UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Kamis, 30 Juni 2016 11:45
Calo PNS Ketangkap! Korbannya Ratusan Orang, Untungnya sampai Rp 3 Miliar
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK - Polisi berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan dengan kedok menjanjikan para korbannya diterima sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sebanyak 300 orang menjadi korban dan tersangka berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp3 miliar.

Terungkapnya kasus penipuan dan penggelapan berkedok memuluskan korbannya menjadi CPNS di lingkungan Kementerian Agama itu dari adanya laporan tiga orang korban yang merasa telah menjadi korban penipuan.

Kapolresta Pontianak AKBP Iwan Imam Susilo membenarkan jika jajarannya telah menangkap tersangka penipuan dan penggelapan, Wali Hajar Dewantoro. Tersangka ditangkap di  Batam, Kepulauan Riau, pada Senin, 27 Juni 2016. "Wali inilah otak dari kejahatan ini. Diduga korbannya tidak hanya warga Pontianak tetapi hampir di seluruh Indonesia. Ini akan terus kami dalami," kata Iwan, Rabu (29/6).

Iwan menjelaskan penangkapan tersangka berdasarkan laporan tiga orang korbannya. Dari laporan itu dilakukanlah penyelidikan dan penyidik hingga akhirnya sebelum tersangka utama ditangkap terlebih dahulu ditangkap kurirnya yakni Burhanudin. "Dari keterangan tersangka ini didapatlah identitas tersangka utamanya yakni Wali Hajar Dewantoro," ucapnya.

Menurut Iwan, terhadap Wali sebelum dilakukan penangkapan terlebih dahulu dipanggil sebanyak dua kali  namun pelaku tidak mau menghadiri panggilan penyidik. "Selanjutnya dilakukan penyelidikan keberadaan pelaku dan diketahui bahwa pelaku berada di salah satu rumah temannya di komplek daerah Sei. Panas Batam Center," ungkap, Iwan.

Dari informasi itu, lanjut Iwan, dilakukan penangkapan oleh anggota Jatanras dan pada Senin, 27 Juni lalu tersangka berhasil dibawa ke Mapolresta Pontianak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.  

Iwan menuturkan  tersangka menipu korban-korbannya untuk dapat membantu meloloskan menjadi PNS di Kementerian Agama dengan menyerahkan uang sejumlah Rp75juta. Namun setelah ditunggu sesuai waktu yang dijanjikan, para korban tidak kunjung dipanggil atau lulus sebagai PNS. "B dan W ini sindikat, kemungkinan ada pelaku lainnya ini yang kami dalami," terangnya.

Iwan menegaskan tersangka mengakui perbuatannya, telah menerima uang dari para korban-korbannya guna pengurusan PNS di Kementrian Agama. Tersangka pun mengaku telah menerima pengurusan lebih dari 300 orang dengan total uang yang terkumpul Rp 3 miliar disetorkan kembali ke seseorang. "Tersangka terancam pidana penjara empat tahun," tegas, Iwan.

Sebelumnya pada Mei 2016, seorang purnatugas pegawai negeri sipil di Pemerintah Kota Pontianak ditangkap polisi. B, menjanjikan beberapa orang bisa menjadi calon pegawai negeri sipil di Kementerian Agama dengan catatan harus menyetor uang per orang sebesar Rp75 juta.

Tindakan penipuan dan penggelapan tersebut dilakukan tersangka pada 2015. Ada dua korban, yakni Ria Kartika dan Serlia Afriana yang telah menyetorkan uang sebesar Rp150 juta kepadanya dengan harapan bisa lolos menjadi CPNS.

Namun, setelah menunggu sekian lama janji menjadi CPNS tak kunjung mendapat kabar, akhirnya kedua korban melakukan pengecekan di Kemenag mengenai seleksi pegawai pada 2015 dan diketahui bahwa pada tahun itu kementerian tidak pernah membuka lowongan penerimaan PNS.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 14 Oktober 2018 14:20

Tujuh Hari Dicari, Hamidah Tak Ditemukan

PONTIANAK- Tim SAR (search and rescue) gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak,…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:20

Ingin HUT Kota Pontianak Mendunia

PONTIANAK- HUT Kota Pontianak bisa menjadi jualan menarik. Ke mana-mana. Nusantara, hingga dunia. Dalam…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:05

Bawaslu Pontianak Ajak Media Massa Awasi Pemilu

PONTIANAK- Media massa menjadi salah satu pilar demokrasi. Di tengah panasnya kontestasi politik saat…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:04

TEGAS..!! Tiada Ampun, ASN Korupsi Langsung Dipecat

PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tidak memberi ampun bagi Aparatur…

Senin, 08 Oktober 2018 12:24
Festival Arakan Pengantin Melayu, Sambut Hari Jadi Pontianak

Sesuai Adat dan Historis, Kreativitas Jangan Jauh Menyimpang

Pemerintah Kota Pontianak intens menjaga kearifan lokal. Berbagai tradisi dan budaya berupaya terus…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:51

Raja Tayan Minta Penjelasan GP Ansor, Ini Penjelasan GP Ansor Kalbar

PONTIANAK- Beberapa waktu lalu di berbagai daerah Indonesia, GP Ansor melakukan penolakan terhadap kegiatan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:46

Gubernur Ingin Seluruh Rumah Sakit Terintegrasi

PONTIANAK- Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:40

Gubernur Sentil Perusahaan Sawit

PONTIANAK- Gubernur Kalbar Sutarmidji meresmikan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pontianak Timur…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:35

Alhamdulillah, Ada 1.200 Rumah Murah untuk Polisi

PONTIANAK- Anggota kepolisian di lingkungan Polda Kalbar tak perlu khawatir lagi jika belum memiliki…

Kamis, 27 September 2018 10:51

Pejabat BUMD Terlibat Politik Praktis, Harus Diberi Sanksi Tegas

PONTIANAK- Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat Badan Umum Milik Daerah (BUMD) yang terlibat politik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .