UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH
Kamis, 01 Februari 2018 09:49
PARAH..!! Jambret Ibu-ibu, Bocah 16 Tahun Dibekuk Jatanras

PROKAL.CO,  PONTIANAK- Seorang anak di bawah umur berinisial Rv, terpaksa berurusan dengan polisi. Remaja usia 16 tahun itu ditangkap Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak karena dilaporkan atas penjambretan yang dilakukannya di Jalan Lapan, Komplek Dwi Ratna, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, 18 Januari lalu.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli menerangkan, bocah yang tinggal di Jalan Khatulistiwa, Siantan ini ditangkap di Tanjung Hilir, Gang H Naim, 28 Januari kemarin. "Tersangka ini merampas tas seorang ibu rumah tangga di Jalan Lapan pada sore hari. Saat itu dia beraksi bersama temannya yang saat ini masih kita buru," ungkap Husni, Selasa (30/1) siang.

Korban diketahui bernama Margareta. Seorang wanita berusia 40 tahun yang tinggal di Jalan Kebangkitan Nasional, Siantan Hulu. Kala itu, korban bersepeda motor di Jalan Lapan. Tiba-tiba, Rv dan rekannya yang juga bersepeda motor mendahului dari sebelah kanan sambil merampas tas korban.

Dalam tas warna hijau itu, terdapat handphone (HP) Oppo A37 beserta surat-surat penting. "Atas kerugian mencapai Rp3 juta, korban melaporkan kejadian ke kita. Sehingga kita melakukan penyelidikan lebih lanjut," tutur Husni.

Penyelidikan selama 10 hari itu akhirnya membuahkan hasil. "Awalnya anggota Jatanras mendapat informasi bahwa seorang yang diduga pelaku jambret berada di Gang H Naim, Tanjung Hulu. Selanjutnya anggota mendatangi lokasi dan berhasil menangkap Rv," jelasnya.

Kepada petugas, Rv mengakui perbuatannya. Dimana saat merampas tas korban, Rv bersama rekannya. "Identitas pelaku yang satunya sudah kita kantongi. Sekarang lagi kita kejar," tegas Husni. Saat ini, Rv masih diperiksa di Polresta Pontianak. Dia dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas).

"Tersangka diancam penjara di atas lima tahun. Mengingat dia masih di bawah umur, kita akan koordinasi dengan pihak terkait," pungkas Husni. (zrn/rk)

Kamis, 25 Januari 2018 10:34
RASAKAN..!! Ngempang Pajak Rp4,7 Miliar, Bos Panca Motor II Dijebloskan ke Penjara

PROKAL.CO, PONTIANAK- Bos PD Panca Motor II, Khow Siu  Seng alias Susei Koputra dilimpahkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah (Kanwil) Kalbar ke Kejaksaan Negeri Pontianak. Jaksa yang menerima pelimpahan itu langsung menjebloskan pelaku ke Rutan Pontianak, Selasa (23/1).

Diberitakan Rakyat Kalbar, sebelumnya pengusaha Kota Pontianak ini disidik oleh DJP Kanwil Kalbar lantaran memanipulasi data SPT PPH orang pribadi dan SPT masa. Data yang dimasukkan dalam kedua SPT itu tidak benar. Akibat  negara mengalami kerugian Rp4,7 miliar lebih.

Kasipidsus Kejari Pontianak, Juliantoro mengatakan, tersangka dengan sengaja tidak benar atau tak lengkap menyampaikan SPT tahunan PPh orang pribadi tahun pajak 2009 dan 2010 serta SPT masa PPN Januari - 31 Desember 2009 dan 2010. "Kerugian negaranya muncul seperti itu akibat menyampaikan SPT orang pribadi dan SPT masa yang dimanipulasi," jelasnya.

Temuan ini langsung disidik DJP Kanwil Kalbar. Ketika sudah lengkap berkas penyidikannya dilimpahkan ke Kejari Pontianak untuk dilakukan penuntutan di Pengadilan Negeri. "Tahap dua atau penyerangan barang bukti dan tersangka berjalan lancar. Tersangka didampingi pengacaranya," ujarnya.

Menurut Juliantoro, ada empat JPU yang sudah disiapkan Kejari Pontianak dalam perkara perpajakan ini, yakni Gandi Wijaya, Utami Dewi, Bondan Pekshajandu dan Deni Susanto. "Setelah dilimpahkan kita kroscek kembali. Setelah Tidak ada masalah. Kita lakukan proses selanjutnya, yakni tersangka kita tahan," tegasnya.

Penahanan tersangka di Rutan Pontianak ini selama dua puluh hari lamanya, terhitung tanggal 23 Januari 2018. Kemudian tersangka akan limpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. Penahanan dan penindakkan hukum ini agar ada efek jera bagi pelaku. Sehingga kejahatan mengemplang pajak di Kota Pontianak dapat ditekan.

Juliantoro mengimbau seluruh pengusaha yang ada di Kota Pontianak agar taat aturan perpajakan. Membayar pajak kepada negara, sebagai wujud nyata partisipasii warga dalam pelaksanaan pembangunan.  (Achmad Mundzirin/rk)

Selasa, 23 Januari 2018 10:57
Sopir Mengantuk, Tiga Orang Tewas Ditabrak

PROKAL.CO, SINGKAWANG- Dua sepeda motor jenis Yamaha Vega ZR bernopol KB 3634 YK dan Suzuki Shogun bernopol KB 4049 TC terlibat tabrakan dengan mobil Toyota Kijang KB 1246 CZ di Jalan Ratu Sepudak, Km 6,8, Kelurahan Setapuk, Kecamatan Singkawang Utara, Senin (22/1) sekitar pukul 14.00 Wib. Akibatnya, tiga pengendara motor tewas.

Kapolres Singkawang, AKBP Yuri Nur Hidayat menjelaskan, kecelakaan ini diduga akibat kelalaian dari sopir mobil yang berinisial TM, 35. Saat itu, kata Yuri, TM mengendarai mobil dari arah Sambas menuju Singkawang dengan kecepatan sekitar 70-80 Km/jam. Setibanya di Jalan Raya Ratu Sepudak, mobil hilang kendali dan mobil oleng ke kanan.

 “Sopir tidak dapat bisa menguasai setir, sehingga bertabrakan dengan dua sepeda motor yang datang dari arah berlawanan. Akibatnya tiga penumpang motor tewas,” jelas Yuri.

Diberitakan Rakyat Kalbar, dugaan sementara, lanjut dia, sopir dalam keadaan mengantuk.  “Kasus ini masih ditangani Sat Lantas Polres Singkawang. Barang bukti sudah disita,” pungkasnya. (hen)

 

Rabu, 10 Januari 2018 13:02
JOSS..!! Polisi Perbatasan Sita Sparepart Senilai Rp1 Miliar

PROKAL.CO, BENGKAYANG- Penyelundupan sparepart sepeda motor dan mobil asal Malaysia masih marak terjadi. Buktinya, Polres Bengkayang kembali menggagalkan penyelundupan senilai kurang lebih Rp1 miliar. Sparepart yang dikemas dengan karung dan kardus itu diangkut menggunakan truk bernomor polisi KB 9835 K. Rencananya, akan dibawa ke big boss di Kota Pontianak.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Kapolres Bengkayang, AKBP Permadi Syahids Putra menerangkan, truk ini diamankan di jalur perbatasan Indonesia-Malaysia, Jalan Lintas Negara Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Selasa (9/1) sekitar pukul 08.00 Wib.  “Truk ini disopiri dan ditumpangi tiga orang warga Kecamatan Bengkayang dan Seluas. Mereka masuk dari Malaysia mengangkut sparepart ilegal,” jelasnya saat menggelar press release, Selasa siang.

Hasil pemeriksaan sementara, dalam truk ini terdapat 90 kotak Disc Brack Only, 32 kotak Master Cyl Kit, 60 kotak Gear Box, 10 kotak Oil Seal, 10 kotak Roller, 60 kotak Air Filter, 100 kotak Kampas Rem, sekotak Cam Chain Guide, dua kotak Housing Cluth Couter Only, dan dua kotak Switch Stop.  “Jumlahnya 367 kotak dengan perkiraan nilainya mencapai Rp1 miliar,” terangnya.

Mantan Kasubdit Reskrimsus Polda Kalbar ini mengatakan, ketiga orang yang diamankan tersebut berinisial EF, DS dan NR. Mereka sudah ditahan di Rutan Polres Bengkayang untuk kepentingan proses penyidikan dan pengembangan untuk mencari tahu siapa pemilik sparepart ilegal ini.

 “Berdasarkan keterangan sementara, ketiga orang ini mengaku akan membawa barang ini ke Pontianak. Oleh karena itu, kami terus memburu pelaku utama di Pontianak,” tegas Permadi. Untuk ketiga orang yang diamankan, kata Permadi, dijerat Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman pidana penjara selama lima tahun atau pidana denda sebanyak Rp2 miliar. (Kurnadi/rk)

Sabtu, 30 Desember 2017 12:08
Habiskan Uang Nasabah, Pimpinan Cabang Asuransi Diciduk

PROKAL.CO,  PONTIANAK- Yogi Harisman alias Yogi, Pimpinan Cabang Asuransi BNI Life yang terletak di Jalan Prof M.Yamin, Kecamatan Pontianak Kota diciduk Tim Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak, Komplek Villa Permata Sari, Jalan Ampera, Rabu (27/12). Yogi diciduk atas dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan kepada Susi Susanti.

 “Tersangka dilaporkan seorang wiraswasta di Kota Pontianak yang merasa ditipu. Sejumlah uang yang didepositokan dalam program Asuransi BNI Life milik korban digelapkan,” ujar Kompol Muhammad Husni Ramli, Kasat Reskrim Polresta Pontianak kepada sejumlah wartawan di ruangannya, Jumat (29/12).

Diberitakan Rakyat Kalbar, Husni menerangkan, dugaan penipuan dan penggelapan ini terjadi 14 September 2017 lalu di kantor Asuransi BNI Life yang dipimpin Yogi. Kala itu korban menyerahkan uang cash kepada Yogi sebesar Rp600 juta.

 “Korban mau mengikuti asuransi dan deposito dalam jangka waktu satu tahun itu karena diiming-imingi dapat bunga 8 persen per bulannya,” jelasnya. Lanjut Husni menerangkan, ternyata uang yang didepositokan itu bukan masuk dalam program asuransi yang ditawarkan, melainkan digunakan Yogi untuk keperluan pribadi. “Korban mengalami kerugian Rp600 juta,” papar Husni.

Ingin uangnya kembali dan memberi pelajaran kepada Yogi, korban membuat laporan ke polisi. Atas laporan itu, kata Husni, timnya langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut.  “Setelah memeriksa korban dan mengecek barang bukti yang ada, kita kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka di rumahnya,” katanya.

Saat ini, Yogi masih diperiksa dan ditahan di Polresta Pontianak. Dia dijerat pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

 “Selembar kuitansi penyerahan uang dan sertifikat investasi kami jadikan barang bukti. Kami juga sudah gelar perkara dan memeriksa saksi untuk memproses kasus ini,” pungkas Husni. (Achmad Mundzirin/rk)

Sabtu, 30 Desember 2017 12:06
Mobilnya Terhalang, Wanita Cantik Dipukuli

PROKAL.CO, PONTIANAK- Mariana warga Jalan Lombok, Kecamatan Pontianak Selatan ini menjadi korban penganiayaan. Wanita cantik yang berusia 29 tahun itu dipukul Suhardji alias Aji, warga Jalan Kemakmuran, Sungai Jawi, Pontianak Kota. Tak hanya itu, mobil Mariana juga menjadi sasaran amukan pria 36 tahun tersebut.

Diberitakan Rakyat Kalbar, kisahnya terjadi di depan Kantor PT Goautama Sinarbatuah, Jalan HM Suwignyo, No 61, Kecamatan Pontianak Kota, Rabu (27/12) sekira pukul 15.18 Wib. Awalnya, Mariana hendak mengeluarkan mobilnya dari lokasi kejadian tersebut. Namun terhalang sepeda motor Aji. Oleh Mariana, meminta Aji untuk memindahkan sepeda motor tersebut.

Namun karena kesal dan tidak terima, emosi Aji lalu meninggi. Dia kemudian memukul mobil, wajah dan tangan Mariana hingga memar.  “Nah karena tak terima, korban membuat laporan ke Mapolresta Pontianak,” kata Kompol Muhammad Husni Ramli, Kasat Reskrim Polresta Pontianak ditemui di ruangannya, Jumat (29/12) siang.

Setelah mendengar keterangan korban dan melakukan serangkaian penyelidikan, Tim Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak kemudian memburu keberadaan Aji.  “Korban ini sempat meminta pelaku memindahkan sepeda motor. Namun pelaku tidak mau, malah memukul korban dan mobilnya,” tutur Husni.

Pemburuan Tim Jatanras membuahkan hasil. Aji berhasil diciduk, Kamis (28/12). “Tersangka sudah ditahan. Sekarang lagi proses pemeriksaan. Tersangka dijerat pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” tegasnya. (Zrn/rk)

Sabtu, 30 Desember 2017 11:52
DIBUNUH...??? Arisa Ditemukan Tewas Tak Wajar di Pinggir Jalan

PROKAL.CO, PUTUSSIBAU- Anis Fatul Arisa, gadis 22 tahun asal Malang, Jawa Timur ini ditemukan tewas penuh dengan luka di Jalan Lintas Selatan, KM 11, antara Kecamatan Putussibau Selatan dengan Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (27/12) sekira pukul 07.00 Wib.

Diberitakan Rakyat Kalbar, penemuan mayat dalam kondisi telungkup persis di bahu jalan sebelah kiri dari arah Putussibau ini menyita perhatian masyarakat yang melintas. Anggota polisi setempat yang mengetahui temuan ini kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi terhadap jasad yang awalnya belum diketahui identitasnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, korban diketahui merupakan warga Transmigrasi HTI di Desa Tekudak, Kecamatan Kalis. Semasa hidupnya, dia sempat bekerja di beberapa tempat di Putussibau. Seperti warung lamongan dan toko sembako.

 “Saat diidentifikasi oleh petugas, mayat perempuan tersebut dengan kondisi luka robek di jari kaki kiri dan bahu kiri,” ungkap AKBP Imam Riyadi, Kapolres Kapuas Hulu kepada sejumlah wartawan, Rabu (27/12).

Dari hasil pengecekan sementara di tempat kejadian perkara (TKP) kata Imam, diperkirakan korban sempat menaiki sepeda motor. “Karena saat ditemukan korban mengenakan helm,” ujarnya. Namun di lokasi, tidak ditemukan kendaraan milik korban. “Anggota hanya temukan sepasang sandal milik korban di samping kiri kepalanya. Awalnya, identitas korban juga tidak ada,” ucap Imam.

Meski di sekitar TKP hingga di dekat korban tergeletak tampak darah berceceran, kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Menurut Imam, korban tewas diperkirakan antara pukul 21.00-23.59 Wib, Selasa (26/12).

Setelah melakukan identifikasi sementara di TKP, korban kemudian dibawa ke RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau untuk dilakukan identifikasi lanjutan dan visum.   “Sementara kasus ini ditangani Sat Reskrim dan Sat Lantas Polres Kapuas Hulu. Diduga korban meninnggal secara tidak wajar,” tegas Kapolres.

Setibanya di RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau, jasad korban langsung dimasukan ke kamar jenazah. Karena kabar ini cepat menyebar, pihak keluarga mendatangi kamar mayat dan mengakui bahwa mayat yang tadinya tanpa identitas adalah Arisa.

Ibunya beserta keluarga lainnya saling berdatangan ingin melihat kondisi sesungguhnya. Isak tangis tak terbendung mewarnai suasana duka di rumah sakit itu.

Bahkan ibu korban tak sanggup menatap jenazah putri bungsunya, dari tiga bersaudara tersebut. “Dari semalam, Arisa sudah tidak bisa dihubungi. Kami tahu kabar buruk ini jam 9 pagi tadi,” singkat kata dari Abdu Syukur, salah satu keluarga korban.  “Dia kerjanya pulang pergi, karena dia tinggal di Kedamin tempat kakaknya. Kami tahu kejadian ini pagi tadi. Pagi biasa dia ke rumah, tapi tadi pagi tidak ada. Tanya kakaknya, bilang tidak ada juga. Setelah dengar kabar saya langsung cek ke rumah sakit,” timpal Mohdar, pemilik toko tempat korban bekerja. (Andreas/rk)

Sabtu, 30 Desember 2017 11:45
KAPOKK..!! Nekat Jambret di Dekat Polsek, Ditembak Polisi Menjerit-Jerit

PROKAL.CO, PONTIANAK- Masih siang, Darwin alias Win nekat melakukan jambret di Jalan Sultan Hamid II, Kelurahan Tanjung Hilir, Kecamatan Pontianak Timur, Minggu (24/12) sekira pukul 13.30 Wib. Saking nekatnya, pria 36 tahun yang tinggal di Jalan Paralel Tol, Tanjung hulu itu beraksi sendirian.

Saat beraksi merampas tas korban atas nama Juliana (44) itu, ia dipergoki warga. Sontak, warga membantu mengejar dan berteriak. Anggota Unit Reskrim Polsek Pontianak Timur yang berada tak jauh di lokasi pun langsung melakukan pengejaran terhadap Win.  “Saat itu juga pelaku berhasil ditangkap,” jelas Kompol Abdul Hafidz, Kapolsek Pontianak Timur, Senin (25/12) siang.

Seperti dilansir Rakyat Kalbar, Hafidz menjelaskan, kejadian bermula saat korban yang merupakan ibu rumah tangga asal Mempawah ini tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Sultan Hamid II. “Tas korban ditaruh di pangkuannya. Lalu korban didahului pelaku yang sambil merampas tas tersebut,” jelas Hafidz.

Dalam tas korban, terdapat uang sebesar Rp 1 juta, smarphone jenis Oppo putih dan surat-surat penting lainnya. Tak mau mengalami kerugian, korban saat itu juga berusaha mengejar sambil berteriak-teriak.  “Anggota kita yang memang tengah berpatroli di dekat lokasi kejadian langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku yang berusaha melarikan diri ke arah Jembatan Landak. Tepat di depan Perum Damri, pelaku berhasil diciduk,” tuturnya.

Sebelum ditangkap, kata Hafidz, pelaku sempat membuang barang bukti tas korban. Beruntung ada anggota dan warga yang melihat. Sudah dalam penguasaan petugas, Win pun berusaha melawan dan kabur. Karena mengancam keselamatan petugas, Win terpaksa ditembak.

Paha kiri Win bolong akibat tembakan petugas. Dia kemudian dilarikan ke RS Anton Soedjarwo Polda Kalbar (Dokes) untuk diberikan pertolongan medis. Saat ini, Win sudah ditahan di Polsek Pontianak Timur. Dia dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. “Kita juga masih mengembangkan kasus ini terkait kemungkinan adanya korban atau lokasi kejadian lain,” pungkas Hafidz. (Achmad Mundzirin/rk)

 

Sabtu, 23 Desember 2017 14:26
NESTAPA..!! Mencuri Keranjang dan Kelapa, Demi Beli Makan dan Rokok

PROKAL.CO, PONTIANAK- Beralasan untuk beli makan dan rokok, Andi nekat mencuri keranjang dan buah kelapa di warung milik warga Jalan Kom Yos Sudarso, Gang Teratai, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Kamis (21/12) dini hari.

Aksi ini dilakukan berulang di lokasi yang sama. Apesnya, aksi kedua pria 33 tahun ini kepergok korban. "Andi mengakui perbuatannya dengan alasan untuk membeli makan dan rokok," kata Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Bermawis, Jumat (22/12).

Diberitakan Rakyat Kalbar, diceritakan, Jumat (15/12) sekira pukul 23.00 Wib, warga Jalan Raya Rasau Jaya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya ini nongkrong bersama dengan teman-temannya di jembatan tidak jauh dari warung korban.

Saat akan pulang, dia melihat keranjang plastik. Maka timbul niat jahat darinya untuk mencuri keranjang tersebut. Andi menunggu waktu yang tepat. Tiba pada Kamis (21/12) dini hari itu, ia kembali mengintai situasi di sekitar lokasi. "Andi pergi ke warung korban yang berada di tepi jalan dan langsung mengambil keranjang tersebut. Dia bawa dengan cara dipikul," tutur Bermawis.

Saat itu memikul keranjang, Andi bertemu dengan Beb, rekannya yang sedang mengendarai sepeda motor. Andi pun meminta Beb untuk mengantarnya ke Pasar Flamboyan untuk menyimpan keranjang itu. Rabu (20/12), Andi kembali nongkrong bersama temannya di lokasi yang sama. Kala itu, dia membawa sepeda motor yang di bagian belakangnya sudah terpasang keranjang curian.

Selesai nongkrong, Kamis sekira pukul 01.30 Wib, dia nekat mencuri puluhan buah kelapa yang ada di warung korban tak lain pemilik keranjang yang sebelumnya dicuri. Sepeda motor yang dibawanya diparkir tepat di depan warung korban. Sambil mengendap-endap satu per satu buah kelapa dimasukkan ke dalam keranjang itu.

"Pada saat sedang lagi memasukan buah kelapa ke dalam keranjang, ibu korban terbangun dan melihat seseorang berada di warung anaknya. Saat itu juga korban dibangunkan," tutur Bermawis.

Korban kemudian menanyakan apa yang dilakukan pelaku di warungnya. Andi berdalih ingin buang air karena di samping warung tersebut ada jembatan kecil. Kecurigaan korban bertambah setelah melihat keranjang di atas sepeda motor Andi. Ia mengenali keranjang itu sebagai miliknya.

 “Korban mengenali dari ciri-ciri ada lubang kecil yang sudah korban jahit sendiri dengan plastik warna putih dan korban juga melihat ada buah kelapa maka langsung bertanya lagi, milik siapa keranjang dan buah kelapa tersebut,” papar Bermawis.

Andi kemudian gugup. Dia berkilah bahwa keranjang dan buah kelapa tersebut tidak diambil di warung korban. “Dia beralasan akan berjulan di Pasar Flamboyan dan singgah di depan warung korban untuk buang air,” jelasnya.

Karena Andi tidak mengakui perbuatannya, korban sempat menahannya. Saat itu ada anggota Polsek Pontianak Barat sedang melaksanakan patroli melintas dan melihat Andi beserta korban di pinggir jalan.  “Anggota langsung berhenti menanyakan apa yang terjadi sebenarnya. Korban pun mencertikan jika Andi sebelumnya telah mencuri keranjang dan buah kelapa yang ada di dalam keranjang juga miliknya,” terang Bermawis.

Meski ada polisi, Andi masih saja tidak mau jujur. Sehingga bersama sepeda motor dan keranjang yang berisikan buah kelapa itu dibawa ke Mapolsek Pontianak Barat untuk dilakukan pemeriksaan. "Di Mapolsek saat dilakukan introgasi, Andi mengakui jika keranjang dan buah kelapa tersebut milik korban. Dia sudah kita tahan dan dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman penjara maksimal lima tahun,” tegas Bermawis. (amb/rk)

Senin, 18 Desember 2017 10:58
MAMPUS..!! Penjambret 13 TKP Terkapar Ditembak

PROKAL.CO, PONTIANAK- Selama dalam masa tahanan, para narapidana selalu dibimbing dan diberi pencerahan agar kelak keluar penjara menjadi orang benar. Namun tidak bagi Bima. Pemuda yang dipenjara karena terlibat jambret ini kembali berulah setelah bebas menghirup udara segar.

Warga Jalan Perdamaian (Kota Baru ujung), Kubu Raya itu kembali beringas dan gencar melakukan jambret. Kali ini, dia beraksi dengan dua teman yang baru direkrutnya, Penyok dan Anto. Catatan polisi, ada sekitar 13 TKP penjambretan oleh Bima Cs ini. Diantaranya, di Jalan Purnama, Jalan Prof M Yamin (PGA), Jalan Pancasila, POPSI lama, Jalan Martadinata, Jalan dr Wahidin, Jalan Ampera, Jalan Kesehatan, Jalan Selayar dan Jalan Sutomo.

Penjambretan terakhir yang dilakukan Bima, terhadap seorang ibu rumah tangga di Gang Karang Anyar, Jalan dr Sutomo, Kecamatan Pontianak Kota. Kala itu, Bima beraksi bersama Penyok.

Atas laporan korban, Tim Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan memburu Bima. Jumat (15/12) sekira pukul 23.30 Wib kemarin, petugas mengetahui keberadaan Bima di kawasan GOR Pangsuma, Jalan Ahmad Yani I, Kecamatan Pontianak Selatan. Petugas kemudian berhasil menghentikan perjalanan kejahatan Bima.

 “Tersangka Bima kita lumpuhkan dengan tembakan pada betisnya. Karena ketika kita tangkap, dia berusaha melarikan diri,” tegas Kompol Muhammad Husni Ramli, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Sabtu (16/12) siang, seperti diberitakan Rakyat Kalbar.

Bima kemudian cepat dilarikan ke Rs Anton Soedjarwo (Dokes) Polda Kalbar untuk diberi pertolongan pertama pada betisnya yang penuh dengan darah. Kepada petugas, Bima mengakui aksinya sebanyak 13 TKP.  “Bima mengaku, dalam aksi jambret itu pernah dilakukan bersama Penyok dan Anto. Saat ini keduanya sedang dalam pengejaran,” tegas kata Husni.

Sepeda motor sebagai sarana melakukan kejahatan dan handphone hasil kejahatan disita petugas sebagai barang bukti.“Saat ini Bima sudah kita tahan dan periksa lebih dalam. Dia dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” tegas Husni.

Kepada dua rekan Bima yang diburu, kata Husni, lebih baik menyerahkan diri sebelum dilakukan penindakan tegas. (Zrn)


BACA JUGA

Kamis, 03 Maret 2016 21:14

Tak Suka Anaknya Didekati, Pemilik Warkop Tusuk Keluarga Sendiri

PONTIANAK- Kepolisian Resort Pontianak terus mendalami motif kasus penganiayaan terhadap Yenny, warga…

Kamis, 03 Maret 2016 20:56

Eks Gafatar Sudah Pulang, Menteri Agama Baru Datang

PONTIANAK- Akhirnya, Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin merapat ke Kalimantan Barat, Rabu…

Kamis, 03 Maret 2016 09:14

Usai Mutilasi Anak, Petrus Sempat Minta Dimandikan dan Dipakaikan Jubah

NANGA PINOH- Ustaz Ali Murtado sempat ngobrol dengan pelaku pembunuhan anak-anak kandungnya sendiri,…

Senin, 29 Februari 2016 11:57

Lulus Pendidikan Satpam, Pria Ini Malah Jadi Pencuri Kabel

PONTIANAK- Lulusan pendidikan Satpam angkatan 54, Angga, 24, tak berdaya setelah kaki kanannya ditembak…

Kamis, 11 Februari 2016 08:52

Jambret Diringkus Pas Lagi Asyik Karaoke sambil Meluk Ladies

PONTIANAK- Sedang asyik karaoke sambil memeluk ladies penghibur di karaoke, Delon, 19, diciduk jajaran…

Rabu, 10 Februari 2016 14:40

Belum Sempat Dijual, Si Pencuri Sandal dan Kerudung Ini Keburu Dibekuk

PONTIANAK- Wahyu (24) harus berurusan dengan polisi. Ia ketahuan memanjat pagar dan mendobrak pintu…

Selasa, 09 Februari 2016 15:54

Beegh..Bikin Malu!! Oknum Anggota DPRD Jadi Tersangka Pungli

SEKADAU- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sekadau menetapkan status tersangka terhadap FN, oknum anggota DPRD…

Senin, 01 Februari 2016 09:04

Siap-Siap, Hujan Lebat dan Puting Beliung Intai Warga Kalbar

PONTIANAK- Hujan lebat dan deras disertai angin kencang masih mengguyur sejumlah daerah di Kalimantan…

Jumat, 29 Januari 2016 15:47

Payah Ah! Penanganan Korupsi IAIN Stagnan

PONTIANAK- Penanganan kasus korupsi pengadaan meubeler rumah susun mahasiswa Institut Agama Islam Negeri…

Rabu, 27 Januari 2016 14:35

Main Sepeda Dekat Sungai, Bocah Ini Ditemukan Tewas Tersangkut di Tiang Jembatan

PUTUSSIBAU– Keasyikan bermain bersama temannya, bocah laki-laki berusia 13 tahun ditemukan tewas…

RASAKAN..!! Pembacok Kojek Menjerit-Jerit Ditembak Polisi

BIKIN KAGET..!! Anak Sibuk Mencari, Tak Tahunya Si Ayah Kondisinya Begini…

PETANI SEJAHTERA.?? MIMPI..!!! Harga Karet Cuma Segini..!!

NGERI..!! Pesta Arak, Sakit Hati Diolok-olok, Teman Mabuk Tewas Dibacok

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

Dua Bulan Gaji Belum Dibayar, Terpaksa Jadi Buruh Bangunan

Mau Ulang Tahun, Spesialis Curanmor Dirobohkan Polisi

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .