UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 31 Desember 2016 12:38
PT WHW Sebut Jumlah TKA 243 Orang
ASING: Tenaga kerja asing di PT WHW.

PROKAL.CO, KETAPANG- Sementara itu, Public Relations Executive PT WHW, Hen Roliya Helana menyebut jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di PT WHW per akhir November 2016 berjumlah 2.498 orang, sedangkan jumlah TKA per November 2016 berjumlah 243 orang.

 “Saya pastikan mereka menggunakan visa kerja dan bukan visa turis. Dan jumlah karyawan kami (PT WHW) tidak mencapai tiga sampai empat ribu orang. Karena total jumlah karyawan kami tidak segitu,” ucapnya di Pontianak, Jumat (30/12).

Wanita yang karib disapa Liya ini menuturkan, PT WHW hanya memproduksi alumina dan di dalam alumina tersebut tidak terkandung bahan apapun selain bahan-bahan alumina.  “Hal itu bisa dibuktikan setiap kali kita terima barang, kita ada laporan survey. Dan setiap kali kita mau ekspor barang, kita ada sertifikat finalists dari Sucofindo. Dan kita pastikan tidak ada kandungan emas dan titanium,” tegasnya.

Ia menolak anggapan bahwa manajemen PT WHW terkesan menutup diri bagi masyarakat umum termasuk kepada awak media. “Mohon maaf, kami bukan tertutup. Tapi memang setiap orang yang akan berkunjung ke PT WHW harus sesuai dengan prosedur PT WHW. Kita harus ada surat resmi kedatangan serta tanggal berapa kedatangannya dan akan diterima oleh siapa. Ibaratnya saya punya rumah, tentu saya tidak bisa kasi tamu untuk sembarangan masuk ke rumah saya. Kira-kita begitu,” papar Liya.

Ia pun mengaku belum bisa memastikan sumbangsih perusahaannya terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Kalbar. “Saya mesti cek dulu datanya. Tapi, kita (PT WHW) merupakan investor terbesar di Kalimantan Barat,” ucapnya.

Yang pasti, ia menyebut bahwa karyawan PT WHW 81 persen berasal dari Kalbar, yaitu Ketapang dan Kendawangan. “Sebenarnya begini, yang namanya industri tentu kita (PT WHW) harus mempunyai standar serta sertifikasi tersendiri. Bahwa untuk bisa bekerja di bidang ini, dia harus memiliki kemampuan tertentu,” ungkap Liya.

Sambung dia, “Karena mohon maaf, ini industri berat. Jadi kita sangat mementingkan dari sisi K3. Keselamatan kerja itu sangat penting. Jadi tentu saja kita memiliki spesifikasi khusus untuk karyawan”.

Lantas, apakah kedepan PT WHW akan terus membutuhkan TKA untuk bekerja di sana? “Untuk saat ini belum ada. Karena kita lagi fokus di tahap I. Satu juta ton. Untuk tahap I, sebenarnya setiap bulan naik turun. Karena ada yang keluar dan ada yang masuk. Tapi naik turunnya tidak jauh,” jelas Liya.

Disinggung soal tak ada WNI yang duduk di jajaran manajemen PT WHW,  ia menyanggah. “Ada dong. Kita punya dua direksi dan 43 manajer orang Indonesia. Semua wakil kepala pabrik dan wakil kepala pabrik utama itu orang Indonesia. Kita bisa jamin dan pastikan itu,” tegasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 14 Agustus 2017 11:16

ALAMAK BAHAYA ..!! Kasus Rabies di Kapuas Hulu Cenderung Meningkat

PUTUSSIBAU –Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) jenis anjing di Kapuas Hulu masih tinggi…

Senin, 14 Agustus 2017 11:08

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Pembakar Hutan dan Lahan Sulit Terjamah Hukum

PONTIANAK- Delapan provinsi menjadi focus perhatian pemerintah dalam hal pengendalian kasus kebakaran…

Jumat, 11 Agustus 2017 10:29

Pangdam XII/Tpr Kunjungi Perbatasan, Jalan Tikus Jadi Atensi

PUTUSSIBAU- Terbukanya jalan tikus (jalur tak resmi) di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten…

Senin, 07 Agustus 2017 12:51

Bawa 17 Kg Sabu, Pria Ini Meregang Nyawa Ditembak

BENGKAYANG- Satu pria pembawa sabu yang berasal dari Malaysia, tersungkur tewas didor petugas BNN. Kabarnya…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:34

Kebakaran Hutan dan Lahan Makin Parah, Ini Kata Gubernur Cornelis

PONTIANAK- Gubernur Drs. Cornelis, MH menegaskan, pemerintah serius menanggulangi pembakaran hutan dan…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:22

Miliki 39 Batang Pohon Ganja untuk Selamatkan Istri, Pria Ini Dipenjara dan Bayar Denda Rp 1 Miliar

Akhirnya, Pengadilan Negeri (PN) Sanggau, Kalbar, memvonis pemilik 39 batang pohon ganja, Fidelis Ari,…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:13

Lima Warganya Tewas, Pemerintah Sarawak Malaysia Khawatir Rabies

KUCHING- Rabies yang menggila di Kalbar, rupanya juga menjangkiti Sarawak, Malaysia. Ya, Pemerintah…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:06

WARNING..!! Sudah Terdeteksi 102 Titik Panas di Kalbar

KUBU RAYA- Kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan menyerang Kalbar. Berdasarkan pantauan satelit…

Selasa, 01 Agustus 2017 12:31

Bunuh Anjing Tak Dikenai Sanksi Adat, Asal....

ANGGAU- Ketua Komisi B DPRD Sanggau, Jana meminta agar dinas terkait lebih proaktif sosialisasi tentang…

Selasa, 01 Agustus 2017 12:22

DARURAT..!! Rata-rata 88 Kasus Rabies Perbulan di Sanggau

SANGGAU- Ngeri..!! Wabah rabies di Kalbar semakin membuat pemerintah daerah pening. Epidemi ini pun…

Mau ke Malaysia, 16 Warga NTB Diamankan

Listrik dan Air Bersih Belum Merdeka, Warga Malaysia Jual Karet ke Indonesia

Warga Perbatasan Minta Harga BBM Diturunkan

Listrik dari Malaysia, Kerja di Kebun Sawit Dibayar Rp75.800 Sehari
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .