UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Rabu, 11 Januari 2017 12:07
Pos Lintas Batas Negara Dibangun, Peluang Bagi Sarjana Lokal
SELESAI DIBANGUN: Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Tuntasnya pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)  Aruk  Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas memberikan harapan baru bagi masyarakat setempat. Hal itu berkaitan dengan lapangan pekerjaan. PLBN yang baru saja dibangun itu tentunya membutuhkan sumber daya manusia yang tidak sedikit.

Ketua Umum Organisasi Forum Perbatasan Provinsi Kalimantan Barat  Abelnus menilai untuk pemenuhan itu pemerintah bisa memprioritaskan sarjana lokal atau masyarakat setempat. Ia menyebutkan dari data yang ada sejak tahun 2007-2016 sudah sekitar 200 mahasiswa yang menjadi sarjana. Mereka dari berbagai disiplin ilmu.

Seperti hukum, sosial dan politik, pendidikan, kehutanan, farmasi, kimia, pemerintahan, akademi kelautan dan perikanan, perpajakan, kesehatan, bidan, pertanian, agama ekonomi, bahasa inggris, teknik elektro dan sipil.

Menurutnya dari berbagai disiplin ilmu itu pemerintah tidak perlu beralasan lagi untuk tidak merekrut tenaga lokal agar bekerja di PLBN Aruk. “Dari sisi skil kami tidak kalah dengan orang luar,” kata Abelnus di Pontianak Selasa (10/1).

Abelnus menilai hal itu disampaikannya karena tidak ingin wilayah tersebut hanya menjadi objek pembangunan saja. Apalagi dengan banyaknya unit kerja di PLBN. Seperti Karantina Perikanan,  Pertanian,  dan Kesehatan,  juga punya Bea Cukai dan Migrasi. Di mana masih didominasi tenaga dari luar Kecamatan Sajingan Besar.

“Jika memang perekrutan itu dilakukan kami siap proses rekrutmen tenaga honorernya nanti,” ujar dia. Selain itu juga, menurutnya pemenuhan tenaga kerja dari SDM lokal itu demi kebaikan pemerintah sendiri. Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan antara masyarakat lokal dengan pendatang yang bekerja di PLBN Aruk.

Selama ini, kata dia, pemerintah lebih dominan memprioritaskan tenaga dari luar untuk bekerja di lingkungan PLBN Aruk. Jika dibiarkan maka akan menjadi bumerang bagi pemerintah sendiri. Sebab sangat besar potensinya menjadi konflik horizontal dikarenakan adanya kecemburuan sosial.

“Jika alasannya karena kompentensi pendidikan kami siap di latih, training dan diklat. Untuk bidang komputer saja sarjana Aruk menguasai. Jadi apapun yabg diperlukan PLBN Aruk SDM-Nya telah siap,” tukasnya.

Ia berharap dalam rangka mengaktualisasikan makna keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pemerintah harus serius kepada masyarakat perbatasan,  sehingga tidak terkesan hanya jargon belaka. “Kami tidak mau, jika hanya didoktrin pemerintah menjaga patok batas yang selalu diamanahkan selaku masyarakat perbatasan. Kami juga mau menikmati arti dari kemerdekaan sejati,” pungkasnya. (mse)


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 11:55

Api Lambat Padam, Karena Damkar Terhadang Macet

KUBU RAYA- Butuh waktu lebih kurang sejam untuk menjinakkan api yang melahap gudang vulkanisir Jawara…

Minggu, 20 Agustus 2017 11:02

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Kasus Asusila Meningkat

NANGA PINOH- Ini warning bagi orang tua. Ya, kasus pelecehan seksual terhadap anak bawah umur di Melawi…

Senin, 14 Agustus 2017 10:54

LIHATLAH..!! Kota Sanggau Membara Dua Setengah Jam

SANGGAU- Pagi itu semua warga geger. Ya, kepulan asap hitam memenuhi langit kawasan Jalan H. Said, RT.05/RW.…

Jumat, 11 Agustus 2017 10:31

Angin Puting Beliung Serang Mempawah, 19 Rumah Hancur

MEMPAWAH- Duka menyelimuti Mempawah. Ya, puting beliung kembali menerjang pemukiman penduduk di Kabupaten…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:30

TAMBAH PARAH..!! Titik Api di Kalbar Bertambah, Kebakaran Hutan dan Lahan Ancam Rumah Dinas Wabup Kayong Utara

SUKADANA- Kebakaran hutan dan lahan di Kalbar makin parah. Bahkan, di Kayong Utara satu hektar lahan…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:09

Banyak Lahan Gambut, Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Sangat Tinggi

 KUBU RAYA- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalbar mulai merepotkan. Dari timur…

Selasa, 01 Agustus 2017 12:33

Cegah Wabah Rabies, Indonesia Kerja Sama dengan Malaysia

PONTIANAK- Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat sudah menetapkan status tanggap…

Selasa, 01 Agustus 2017 12:26

Sudah 9 Nyawa Melayang Gara-Gara Rabies

SANGGAU- Kasus rabies sudah bikin khawatir. Di Kalbar sudah 620 kejadian selama 2017. Ketua Komisi D…

Minggu, 30 Juli 2017 12:59

KEJI..!! Usai Kabur dari Rutan Langsung Membunuh, Kepala Korban Diinjak-Injak sampai Tewas

BENGKAYANG- Masih ingat dengan kasus pembunuhan bos ayam bernama Desi Yuliana? Ya, pekan lalu Polres…

Minggu, 30 Juli 2017 12:51

UNIK NIH..!! Cabai Rawit Kok Rasanya Manis

MANDOR- Yang namanya cabai pasti rasanya pedas. Meskipun dengan level yang berbeda-beda. Namun ini aneh…

Rabies Menggila, 3 Warga Tewas, Semua Anjing di Sini Dibantai

Api Lambat Padam, Karena Damkar Terhadang Macet

WADUH..!! Usai Rayakan HUT RI, Satu Desa Keracunan Makanan

Belum Sempat Turunkan Bendera, Ilham Maulana Tewas

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Kasus Asusila Meningkat
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .