UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH
Senin, 21 September 2015 14:14
PNS Rajin Mesti Digaji Beda dengan yang Malas
Foto: ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK - Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar mendukung kebijakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) tentang penyusunan formulasi penggajian PNS, dengan melihat kinerja tiap individu. Sebelum diterapkan, ada baiknya perlu dikaji kembali agar saat pelaksanaan di lapangan tidak bias.


“Kebijakan ini bagus. Tetapi saya ragu dengan sistem apa yang akan digunakan untuk melakukan itu. Sebab hal ini bisa menjadi alat pihak tertentu untuk saling menjatuhkan. Makanya ini harus dikaji supaya saat penerapan tidak bias,” ucapnya kepada Pontianak Post, Minggu (20/9).


Keinginan pemerintah sangat baik. Intinya ingin meningkatkan kinerja PNS, agar tidak malas-malasan bekerja. Nantinya, penerimaan gaji PNS malas dan rajin akan berbeda. Agar bisa mencapai tahap tersebut, instrumen yang akan digunakan pemerintah harus jelas. Karena untuk menerapkannya banyak aspek yang akan disiapkan, tidak secara spontanitas.

Kalau penerapannya salah maka akan menimbulkan masalah dan akan kontra produktif. Menurut Herman, untuk melihat rajin tidaknya PNS bekerja, tiap SKPD harus membuat analisis beban kerja. Selama ini, ia melihat belum semua SKPD mempunyai analisis beban kerja di setiap unit kerja maupun personal.


Makanya lanjut dia, untuk melihat rajin malasnya PNS harus ada standarnya. Jika ukuran standar rajin hanya sebatas melihat daftar kehadiran tidak bisa menjadi patokan. Ia mencontohkan, misalnya 100 persen hadir, namun nilai produktifitasnya 0. “Begitu mau pulang absen 100 persen. Hal ini pasti akan terjadi kalau tidak ada persiapan matang. Jadi tidak bisa absen menjadi patokan sebagai ukuran standar rajin malasnya PNS,” ungkapnya.


Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaring rajin malasnya PNS, yaitu SKPD harus membuat analisis beban kerja dan job analisis agar lebih diperinci unit kerja masing-masing, sehingga PNS dapat mengetahui beban tugasnya masing-masing diikuti dengan Standard Operating Procedur (SOP).


Ia menambahkan, daftar kehadiran harus dilakukan disetiap unit kerja, atau eselon terendah kepala seksi (kasi). Nantinya, setiap kasi harus melakukan rapat 15 menit sebelum melaksanakan pekerjaan. “Jika prosedur telah dirinci secara matang, saya rasa hal ini akan berhasil,” tutupnya. (iza)


BACA JUGA

Kamis, 03 Maret 2016 21:14

Tak Suka Anaknya Didekati, Pemilik Warkop Tusuk Keluarga Sendiri

PONTIANAK- Kepolisian Resort Pontianak terus mendalami motif kasus penganiayaan terhadap Yenny, warga…

Kamis, 03 Maret 2016 20:56

Eks Gafatar Sudah Pulang, Menteri Agama Baru Datang

PONTIANAK- Akhirnya, Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin merapat ke Kalimantan Barat, Rabu…

Kamis, 03 Maret 2016 09:14

Usai Mutilasi Anak, Petrus Sempat Minta Dimandikan dan Dipakaikan Jubah

NANGA PINOH- Ustaz Ali Murtado sempat ngobrol dengan pelaku pembunuhan anak-anak kandungnya sendiri,…

Senin, 29 Februari 2016 11:57

Lulus Pendidikan Satpam, Pria Ini Malah Jadi Pencuri Kabel

PONTIANAK- Lulusan pendidikan Satpam angkatan 54, Angga, 24, tak berdaya setelah kaki kanannya ditembak…

Kamis, 11 Februari 2016 08:52

Jambret Diringkus Pas Lagi Asyik Karaoke sambil Meluk Ladies

PONTIANAK- Sedang asyik karaoke sambil memeluk ladies penghibur di karaoke, Delon, 19, diciduk jajaran…

Rabu, 10 Februari 2016 14:40

Belum Sempat Dijual, Si Pencuri Sandal dan Kerudung Ini Keburu Dibekuk

PONTIANAK- Wahyu (24) harus berurusan dengan polisi. Ia ketahuan memanjat pagar dan mendobrak pintu…

Selasa, 09 Februari 2016 15:54

Beegh..Bikin Malu!! Oknum Anggota DPRD Jadi Tersangka Pungli

SEKADAU- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sekadau menetapkan status tersangka terhadap FN, oknum anggota DPRD…

Senin, 01 Februari 2016 09:04

Siap-Siap, Hujan Lebat dan Puting Beliung Intai Warga Kalbar

PONTIANAK- Hujan lebat dan deras disertai angin kencang masih mengguyur sejumlah daerah di Kalimantan…

Jumat, 29 Januari 2016 15:47

Payah Ah! Penanganan Korupsi IAIN Stagnan

PONTIANAK- Penanganan kasus korupsi pengadaan meubeler rumah susun mahasiswa Institut Agama Islam Negeri…

Rabu, 27 Januari 2016 14:35

Main Sepeda Dekat Sungai, Bocah Ini Ditemukan Tewas Tersangkut di Tiang Jembatan

PUTUSSIBAU– Keasyikan bermain bersama temannya, bocah laki-laki berusia 13 tahun ditemukan tewas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .