UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

KRIMINAL

Selasa, 08 November 2016 14:53
SERUU..Kisah Dua PNS Kalbar yang Jadi Detektif Swasta Demi Ungkap Dokter Gadungan
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kisah Junaidi (41), dokter gadungan yang diciduk anggota Kodam XII Tanjungpura di Desa Sungai Rengas, Kubu Raya, tak bekerja sendirian. Sebab dari belakang layar, ada kerja dari dua orang korban yang bekerja sebagai pegawai Pemprov Kalbar.

Keduanya yakni Rudi Effendi dan Ade M. Yusuf yang pertama menjadi pengungkap kisah awal praktik Junaidi. Bagaimana ceritanya? “SUDAH tahunan, Junaidi menjadi dokter gadungan. Saya sendiri saja sudah menjadi korban sejak tahun 2013,” kata Ade M. Yusuf, PNS yang menjabat sebagai Kasi Layanan Sarana dan Prasarana Badan Provinsi Kalbar membuka pembicaraan di sebuah rumah makan, Selasa (1/11) di Pontianak.

Ade datang tak sendirian menceritakan kisahnya. Masih ada yakni koleganya Rudi Effendi, Kasubag TU UP3 LB Entikong Badan Perbatasan Kalbar. Rudi juga korban dari dokter gadungan Junaidi

Kisahnya keduanya dimulai dari Rudi Effendi. Beberapa waktu lalu, Menteri Dalam Negeri, Tjhahjo Kumolo akan bertandang ke Perbatasan Entikong, Sanggau, melihat langsung progres pembangunan. Rudi merasakan sakit yang teramat di sekujur tubuhnya. “Saya izin ke pak Ade, akan berobat dulu dan izin tidak masuk,” kata Rudi menyambung.

Merasa sudah diizinkan, Rudi mencari dokter. Tetangga sebelah rumahnya di kawasan Kota Baru, Pontianak merekomendasikan berobat ke dokter Junaidi.  Kebetulan dokter yang tinggal di Jalan Raya Sungai Berembang,  Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya  bersedia datang dipanggil dengan kendaraan roda empatnya. Karena tidak ingin repot, akhirnya Rudi mengiyakan dan datanglah dokter tersebut. 

Selama berobat, Rudi tak mencurigai keanehan dari Junaidi. Sebab Junaidi mengaku kepadanya, memiliki banyak gelar dokter spesialis dan sengaja dikirimkan dari Mabes TNI di Jakarta ke Kalbar. Namun ketika akan membayar, ia merasakan kejanggalan. Sebab tarifnya di luar kewajaran.

“Saya harus bayar Rp1,6 juta, hanya untuk obat dua macam saja. Itupun seperti obat herbal saja yang banyak dijual di pasar. Saya juga berobat hanya ditepuk-tepuk dan perlakuannya hampir sama diterima semua pasien,” tuturnya.

Ternyata pembayaran sebesar Rp1 juta ke atas untuk sekali berobat, dirasakan pasien lainnya. Waktu berobat, setidaknya ada enam pasien serupa di dekatnya. Mereka juga dikenakan tarif rata-rata di atas Rp1 juta. “Bahkan ada yang bayar Rp1,8 juta. Rata-rata para pasien harus bayar di atas Rp1 juta. Mau saja mengeluarkan duit besar, seperti disirep (hipnotis) kami. Curiga kami, Junaidi punya ilmu hipnotis,” tuturnya.    

Dalam keadaan curiga tersebut, Rudi akhirnya berinisiatif menelepon Ade. Koleganya tersebut masih berada di kantor Perbatasan Entikong, Sanggau. Tanpa dikomando, Ade langsung bertanya apakah dokternya bernama Junaidi tinggal di Sungai Rengas, Kubu Raya. Ade juga menjadi korban dari praktik Junaidi bahkan sakitnya makin bertambah parah.

“Saya mengiyakan saja. Pak Ade langsung menyuruh saya jangan berobat lagi. Junaidi itu dokter gadungan. Pendidikannya tidak ada ke dokter. Kalau tak salah hanya tamat SMP saja. Bahkan Junaidi pernah bekerja sebagai penjaga sekolah,” ceritanya.

Geram mendengar kisah tersebut, akhirnya Rudi dan Ade bersepakat mengusut. Keduanya bertemu di Pontianak. Keduanya juga yang pertama bertindak sebagai detektif swasta mengintai rumah Junaidi yang terletak di pinggir Jalan Berembang, Desa Sungai Rengas, Kubu Raya. Dari sana, Rudi dan Ade melakukan wawancara ke tetangga, kepala dusun termasuk kepala desa.

Untuk mengecek lebih lanjut, akhirnya arsip warga Sungai Rengas ini mereka periksa lebih dalam di kantor desa. Diketahui, bahwa Junaidi dari kartu keluarganya hanya tamatan SMP saja. Di situ juga tak tertulis yang bersangkutan berstatus sebagai PNS atau aparat. Apalagi nomor NIP/NRP tidak tertulis jelas. “Nah di situ saya langsung syok. Sudah makan obatnya, uang juga melayang banyak,” tuturnya.

Tak ingin yang lain jadi korban, Rudi mengontak salah satu kawannya dari bagian Intel yang bertugas di Singkawang. Informasi berlanjut hingga sampai ke Kodam XII Tangjungpura. Lalu disepakati melakukan penjebakan ke Junaidi di Puskesmas Sungai Rengas. Kebetulan kepala puskesmas di sana juga cukup geram dengan ulahnya.

Rupanya di sana sudah ada satuan anggota TNI, kades, kadus, termasuk dirinya dan pak Ade sebagai korban. Mereka bersepakat menyanjung Junaidi untuk berbicara lantang.

”Junaidi dipuji-puji dan disanjung. Rupanya masuk omongannya, yakni mengaku dokter dari Mabes TNI. Akhirnya petugas TNI langsung memborgol dan membawanya ke markas. Sebab sebelumnya sudah diperiksa ke IDI, Dinas Kesehatan hingga lembaga lain. Tak ada Dokter Junaidi,” tuturnya.

Dari omongan Junaidi, diketahui bahwa pasiennya banyak hingga ratusan. Ia praktek sudah lama. Junaidi mengobati pasien dengan kendaraannya hingga berkeliling ke setiap kota/kabupaten di Kalbar. Dari mulutnya juga keluar bisa mengoperasi orang.

”Saya kaget dan telepon pasiennya di Kota Singkawang yang kabarnya terkena tumor ganas. Akhrinya ibu bersangkutan tidak jadi beroperasi. Kalau tidak bisa bahaya,” kata Rudi.

Namun upaya mengungkapkan kasus ini tak mudah. Karena hanya menyampaikan izin secara lisan, keduanya diberikan teguran pimpinan. Untunglah setelah diceritakan, kepala dinas atau kepala badan mengerti dengan posisi keduanya. Untuk memastikan keduanya memang menjadi aktor pengungkap dokter gadungan Junaidi, surat penghargaan karena sudah membantu aparar Deninteldam dari Komandan Denienteldam XII/Tanjungpura Letkol Inf. Abdul Mufakher diberikan.

”Saya hanya, berharap pimpinan saya paham. Sebab untuk mengungkapkan kasus ini, saya harus ke sana kemari hingga izin satu minggu lamanya. Intinya saya mengungkapkan kasus begini karena tak mau ada korban lagi,” tuturnya.

Meskipun meminta dokter gadungan Junaidi dihukum berat, ia juga meminta Junaidi mengembalikan uang. Pasalnya dari praktek gadungan dan kehidupan Junaidi, yang bersangkutan punya banyak harta.

”Kami banyak pegang kwitansi. Ada juga tak berkwitansi. Kami harapkan uang kami yang sekali berobat di atas Rp1,5 juta bisa kembali. Ada juga pasien sudah habis belasan hingga puluhan juta rupiah,” tuturnya.(*)


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 12:53

WANTED..!! Ini Dia Napi Rutan Sanggau yang Kabur

SANGGAU- Sejak kabur dari Rutan Kelas IIB Sanggau, Kamis (16/11) lalu, AC, 38, napi kasus penggelapan…

Selasa, 21 November 2017 12:48

MAMPUS..!! Jual Sabu-sabu 3 Kg, Warga Malaysia Mati Ditembak

PONTIANAK- Untuk kesekian kalinya Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Kalbar bersama Bea Cukai…

Rabu, 15 November 2017 16:23

Lari ke Gang Buntu, Maling Motor Jerit-Jerit Ditembak

PONTIANAK- Viqih Nuramul alias Viqi memang lagi apes. Baru saja mencuri sepeda motor milik Wendy Tarusman…

Rabu, 15 November 2017 16:12

MASIH MAU?? Penyuplai Sosis Ilegal di Pasar Dahlia Ditahan

PONTIANAK- Anggota Reskrim Polsek Pontianak Barat mengamankan seunit minibus bermutan puluhan kotak…

Minggu, 12 November 2017 10:35

Penjahat Lihai Itu Melawan, Kakinya Dilubangi Polisi

PONTIANAK- Kaki kiri Mohammad Sofiansyah alias Iyan terpaksa ditembak karena melawan dan berusaha kabur…

Selasa, 07 November 2017 16:18

Ini Dia Hendrawan Tan, Pria yang Doyan Memaki-maki Polisi di Facebook

Di era digital sekarang ini, jagalah jari mu. Bijaklah membuat atau mengomentari postingan di media…

Sabtu, 04 November 2017 10:27

Polair Sita 1.000 Batang Kayu Log

PONTIANAK- Kapal-kapal patroli Direktorat Polisi Air (Dit Polair) Polda Kalbar berhasil mengamankan…

Senin, 30 Oktober 2017 11:56

Culik Gadis di Jateng, Pria Ini Ditangkap di Kayong Utara

SUKADANA- Dua penculik gadis bawah umur di Klidang Wetan, Kabupaten Batang, Jateng berhasil diciduk…

Senin, 30 Oktober 2017 11:52

Rampas Ponsel Bocah, Kaki Zul Bolong Ditembak Polisi

PONTIANAK- Setelah sepuluh hari bersembunyi, Zuliansyah alias Zul diakhirnya diciduk. Polisi terpaksa…

Minggu, 29 Oktober 2017 10:24

Dorrr! Jambret Bercelurit Nyaris Mampus Ditembak

PONTIANAK- Kejahatan jalanan di Po0ntianak makin mengerikan. Jumat (27/10) lalu, Syarif Fajar alias…

WANTED..!! Ini Dia Napi Rutan Sanggau yang Kabur

MAMPUS..!! Jual Sabu-sabu 3 Kg, Warga Malaysia Mati Ditembak
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .