UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH
Selasa, 22 September 2015 15:55
Kena Patroli, 46 ABK Asal Vietnam Tunggu Deportasi

PROKAL.CO, PONTIANAK - Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak menyerahkan empat puluh enam anak buah kapal nelayan asal vietnam ke kantor Imigrasi, Senin (21/9) pagi.

Keempatpuluh enam nelayan tersebut merupakan anak buah kapal nelayan Vietnam yang berhasil diamankan oleh Kapal Patroli Hiu Macan 001 saat sedang melakukan aktivitas pencurian ikan di Zona Ekonomi Eksekutif Indonesia pada 7 September 2015.
“Mereka bukan nakhoda atau juragan. Sehingga tidak dikenakan jeratan hukum. Kami limpahkan ke Imigrasi untuk proses deportasi,” kata Kepala Unit Awak Kapal Tangkap PSDKP Fredy S Asra.

Dilanjutkan Fredy, keseluruhan nelayan tersebut telah menjalani pemeriksaan secara intensif dan berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Pontianak.

Setelah semua penyidikan selesai, empat puluh enam WNA yang dipastikan dalam kondisi sehat ini kemudian oleh Imigrasi akan segera dideportasi ke negara asalnya. “Kondisinya sehat dan siap dideportasi,” ujarnya.

ABK kapal tersebut dibawa ke Imigrasi menggunakan mobil pick up yang telah dibuat sedemikian rupa hingga menyerupai mobil tahanan. Setiba di kantor Imigrasi kelas I Pontianak, Jalan Sutoyo Pontianak Selatan, mereka digiring di lantai II kantor tersebut untuk dilakukan pendataan.

Usai pendataan, WNA yang semuanya pria dan berkepala plontos tersebut dimasukkan kembali ke dalam mobil PSDKP. Dengan dikawal pihak imigrasi, mereka kemudian diinapkan ke Rudenim.

Seorang WNA asal Vietnam yang mengerti berbahasa Indonesia, walaupun terbata-bata, Tran Van Hai mengatakan, dia bersama dengan rekan-rekan lainnya umumnya adalah nelayan yang bekerja kepada seorang tekong atau juragan.

Dari pekerjaannya sebagai nelayan tersebut, dikatakannya, dia mendapat upah sebesar 500 Dong (mata uang Vietnam) setiap bulan. “Kami diupah perbulan, masing-masing mendapatkan 500 Dong uang Vietnam,” ujar Van Hai.

Dari empat puluh enam WNA itupula, diketahui ada empat WNA yang masih berusia di bawah umur, Tran Van Len dan Nguyeng Van Hoang berusia 14 tahun, serta Loung Van berusia 15 tahun dan Danh Vu Phoung berusia 16 tahun.

Secara terpisah, Kasubsi Pegwasan Imigrasi kelas I Pontianak Rosinawati, seluruh ABK ini akan segera dideportasi secepatnya jika semua berkas-berkas dan persyaratan telah selesai. “Menunggu itu, sementara kita tampung di Rudenim,” ujarnya.(arf)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .