UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

KRIMINAL

Rabu, 07 September 2016 16:03
MENCENGANGKAN..!! Ternyata Cukup Banyak Orang Indonesia Dipenjara di Malaysia, Nih Jumlahnya..
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching di Sarawak, Malaysia merilis jumlah tahanan Warga Negara Indonesia (WNI) di Bintulu, Sarawak. Tak tangung-tanggung, jumlahnya mencapai 64 orang. “Mereka semuanya laki-laki. Jumlah tersebut, 59 orang darinya merupakan narapidana dan lima orang POCA,” kata Windu Setiyoso, Pelaksana Fungsi Konsuler 1 KJRI Kuching, Selasa (6/9) sore.

POCA merupakan kepanjangan dari Prevention of Crime Act yang lebih dikenal dengan sebutan Akta Pencegahan Jenayah (UU Pencegahan Kejahatan) 2014, sebuah UU yang disahkan untuk menangani kejahatan seperti samseng (premanisme), jenayah terancang (kejahatan terencana), dadah (Narkoba) dan perdagangan manusia.

Pada awalnya, UU POCA ini hanya berlaku di Semenanjung, Malaysia. Namun setelah amandemen, UU ini diperluas ke Sabah dan Sarawak. Pemerintah Malaysia sendiri setiap lima tahun sekali membuat penelitian tentang UU ini. Memastikan apakah tindakan dari UU ini masih relevan diberlakukan atau tidak di negara Jiran itu.

Lanjut Windu menerangkan, para tahanan WNI kebanyakan dari mereka yang tersandung kasus atau melanggar Akta Dadah Berbahaya (UU Kejahatan Narkoba) 1952 dan UU Keimigrasian. “Untuk para narapidana pelanggaran UU Keimigrasian saja, mereka dihukum antara tiga sampai enam bulan hingga 12 bulan. Mereka ini yang biasa tak miliki passport,” katanya.

Sementara itu, lanjut Windu, untuk kejahatan dadah atau Narkoba, para pelakunya bisa dipenjara selama lima tahun atau seumur hidup. Namun, hukuman bagi narapidana yang melanggar pasal lainnya juga bervariatif. Dari yang dihukum penjara hanya beberapa bulan, hingga ada yang hanya dihukum cambuk. “Khusus WNI di tahanan Bintulu tidak ada yang divonis hukuman mati,” terangnya.

Data yang dirilis KJRI ini merupakan data yang didapat dari kunjungan rutin KJRI ke setiap tahanan di Sarawak. “Saya dan staf lainnya tadi pagi ke tahanan Bintulu. Dalam rangka melaksanakan kunjungan rutin setiap enam bulan sekali,” ungkap Windu.

Dalam kesempatan kunjungan ke tahanan Bintulu, Windu menyampaikan amanah Kepala Perwakilan KJRI Kuching, Jahar Gultom kepada setiap tahanan WNI. Tahanan diminta untuk menjaga sopan santun dan perilaku selama berada di dalam penjara Bintulu. “Bagaimana pun juga, mereka mewakili nama baik Indonesia,” katanya.

Selain itu, tahanan juga diminta untuk tidak berbuat keonaran dan kerusuhan di dalam penjara. Baik antarsesama tahanan WNI maupun dengan tahanan WN lainnya. “Ya, kita minta mereka mengintrospeksi diri sendirilah, terkait dengan kehilafan dan kesalahan di masa lalu. Sehingga membuat mereka terpaksa masuk ke dalam penjara,” lanjutnya.

Tahanan Indonesia diharapkan dapat berkomitmen untuk tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama, atau kejahatan lainnya, bilamana mereka sudah bebas dari masa tahanan. “Tak kalah penting, mereka selalu diajak untk tekun beribadah dan meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan dengan agama dan kepercayaan mereka masing-masing,” tegas Windu.

Telah dijelaskan pula, lanjut Windu, tentang prosedur deportasi bagi mereka yang telah selesai menjalani masa hukuman di penjara Bintulu. Pada hari saat mereka bebas, akan dibawa oleh pihak penjara Bintulu untuk diserahterimakan kepada Depo Tahanan Imigrasi Bekenu atau Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim).

Windu menggambarkan, bahwa tahanan Bintulu yang baru beroperasi sejak April 2015 itu sangat ketat. Ponsel pun tidak boleh dibawa ke dalam. Dijelaskannya, sebanyak 64 WNI itu hanya di Bintulu, belum lagi ditahanan lainnya. Di seluruh Sarawak ini ada enam penjara yaitu di Puncak Borneo, Sri Aman, Sibu, Bintulu, Miri dan Limbang. “Seringkali penjara-penjara di Sarawak ini juga menerima limpahan para narapidana dari Sabah, konon kabarnya banyak penjara di Sabah sana over capacity,” ujar Windu. (ocs/pro)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 10:32

Residivis Pencurian Rumah Kosong Beraksi, Dorrr…Bolong Kakinya Ditembak Polisi

PONTIANAK- Seakan tak ada kata jera bagi HR. Warga yang tinggal di kawasan Jalan Petani, Kecamatan Pontianak…

Selasa, 18 September 2018 10:43

Kasus Curanmor, Pelakunya Masih di Bawah Umur

MANDOR- Polsek Mandor, jajaran Polres Landak berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor…

Selasa, 18 September 2018 10:33

KEJI..!! Dihabisi Mantan Suami, Korban Ditikam Saat Membuka Mukena

SINGKAWANG- Nyawa Serry Juniarsih berakhir di tangan mantan suaminya, SR. Ibu dua anak ini tak dapat…

Selasa, 18 September 2018 10:31

YAELAAA..!! Bukan Masak di Dapur, 3 Emak-Emak dan Enam Pemuda Digerebek Lagi Asyik Berjudi

PONTIANAK- Seorang pria dan tiga orang ibu rumah tangga (IRT) diamankan polisi. Mereka kedapatan sedang…

Selasa, 18 September 2018 09:55

NEKAT..!! Bukannya Beramal, Malah Curi Kotak Amal

PONTIANAK- Seorang pemuda terekam kamera pengawas atau CCTV sedang mencuri kotak amal masjid di Minimarket…

Sabtu, 15 September 2018 13:06

Terjatuh Dihadang Warga, Dua Jambret Nyaris Babak Belur

PONTIANAK- Jody Kurniawan alias Jodi dan Reza Trianto alias Reza, nyaris babak belur diamuk warga. Kedua…

Sabtu, 15 September 2018 10:53

Dorrr, Pembobol Tiga Ruko di Sungai Kakap Terkapar

SUNGAI KAKAP- Pembobol tiga ruko berturut-turut selama dua hari di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten…

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:19

MENGEJUTKAN..!! Tes Urine Mendadak di Polresta Pontianak, Ini Hasilnya

PONTIANAK- Hasil tes urine pada Senin (13/8), empat oknum anggota polisi Polresta Pontianak terindikasi…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:34

Penganiaya MC Dangdutan Ditangkap

SUNGAI KAKAP- Masih ingat dengan kasus pemukulan terhadap Senong, seorang Master of Ceremony (MC) atau…

Kamis, 26 Juli 2018 20:42

KENA BATUNYA..!! Usai Jambret, BBM Habis, Ferdi Bonyok Dihajar Massa

PONTIANAK- Ferdi Yulianto akhirnya menjadi salah satu penghuni jeruji besi Polsek Pontianak Barat. Pria…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .