UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 26 November 2016 12:34
ASTAGA…!! Ada Lima Warga Tiongkok Cari Emas di Sambas

Jadi Kuli dan Pemodal Pertambangan Emas Tanpa Izin

JEMPUT. Kasatpol PP M. Razia Aprianto (bertopi) ngobrol dengan warga negara Tiongkok di base camp PETI di Dusun Pengapit, Desa Madak, Subah, Sambas, sebelum membawa mereka ke kantor Imigrasi setempat, Jumat (25/11). Satpol PP Sambas for Rakyat Kalbar

PROKAL.CO, SAMBAS- Makin banyak Warga Negara Asing (WNA) asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang leluasa keluar-masuk Kalbar.  Tidak hanya bekerja di pertambangan Ketapang, di Sambas mereka menjadi kuli sekaligus pemodal pertambangan emas tanpa izin (PETI).

Jumat (25/11) pukul 12.00, lima warga RRT yang masuk ke Kalbar dengan cara ilegal diamankan Satpol PP dan petugas Imigrasi Kelas II Sambas, di-backup Intel Kodam XII/Tanjungpura. Kelima pendatang haram itu dibekuk petugas di area PETI, Dusun Pengapit, Desa Madak, Subah, Sambas.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat, ada WNA bekerja di sebuah pertambangan emas ilegal. Saya dan jajaran memantau lokasi pertambangan illegal itu, Kamis (24/11),” kata M. Razia Aprianto, Kasatpol PP Sambas, kemarin.

Setelah dicek di lokasi PETI, ditemukan lima WNA Tiongkok. Petugas Satpol PP menanyakan paspor dan dokumen lainnya. Namun, salah seorang WNA yang bisa berbahasa Indonesia menjawab, hanya satu diantara mereka yang memiliki paspor. Setelah diperiksa kartu identitasnya, kelimanya bernama King Long Wu, Lin Guozhong, Qing Lailin, Cin Guongzu, dan Wu Qing Chau.

“Saya langsung berkoordinasi dengan petugas Imigrasi dan TNI, lalu mendatangi lokasi PETI itu kembali esok harinya,” jelas Razia. Petugas Satpol PP dan Imigrasi serta Intel Kodam menjemput kelima WNA RRT tersebut. Ketika petugas mendatangi base camp, kelima warga RRT itu tidak berada di tempat.  “Kami sempat mengira mereka sudah kabur,” terangnya.

Razia menghubungi salah seorang dari warga asing ilegal itu. Ternyata mereka berada di lokasi PETI yang tak jauh dari base camp-nya. Kelima pendatang haram itu langsung dibawa ke Kantor Imigrasi Sambas.

Kepala Kantor Imigrasi Sambas, Uray Avian mengaku masih mendalami keberadaan lima WNA tersebut. “Setelah ini, kita akan melakukan pemeriksaan, seperti apa dan bagaimana bisa ke sini,” ungkapnya. Imigrasi juga akan melihat persyaratan maupun prosedur kelima warga RRT, sehingga bisa bekerja di Indonesia. Apalagi mereka bekerja pada aktivitas ilegal. “Selain itu, kita akan mencari siapa yang memasukan WNA itu bekerja di sini,” tutur Avian. (si/rk)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 12:20
Sebagian Potret Bangunan Sekolah Dasar di Kalbar

Tidak Layak Jadi Ruang Cerdaskan Anak Bangsa

Tak heran Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar jauh tertinggal dari…

Selasa, 22 Januari 2019 12:16

Kapal Motor Tenggelam, 8 Ditemukan Tak Bernyawa, 4 Hilang

PUTUSSIBAU- Rakyat Kalbar memberitakan, pencarian 12 korban hilang tenggelamnya kapal…

Kamis, 17 Januari 2019 11:41

KENAPA INI..!! Sebelas Pria Terkapar, Satu Sudah Tak Bernapas

PUTUSSIBAU-  12 karyawan pupuk dan anak buah kapal (ABK) Sri…

Selasa, 15 Januari 2019 10:22

Mau Diselundupkan ke Malaysia, Arwana Senilai Rp 2 M Diamankan

ENTIKONG- Petugas perbatasan berhasil menggagalkan penyelundupan 4.500 ekor anak ikan…

Sabtu, 12 Januari 2019 14:24

Gubernur ‘Ancam’ Kepala Dinas

 PONTIANAK- Pelayanan publik SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar masih…

Sabtu, 12 Januari 2019 11:33

Tunda Eksekusi Lahan Sengketa, Berniat Tertibkan Oknum Nakal

JAKARTA – Kodam XII/Tanjungpura memastikan bahwa Jumat (11/1) sama sekali…

Kamis, 10 Januari 2019 10:55

Tahun Lalu Saja, di Pontianak Ribuan Perempuan Menjanda

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, sepanjang tahun 2018, Pengadilan Agama Kelas…

Kamis, 10 Januari 2019 10:27

13 Rumah Sakit di Provinsi Ini Belum Terakreditas

PONTIANAK - Sebanyak tiga belas rumah sakit (RS) di Kalimantan…

Kamis, 10 Januari 2019 10:16
Satpol PP Pontianak Sita 31 Tabung Gas Bersubsidi

AWAS..!! Selewengkan BBM Premium, Pengawas SPBU dan Spekulan Terancam 3 Tahun Penjara

PONTIANAK- Julmadi alias Jul, tak bisa mengelak lagi. Pria 34…

Kamis, 10 Januari 2019 10:13

KENAPA INI..?? Sudah Tersangka, Kepsek SDLB Sintang Belum Ditahan

SINTANG- Diberitakan Rakyat Kalbar, sejak dilakukan pengeledahan oleh Satuan Khusus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*