UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Selasa, 04 Oktober 2016 20:11
Dugaan Korupsi IAIN Pontianak, Polisi dan Jaksa Tak Kompak
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Nusantara Corruption Watch (NCW) Kalbar mendesak Polresta dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak, segera menyelesaikan atau menuntaskan penanganan hukum dugaan korupsi proyek pengadaan meubeler asrama mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

Proyek pengadaan meubeler melibatkan CV. DA sebagai pihak ketiga, pagu dana senilai lebih dari Rp2 miliar bersumber dari APBN 2012. Berdasarkan hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP)Kalbar, diduga terjadi tindak pidana korupsi dengan kerugian negara Rp552 juta.

Kasus ini mulai diselidiki Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polresta Pontianak pada Mei 2015 lalu. Seiring berjalannya waktu, polisi meningkatkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan dengan menetapkan empat tersangka. Di antaranya Ricard dan Hamdani sebagai rekanan pihak ketiga, Fahrizandi dan Dulhadi sebagai panitia dan PPK dari IAIN.

Koordinator NCW Kalbar, Ibrahim mengungkapkan, sepengetahuannya, penanganan kasus oleh kepolisian dan kejaksaan terbilang lamban. Dua berkas perkara masing-masing untuk tersangka Ricard dan Hamdani sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan atau P21. “Jika dibiarkan terlalu lama, kasus tersebut akan rawan untuk mengendap. Dan bisa saja kemudian masuk angin,” beber Ibrahim, Senin (3/10).

Bahkan diketahui pula, dua berkas lainnya telah menggantung. Padahal, sempat dikembalikan kepada kepolisian untuk dimintai penambahan keterangan saksi dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Hamka Siregar. Kemudian sudah diserahkan kembali kepada kejaksaan, namun berkas tersebut masih belum dinyatakan lengkap.

Dari berbagai rentetan perkara, sebenarnya sudah dipastikan telah terjadi pelanggaran pidana korupsi. Terlebih lagi sudah ditetapkan empat tersangka dan sudah ada penghitungan kerugian negara oleh BPKP sebagai pihak berwenang.

Ibrahim mensinyalir, adanya keterlibatan pihak lain yang memiliki wewenang lebih tinggi dalam proyek pengadaan tersebut. Dirinya meminta kepolisian untuk berani dalam menjerat siapapun yang diduga terlibat. 

“Kepolisian tidak perlu takut atau merasa kuatir, jika sebenarnya kasus ini melibatkan pihak lain. Sepanjang itu memang benar, karena telah merugikan keuangan negara. Masyarakat pasti akan mendukung apa yang dilakukan kepolisian maupun kejaksaan,” tegas Ibrahim.

Dia mendukung kepolisian kembali memeriksa KPA. Walaupun sebelumnya, Rektor IAIN itu telah diperiksa tiga kali oleh penyidik sebagai saksi. “Saya dengar keempat tersangka sudah menyebut bahwa KPA ini terlibat. Maka dari itu, kenapa tidak diperiksa lagi, tanpa harus menunggu berkas empat tersangka ini siap,” cecarnya.

Salah satu petunjuk Kejari Pontianak kepada Polresta Pontianak yang menangani perkara ini, menetapkan Rektor IAIN sebagai tersangka. Pernyataan itu dilontarkan Kasi Intel Kejari Pontianak, Agussalim beberapa waktu lalu kepada wartawan. Hingga kemarin, menjelang 17 bulan sejak perkara tersebut ditangani, belum ada satu tersangka pun yang dibawa ke meja persidangan. “Ini sudah terlalu lama,” tegas Ibrahim yang mengaku akan membawa perkara itu ke Kompolnas.

Terkait dua dari empat berkas perkara yang belum dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan, dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean. Namun hingga saat ini, setelah dilimpahkan kembali berkas perkara untuk dua tersangka atas nama Dulhadi dan Fahrizandi pada Agustus lalu, kepolisian belum menerima surat keterangan P21 dari kejaksaan. “Belum, kita belum menerima surat P21 untuk dua berkas itu (tersangka Dulhadi dan Fahrizandi),” kata Andi Yul.

Dikonfirmasi terpisah, keterangan berbeda disampaikan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pontianak, Yanuar Reza. Menurutnya, berkas perkara dua tersangka itu sudah rampung sejak sebulan lalu. “Berkasnya sudah. Sejak bulan lalu (rampung),” tegas Kasipidsus Kejari Pontianak. (ach/pro)


BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*