UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Rabu, 23 November 2016 16:39
LOH..!! Malaysia Bangun 14 Vila di Zona Bebas Sambas-Sarawak

Kata Warga Setempat: Sesekali Dipantau Tentara Diraja Malaysia

PROKAL.CO, Sambas- Entah lahan di negaranya habis terpakai atau memang punya maksud tertentu, 20 meter dari patok A52 di tapal batas Sambas-Sematan, sejumlah pengusaha Malaysia sedang membangun 14 vila. Pembangunan itu selaras dengan pembuatan kebun matoa, karet, dan lada, yang mereka kerjakan sejak tahun lalu.

Lokasi tersebut disebut sebagai zona bebas. Letaknya tepat di Dusun Sempadan, Desa Temajok, Kabupaten Sambas, Kalbar, yang berbatasan langsung dengan Sematan, Sarawak, Malaysia.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Temajok, Muriadi mengatakan, sebelumnya ia pernah berbicara dengan seorang pengusaha Malaysia yang akrab disapa Kak Nur. Ia diketahui satu dari beberapa pengusaha Malaysia yang membangun vila di lokasi tersebut.

"Saat kami tegur, dia menjawab sah-sah saja membangun di dekat garis batas Sempadan perbatasan," tuturnya, dihubungi awak media, Selasa (22/11) sore.

Dari pantauannya, pengerjaan vila yang pembangunannya mempekerjakan warga setempat itu hampir rampung. "Yang saya ketahui, selama masa pembersihan lahan dan pembangunan vila, pengusaha asal Malaysia tersebut sama sekali tidak pernah berkoordinasi, baik dengan Kepala Desa Temajok maupun warga setempat," ucap Muriadi.

Menurut dia, mungkin bagi pemerintah Malaysia, pembangunan vila yang jaraknya hanya 20 meter dari batas negara itu dianggap tidak masalah. "Tapi, bagi kami, itu menjadi masalah. Karena dibangun dekat garis perbatasan. Jika dibangun jauh, misalnya seratus meter tentu kami tidak akan protes," terangnya.

Lagipula, pembangunan itu memang melanggar ketentuan. Sebab, kata dia, ketika masyarakat setempat bersama TNI hendak membangun jalan di sepanjang garis perbatasan saja sejauh 50 meter dari patok tapal batas.

Muriadi juga menjelaskan, pembangunan vila Malaysia itu sudah pernah disampaikan kepada Pemkab Sambas maupun Pemprov Kalbar. "Tapi tidak ada tanggapan sama sekali sampai sekarang," bebernya.

Maka dari itu, ia meminta pemerintah pusat menyikapi hal ini. "Kami siap mendukung langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintah Indonesia," tegas Muriadi.

Salah seorang WNI setempat yang ikut membangun vila, Tomy menyatakan, ia bekerja bersama 12 rekannya. "Sejak beberapa bulan yang lalu. Tetapi, secara bertahap berkurang karena kekurangan bahan bangunan. Sekarang tinggal berlima yang kerja," ungkapnya.

Dalam proyek pembangunan vila itu, Tomy bertindak sebagai pembuat batako. Ia diupah Rp100 ribu per hari.

"Semua bangunan vila ini menggunakan kayu yang diambil dari hutan sekitar, di batas tanah milik Indonesia. Ada juga yang beli bahan material di Temajuk," bebernya.

Yang mengejutkan, masih dituturkan Tomy, selain pengusaha yang datang meninjau, sesekali pembangunan vila juga dipantau oleh anggota Tentara Diraja Malaysia yang bertugas menjaga perbatasan Melano. "Memang mereka datang tidak mengenakan seragam dinas, tetapi saya kenal mereka adalah Tentara Malaysia. Kalau tidak salah, ada delapan orang," katanya.

Meski demikian, ia mengaku tak begitu paham berapa luasan lahan vila dan perkebunan itu. "Kami hanya kerja. Yang paham betul hanya kepala tukang," tukas Tomy. (pro)


BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 12:49

Fotonya Ikut Disebar, Liliek Akan Laporkan Pelaku

Liliek Mailani, teman baik Nur akan melaporkan pihak yang menyebar fotonya di ke grup facebook (FB)…

Selasa, 17 Juli 2018 12:48

Istri Minta Cerai, Suami Buka-Bukaan di Medsos

PONTIANAK- Tangannya gemetaran. Suaranya tersendat. Wanita berjilbab itu terus menangis ketika mencurahkan…

Sabtu, 14 Juli 2018 12:07

BAGUSLAH....Bank Dunia Bantu Atasi Banjir di Pontianak

PONTIANAK- Persoalan banjir di Kota Pontianak masih belum ada penyelesaian. Pasalnya, drainase semakin…

Sabtu, 14 Juli 2018 12:04

SABAR..!! Penetapan Paslon Terpilih KPU Tunggu Surat MK

PONTIANAK- Untuk penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih masih menunggu surat Mahkamah Konstitusi…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:36

NGERI..!! Kingkong Ngamuk, Sekeluarga Ditebas

PONTIANAK- Ibu mana yang tak sedih bila anaknya dianiaya orang lain. Apalagi penganiayaan itu di depan…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:35

BURU-BURU..!! Kejar Api, Mobil Damkar Tabrak Tiang

PONTIANAK - Niat mulia para petugas pemadam kebakaran (damkar) dalam memadamkan api tak selamanya berjalan…

Sabtu, 14 Juli 2018 10:31
Dicopot Atas Rekomendasi Propam Mabes Polri

Mantan Kapolres Sanggau Diduga Tilap Dana Pilkada

PONTIANAK- Kapolri Jenderal Pol M Tito Karnavian mendadak  merombak jabatan penting dan strategis…

Sabtu, 14 Juli 2018 10:29

ADA MASALAH APA? Bakal Caleg Ini Laporkan Oknum Polisi ke Provos

Merasa diperlakukan tidak semestinya oleh oknum polisi di pos jaga Polda Kalbar, Ratih Kusuma Dewi tak…

Rabu, 04 Juli 2018 21:38

Pilkada Dorong Lonjakan Penumpang Pesawat

PONTIANAK- Tidak hanya Ramadan dan Idul Fitri, momen Pilkada serentak juga mendorong lonjakan penumpang…

Rabu, 04 Juli 2018 21:37

Remaja Pontianak Barat Rawan Ngelem

PONTIANAK- Kenakalan remaja yang mengelem (mengisap lem) di Kecamatan Pontianak Barat, semakin menjadi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .