ada yang dibagikan kepada seseorang,” ungkapnya.

Meskipun berstatus tersangka, namun Iswahyudin belum ditahan. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dinyatakan P21,” harap AKBP Supriadi.

Ditegaskannya, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan Kajaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar. Menindaklanjuti Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Memang kerugian korban luar begitu besar. “Kita telusuri aliran dana sebanyak itu (Rp3,8 miliar),” tegasnya.

Pasal yang diterapkan ke Iswahyudin tidak berubah. Dia dijerat pasal 372 dan 378 KUHP. Ancamannya empat tahun penjara.  (Achmad Mundzirin/rk)


BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*