UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH
Sabtu, 12 Mei 2018 11:01
BNNP Musnahkan 5 Kg Sabu dan 4.629 Ekstasi
MUDAHAN BENER..!! Pengendali di Lapas Terancam Hukuman Mati

PROKAL.CO, PONTIANAK- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalbar memusnahkan 5 kilogram sabu dan 4.629 butir ekstasi, Jumat (11/5). Barang haram tersebut dibakar menggunakan incinerator di halaman kantor BNNP Kalbar, Jalan Parit H Husen 2, Pontianak.

Diberitakan Rakyat Kalbar, sabu merupakan hasil pengungkapan di Kabupaten Sambas, Rabu (25/4). Sedangkan ekstasi pengungkapan di Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang pada hari yang sama. Dalam kasus ini ada empat tersangka. Sebelumnya, BNNP menetapkan tiga tersangka. Namun hasil pengembangan, terdapat tersangka baru berinisial D yang berperan sebagai pengendali dari dalam Lapas Kelas 2 Pontianak. Dari dua lokasi penangkapan barang haram tersebut merupakan satu jaringan. "Sudah dua kasus yang diungkap di Kalbar dengan melibatkan dua orang tersangka sebagai pengendali dari Lapas," ujar Plt. BNNP Kalbar M. Ekasurya Agus.

Dijelaskannya, pelaku berinisial D yang mendekam di Lapas menjalani hukuman dengan kasus yang sama. Ia di vonis 19 tahun penjara dan sudah di kasasi, sehingga hukumannya akan bertambah berat. "Dulunya dia ikut bermain, sekarang mengendalikan lagi, yang baru kita ungkap yang ini,” ujarnya.

Dengan pengungkapan kasus baru ini kemungkinan D akan lebih mendapatkan hukuman lebih berat. Bahkan bisa di vonis mati. “Di Lapas dia masih bisa menjadi pengendali. Dialah otaknya pengendali di kasus lima kilo ini," katanya.

Ekasurya menuturkan, ada terpidana narkotika yang sedang menjalani hukuman tetapi masih bermain. Mereka tidak jera, karena tetap mengendalikan bisnis barang haram tersebut. “Harus ada hukuman tambahan yang berlipat bagi mereka yang sudah terlibat dan melakukan kembali kejahatan narkotika,” tegasnya.

Berdasarkan data BNN, lebih dari 80 persen jaringan narkotika dikendalikan dari dalam Lapas. Fakta ini hasil pengungkapan tahun 2018. “Ini tentu saja menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama,” ucapnya. Mungkin kedepan kata dia, mesti ada Lapas khusus narkotika di Kalbar. Sehingga bisa memantau, melihat, mengendalikan orang yang masuk dan datang ke dalam lapas. Kewenangan itu, ada pada Kemenkumham, tepatnya Divisi Pemasyarakatan.

"Tapi kalau kita punya lembaga khusus yang menangani penjahat narkotika mungkin kita lebih berperan. Mungkin BNN, Polri dan TNI bisa ikut masuk, kita awasi bersama," ujarnya. "Kita mengapresiasi sinergitas TNI, Kejaksaan, Kemenkumham yang sudah mensupport. Dan di ketahui juga ada pengungkapan kasus yang dilakukan oleh TNI di Entikong," timpal Ekasurya.

Beberapa kasus yang diungkap, barang haram masuk dari Malaysia. Dia mengaku tidak mengerti bagaimana pengawasan di Malaysia, sehingga narkoba bisa masuk ke Indonesia. "Kita harapkan upaya pencegahan bisa juga dilakukan pada level desa. Mungkin perlu payung hukum," sebutnya.

Mudah-mudahan sinergitas yang sudah terjalin baik dapat ditingkatkan. Sehingga pencegahan, pemberantasan dan peredaran narkotika bisa dilakukan secara maksimal. Diharapkan pula peran pemerintah daerah, khususnya yang berbatasan langsung dengan negeri jiran. Ekasurya menyampaikan untuk melaksanakan tugas secara maksimal, BNNP Kalbar setidaknya memerlukan sekitar 700 personel. Namun personel yang ada saat ini 500 lebih. Sehingga menjadi kendala dalam melaksanakan tugas untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan di Kalbar.

Secara geografis Kalbar sangat luas. Di daerah perbatasan, banyak jalan setapak atau jalan tikus yang berpotensi menjadi jalur penyeludupan narkoba. Kemudian ada 300 lebih desa yang berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia. "Tidak menutup kemungkinan itu juga berpotensi untuk masuknya peredaran narkotika," ungkapnya.

Dia berharap ke depan pemenuhan SDM bisa segera terlaksana. Memang selama ini SDM yang ada di BNNP mendapat bantuan dari Polda, Kejaksaan dan Pemda. Tapi untuk kekuatan organik sangat sedikit. Karena sangat jauh dari kebutuhan. Belum sarana dan prasarana yang dimiliki terbatas.

"Anggota kita sarana dan prasarana terbatas juga, kita harus mobile dengan kekuatan beberapa orang untuk mem-backup seluruh wilayah Kalbar, wilayahnya luas, jangkauannya jauh, itu kendala kita," demikian Ekasurya. (Maulidi Murni/rk)

Senin, 16 April 2018 11:27
Jambret Bengis, Tangan Korbannya Ditebas Nyaris Putus

PROKAL.CO, PONTIANAK- Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar dan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Pontianak kembali menangkap satu pelaku jambret di Jalan Siam, Pontianak Selatan, Jumat (13/4). Pelaku bernama Noval sebelumnya sempat menjadi buronan dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Diberitakan Rakyat Kalbar, sebelumnya, polisi juga berhasil menangkap Yusran alias Yus, pelaku yang membacok lengan Melinda, karyawan warung makan Bakso Akiong di Jalan Siam. Kasus penjambretan yang menimpa gadis 17 tahun ini menarik perhatian. Karena, korban yang merupakan warga Siantan, Pontianak Utara itu merupakan anak yatim piatu.

Ia rela memperuhkan nyawanya untuk mempertahankan tas dan handphone (HP) miliknya. Namun yang terjadi, kedua tangannya dibacok kedua pelaku hingga nyaris putus. Kasus ini kemudian segera diungkap dengan melakukan serangkaian penyelidikan. Dimulai dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), analisa CCTV atau profiling pelaku, sehingga pelaku dapat ditangkap dan diamankan pihak kepolisian.

"Anggota langsung melakukan olah TKP, analisa CCTV dan profiling pelaku," ujar Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, di Polda Kalbar, Jumat (13/4). Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, diketahui bahwa pelaku dalam menjalankan aksinya tidak sendiri. Tim gabungan kemudian bergerak cepat mencari kedua orang pelaku tersebut.

Dan, berhasil mengamankan Yusran dan Noval. Kedua pria yang masing-masing berusia 30 dan 35 tahun ini diketahui sering beroperasi di kawasan pertokoan di Pontianak Selatan. Mereka diamankan di tempat persembunyianya di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur.

"Yus sebagai otak dari kejahatan ini, sementara Noval berperan mengendarai sepeda motor dalam menjalankan aksinya," terangnya. Saat penangkapan, Noval berusaha kabur. Petugas terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan pada betis.

Hingga saat ini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan. Mereka dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (And)

Sabtu, 24 Maret 2018 13:38
ANAK BENGAL..!! Sehari Sebelum Ultah, Bocah Nekat Curi Motor

PROKAL.CO, PONTIANAK- Dua anak di bawah umur kembali terlibat hukum. Kedua bocah yang berinisial HA, 15, warga Jalan Parwasal dan FA, 16, pelajar yang tinggal di Jalan Selat Sumba, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara ini nekat melakukan pencurian sepeda motor (curanmor) di dermaga speedboat Jalan Gusti Situt Mahmud, Siantan Tengah, Selasa (20/3) sekira pukul 16.00 Wib.

"Kedua anak di bawah umur ini sudah kita tangkap dan saat ini masih diperiksa. Satu pelaku masih berstatus pelajar," ucap Kompol Ridho Hidayat, Kapolsek Pontianak Utara kepada sejumlah wartawan, Jumat (23/3).

Rakyat Kalbar memberitakan,  sepeda motor jenis Yamaha Mio GT bernomor polisi KB 5379 NQ yang dicuri itu milik Ismail, warga Kelurahan Siantan Hilir. Hampir setiap pagi, dia memarkirkan motornya di dermaga tersebut dan menyeberang ke Jalan Tanjung Pura menaiki speedboat. "Korban ini merupakan sekuriti. Jadi, Selasa pagi kemarin dia menyeberang ke tempat kerjanya di Jalan Tanjung Pura, dan motornya ditinggal di dermaga Siantan," jelas Ridho.

Berdasarkan keterangan korban, kata Ridho, motornya memang tidak dalam keadaan terkunci setang. "Jam empat sore, setelah korban pulang kerja, menyeberang ke dermaga Siantan, dia tidak melihat motornya lagi," ucapnya

Atas kerugian mencapai Rp15 juta itu, korban membuat laporan ke Polsek Pontianak Utara. Setelah menerima laporan, anggota Reskrim melakukan serangkaian penyelidikan. Hasilnya, anggota mengetahui alamat dan nama pelaku berinisial HA.

"Kemudian anggota mengecek keberadaan rumah HA namun dia tidak berada di rumah. Setelah dicari, keesokan harinya HA diketahui berada di terminal Siantan. Disana dia ditangkap," ujar Ridho. Tanpa banyak kilah, HA yang lahir 21 Maret ini langsung dibawa ke Polsek Pontianak Utara untuk dimintai keterangan. Kepada petugas dia mengaku melakukan curanmor bersama FA karena butuh uang untuk bersenang-senang. Dia pun menunjukkan rumah FA.

"FA juga sudah kita amankan. Saat ini mereka dan barang bukti motor curian serta motor sarana sudah kita sita," tutur Ridho. Karena pelaku masih di bawah umur, kata Ridho, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) anak. (oxa/rk)

 

Sabtu, 24 Maret 2018 13:35
Mencuri dan Membunuh di Kalteng, Pemuda Melawi Diciduk di Rumahnya

PROKAL.CO, MELAWI- Misteri pembunuhan dan pencurian terhadap Asan, 28, yang terjadi di Jalan Sapundu, Desa Pembuang Hulu I, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah pada Senin (19/3) lalu, akhirnya terungkap.

Diberitakan Rakyat Kalbar, dua pelaku berinisial RD, 19, warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi dan UA, 18, warga Desa Asam Baru, Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan berhasil ditangkap anggota Polsek Sokan, jajaran Polres Melawi.

Penangkapan yang dilakukan pada Kamis (22/3) sekitar pukul 21.48 Wib ini setelah adanya informasi dan koordinasi dengan Polres Seruyan.

Kapolsek Sokan, Iptu Markus menceritakan, awalnya Kapolres Melawi, AKBP Ahmad Fadlin, memerintahkan anggota Polsek Sokan untuk berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Seruyan terkait adanya dugaan terjadinya pembunuhan dan disertai pencurian di Kalteng.

"Setelah dilakukan koordinasi, diketahui satu orang tersangka yang melarikan diri berasal dari Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi. Sementara satunya memang berasal dari Seruyan,” kata Markus, Jumat (23/3).

Setelah itu, anggota Polsek Sokan melakukan penyelidikan. Petugas menaruh kecurigaan bahwa tersangka melarikan diri ke Kalbar, tepatnya di Kecamatan Sokan. "Saya beserta anggota dengan kekuatan penuh dan informasi yang dipegang, lansung melakukan pengintaian di sekitar rumah tersangka," ujarnya.

Penyelidikan membuahkan hasil. RD ditemukan di rumahnya bersama UA. "Keduanya langsung kami amankan," tegas Markus.

Lebih lanjut ia mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan tanpa adanya perlawanan. Dari tangan kedua tersangka, anggota Polsek Sokan mengamankan barang bukti berupa sepeda motor, handphone (HP) dan senjata tajam.

“Tersangka dan barang buktinya lansung kita amankan ke Polsek Sokan guna proses hukum lebih lanjut," katanya. Markus mengungkapkan, hasil interogasi terhadap kedua tersangka, ternyata masih ada tiga pelaku lagi yang melarikan diri. Untuk motif pun masih belum diketahui.

“Aktor atau otak dari pembunuhan tersebut bukan dari kedua orang tersangka yang kita amankan tadi. Memang kejahatan ini sudah direncanakan. Keterangan sementara dari kedua tersangka telah kita sampaikan ke Kasat Reskrim Polres Seruyan,” jelasnya.  Kasubbag Humas Polres Melawi Iptu Herno Mintoro menambahkan, kedua tersangka beserta barang bukti telah diserahkan ke Polres Seruyan. Karena, proses hukum selanjutnya dilakukan di sana.

"Tersangka dan barang buktinya dijemput langsung oleh Kapolsek Hanau beserta 3 anggotanya yang turun langsung ke Polsek Sokan melalui jalur darat,” terangnya. (Ira/rk)

Selasa, 20 Maret 2018 10:52
Dipecat dari Penjaga Malam, Dua Orang Ini Sikat Laptop Sekolah

PROKAL.CO, “Kite dah lama minta kerje malam, dah beberapa kali kecurian, akhirnye saye sendiri yang melakukannya,” ujar IS, salah satu pelaku pencurian di SDN 34 Pontianak.

 

Ditolak memang menyakitkan. Seperti yang dirasakan IS dan R. Kedua lelaki ini ditolak menjadi penjaga malam dan dipecat sebagai tukang perkir di SDN 34 Pontianak, Jalan Prof M Yamin, Kecamatan Pontianak Selatan. Penolakan dari pihak sekolah itu, membuat keduanya dendam. Rakyat Kalbar melansir, dua orang inilah membobol sekolah dan mengasak sebelas laptop, proyektor dan handycam yang terdapat di ruang media pembelajaran (ruang IT) dan ruangan Kepala SDN 34 Pontianak, Selasa (6/3) sekira pukul 00.30 Wib.

"Alasan mereka membobol sekolah, karena sakit hati dengan pihak sekolah. Semula mereka menjadi tukang parkir. Namun sekarang tidak dipakai lagi oleh pihak sekolah. Makanya mereka melakukan pencurian," kata Kapolsek Pontianak Selatan, Kompol Amad Mukhtar, kepada sejumlah wartawan di markasnya, Senin (19/3).

Amad melanjutkan, menindaklanjuti laporan dari pihak sekolah terkait pencurian tersebut, Kanit Reskrim Polsek Pontianak Selatan, Iptu Hulman Manurung memimpin langsung pengukapan kasus ini. Kemudian membentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan mengecek tempat kejadian perkara (TKP) dan membuka rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di sekolah tersebut.

Tergambar jelas bahwa dua orang masuk ke sekolah tersebut dengan cara merusak atau mencongkel pintu dan jendela. Atas kejelian anggota Reskrim, dari hasil rekaman kamera pengawas tersebut didapatkan ciri-ciri salah satu tersangka, yakni IS.

Kasus ini pun terkuak. Petugas langsung mencari orang yang terekam alat sistem keamanan itu. IS diciduk di Jalan Gajah Mada, depan Ligo Mitra. Dari pengembangan kasus, terungkap pelaku lainnya, R. Dia kemudian diciduk di kawasan Tanjung Hilir, Selasa (7/3) lalu. "Kedua orang ini alamatnya tidak jauh dari TKP. Alhamdulillah dalam waktu 2x24 jam tersangka berikut barang bukti yang masih utuh bisa kami ungkap. Karena berdasarkan rekaman CCTV, kita bisa ungkap kasus yang ada di sekolahan tersebut," ujar Amad.

Dikatakannya, barang bukti memang belum sempat dijual para pelaku. Barang bukti ini merupakan sarana siswa dalam proses belajar mengajar. Selama diamankan di Mapolsek, pihak sekolah juga belum mengajukan pinjam pakai. Dan, barang bukti akan diajukan ke proses hukum lebih lanjut.

"Sampai sekarang pihak sekolah belum mengajukan untuk pinjam pakai dengan alasan mungkin takut ditaruh di situ, nanti hilang lagi. Jadi ini kita proses untuk diajukan ke JPU (jaksa penuntut umum)," paparnya.

Atas kejadian ini, pihak sekolah mengalami kerugian sebesar Rp70 juta. Kedua tersangka masih ditahan dan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman penjara di atas lima tahun," tegas Amad. Waka Sarana Prasarana Sekolah SDN 34 Pontianak, Edi Machmud Effendi menuturkan, sehari sebelum pencurian di sekolah itu, memang ada kegiatan kenaikan tingkat karate.

Nah, untuk keamanan kendaraan tamu yang hadir, pihak sekolah meminta bantu juru parkir yang ada di sekitar sekolah. Sedangkan pihak sekolah tidak mengenali, IS yang biasanya memang menjadi tukang parkir. "Saya tidak tahu bahwa beliau (tersangka) ini ada. Jadi saya tidak pernah ketemu dengan beliau. Makanya saya mengambil juru parkir yang ada di sekitar lingkungan sekolah," paparnya kepada wartawan di Mapolsek Selatan, Senin (19/3).

Terkait permintaan IS agar diperkerjakan di sekolah tersebut, Edi mengatakan, pihak sekolah tidak memperkerjakan orang untuk jaga malam. "Kalau alasan minta untuk jaga malam, memang di sekolahan kami tidak ada jaga malam. Selama ini tidak ada penjaga malam, aman-aman saja di situ. Kalau pun minta kerja jaga malam, harus bicara dengan pihak sekolah atau kepala sekolah. Kemungkinanan kami tidak menutup untuk hal-hal seperti itu," ucapnya.

Ia mengatakan, dengan adanya pencurian itu, membuat proses belajar mengajar di bidang Informasi dan Teknologi terpaksa harus tertunda. "Untuk IT terpaksa kami tunda dan mengajar secara manual," terangnya. Dikatakan Edi, barang-barang yang dicuri tersebut merupakan aset negara, seperti laptop merupakan bantuan dari Sekolah Dasar Rujukan (SDR) dan harus dipertanggungjawabkan. Atas terungkapnya kasus ini, mewakili pihak sekolah, Edi berterimakasih kepada kepolisian yang cepat tanggap dengan laporan pihaknya.

"Karena barang yang hilang di sekolah kami ini kalau tidak dilaporkan merupakan tanggung jawab dan beban dari kami. Ini aset negara. Jadi inilah yang harus kami pertanggungjawabkan," pungkasnya. Sementara itu, IS tersangka otak dari pencurian barang elektronik itu mengaku perbuatannya dilakukan karena kesal permintaan tidak diperhatikan.

"Bukan dendam, istilahnya tuh kesal jak bah, minta diperhatikan jak bah. Kite dah lama minta kerja malam, dah beberapa kali kecurian akhirnye saye sendiri yang melakukannya," ujarnya kepada wartawan. Bapak dua anak ini menuturkan, pernah membantu sekolah tersebut bersama temannya R menjadi juru parkir saat mengadakan kegiatan. Akan tetapi usai kegiatan jasa mereka tidak dipakai lagi. R keseharian sebagai juru parkir, sementara IS sudah lama menganggur. "Pernah dulu markir pas acara jak, minta tolong bantu markir," katanya.

Kata IS, barang-barang curian itu belum sempat dijual. Kemudian rencananya akan dikembalikan ke sekolah tersebut. "Ndak ada dijual, rencana mau dibalikkan agik bah," ucapnya. (Ambrosius Junius/RK)

Selasa, 20 Maret 2018 10:47
Tangan Kakak Ipar Ditebas Hingga Buntung
Polisi : Pelaku Murni Emosi kepada Korban

PROKAL.CO, PONTIANAK- Andi Gunawan alias Bondan, 31 menebas tangan kanan iparnya sendiri bernama Mustafa, 39 dengan parang hingga putus di Jalan Puskesmas, Pal 3, Kelurahan Sungai Jawi Dalam Kecamatan Pontianak Barat, Minggu (18/3) sore.

Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Bermawis saat ditemui  sejumlah wartawan dimarkasnya, Minggu (18/3) malam menuturkan, motif kekerasan yang dilakukan Bondan lantaran sakit hati, karena kebunnya dirusak korban. “Latar belakangnya, kebun pelaku dirusak korban, itu keterangan sementara yang kami dapat dari pelaku,” ujarnya.

Dijelaskan Kapolsek, istri pelaku merupakan adik korban. Lantaran kasus ini viral di dunia maya, maka Bermawis menegaskan, jangan sampai diputar balik fakta yang ada. Untuk itu dia mengimbau masyarakat jangan sampai membuat berita yang belum jelas kepastian atau kebenarannya serta aktualitas di lapangan. “Jangan dikembangkan kemana-mana, ini murni karena pelaku emosi kepada korban,” pesannya.

Bondan yang diamankan di Mapolsek Pontianak Barat, Minggu malam itu hanya tertunduk ketika digiring polisi. Sementara korban masih dirawat di Rumah Sakit Antonius. "Ini masih dalam pendalaman kita, pelaku sudah kita tangkap dan amankan sekarang dalam penanganan Polsek Pontianak barat. Untuk kronologisnya kami beri penjelasan lebih lanjut lagi," tutup Bermawis. (Ambrosius Junius/rk)

Sebelumnya diberitakan, Rakyat Kalbar memberitakan, kejadian berawal korban datang ke rumah Bondan di Gang Pertanian, Parit Tape, Jalan Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Namun saat itu rumah pelaku dalam keadaan kosong. Karena tidak ketemu Bondan, Mustafa merusak kebun ubi milik pelaku. Setelah itu, ia pun pergi.

Ketika pulang dari bengkelnya di Gang Pelangi Jalan Ujung Pandang Kecamatan Pontianak Barat, Bondan melihat kebun ubi miliknya sudah rusak. Ia lantas mencurigai Mustafa yang merusak kebun singkong miliknya. Pasalnya, keterangan dari warga sekitar membenarkan kalau Mustafa sebelumnya ada datang dan merusak kebun ubi.

Tak terima, pelaku langsung menemui korban sambil membawa senjata tajam jenis parang seleng. Sekitar pukul 16.30 WIB, keduanya bertemu di depan Toko Kaca Jalan Puskesmas. Saat itu, korban dalam keadaan jongkok dan pelaku bertanya "Ngape kau rusak barang aku?”. Di jawab korban "bukan punye kau,".

Merasa tidak terima, pelaku langsung menebaskan parang yang dibawanya ke arah korban. Cukup sekali tebasan sudah mengakibatkan pegelangan tangan kanan korban putus. Tebasan parang itu turut melukai rusuk kanan Mustafa. Selanjutnya korban di bawa ke Rumah Sakit Antonius untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan pelaku malam itu juga berhasil ditangkap anggota Polsek Pontianak Barat di rumahnya. Pelaku dibawa ke Mako Polsek Pontianak Barat beserta barang bukti parang seleng dengan panjang 1 meter guna proses lebih lanjut. (Ambrosius Junius/rk)

 

 

Sabtu, 17 Maret 2018 12:16
Ungkap Sindikat Narkotika Internasional
SELESAI KAMU..!! Bawa Sabu, WN Malaysia Mampus Ditembak

PROKAL.CO, PONTIANAK- Entah apa motivasi Uncle Ong terus membiayai peredaran narkotika dari Malaysia ke Indonesia. Sudah bau tanah, 70 tahun. Hampir mampus pula, divonis mati karena kasus serupa. Pun kebebasannya telah dicabut, sedang dalam tahanan Lapas Kelas II A Pontianak. 

Diberitakan Rakyat Kalbar, pria asal Negeri Sembilan, Malaysia, berusia 70 tahun, bernama lengkap Ong Bok Seong itu kembali diungkap Direktorat Polda Kalbar sebagai dalang teranyar masuknya narkotika ke Indonesia. Dalam kasus ini, sekitar 5.026,49 gram sabu diamankan.

"Sabu sebanyak lima kilo ini, kalau segram untuk dikonsumsi 10 orang, berarti sekitar 50 ribu orang calon pengguna. Untung dengan informasi, sinergi dengan masyarakat yang sangat intens terhadap pemberantasan narkoba ini, kita bisa ungkap bahkan sampai ke si pengendali di Lapas," tutur Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, saat rilis di markasnya, Rabu (13/3) siang

Satu kilogram bisa memberikan duit Rp1,5 miliar kepada para penjahat candu tersebut. "Dia untung tapi mengakibatkan jatuhnya korban-korban zat adiktif, yang menyebabkan ketergantungan itu," ucapnya. Pengungkapan kasus narkotika terbaru ini terjadi saat razia kendaraan  gabungan di Jalan Lintas Malindo, Kecamatan Tayan Hulu, Sanggau, Senin (12/3) sekitar pukul 15.30. Setelah melalui pendalaman perkara, enam tersangka dibekuk.

Selain Uncle Ong, ada Gajan Terniat alias Gajan (34) warga Dusun Mabah, Desa Raut Muara, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau; Waderlison Saragih (37) warga Dusun Setagor, Desa Bodok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau; Mukraj alias Ran (32) warga Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat; serta Gunawan alias Apeng (34) warga Jalan Tritura, Gang Angket Dalam II No. 22, Tanjung Raya I, Pontianak Timur.

Terakhir, Darmansyah alias Tejo (28), warga Jalan Tritura, Gang Eka Sapta Laut I No. 11, Tanjung Hilir, Pontianak Timur. Tejo ini seperti Uncle Ong, juga warga binaan Lapas Kelas II A Pontianak. Divonis 9 tahun untuk kasus serupa.   “WNA Malaysia ini umurnya sudah tua, disel pun karena (kasus) narkoba," papar Kapolda.

Dijelaskannya, kurir mengambil sabu tersebut dari Malaysia melalui jalur tikus. “Namun, dalam perjalanan, anggota Polisi melakukan razia, bersinergi dengan BNN dan Bea Cukai, sehingga bisa mengungkap ini," terang Didi.

Pihaknya telah menyatakan perang terhadap narkoba. Hampir di seluruh Polres, jajaran menindak penyalahgunaan narkotika. Kejahatan narkoba pun menduduki rangking pertama.  "Hampir di seluruh polres di Kalbar ini, narkoba nomor satu, baru (tindak pindana) pencurian," bebernya.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak semua lapisan masyarakat untuk memerangi narkoba. "Segera memberikan informasi terkait dengan peredaran narkoba ini, ini juga masyarakat yang memberikan informasi ke kami, sehingga kami melakukan tindakan berupa hadangan," pinta Didi.

Selain barang bukti narkotika, barang bukti lain yang diamankan adalah tiga unit Handphone, sebuah Dump truck dan sebuah sepeda motor Scoopy. "Para tersangka dijerat pasal 112 ayat 2, pasal 114 ayat 2 pasal 115 ayat 2 Undang Undang nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup, hukuman mati, atau hukuman penjara maksimal 20 tahun," tandasnya.

Masih dikemukakan dalam rilis itu, selang sehari, petugas gabungan berhasil mengamankan dua kilogram sabu dan 30.000 (tiga puluh ribu) butir ekstasi. Dibawa kurir bernama Edy Aris alias Haris yang mengendarai Toyota Calya KB 1437 SN. Haris dihadang petugas di Jalan Trans Kalimantan, Selasa (13/3).

"Seperti modus operandi yang lalu, narkoba ini disembunyikan di dalam mobil bersama dengan barang kelontong untuk mengelabui petugas," jelas Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Arman Depari, masih dalam rilis kasus narkotika di Mapolda Kalbar, Rabu (14/3).

Pengungkapan ini berdasarkan informasi masyarakat tentang adanya penyelundupan narkotika jenis sabu dan ekstasi dari Kuching, Malaysia, ke Indonesia melalui perbatasan tidak resmi atau jalan tikus di Kabupaten, Sanggau. Kabar itu sigap ditindaklanjuti petugas gabungan. Melakukan penyelidikan dan razia di lintas Trans Kalimantan. Berdasarkan keterangan Haris, diketahui bahwa yang memerintahkannya membawa narkotika adalah Ng Eng Aun alias Piter, WNA Malaysia. Diketahui berada di Hotel Harris, Pontianak, Piter kemudian ditangkap.

Hanya saja, saat akan dilakukan pengembangan, Piter berusaha melarikan diri dan melawan. Petugas BNN terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur. Piter ditembak. Ia meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.  "Dia mencoba untuk melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap petugas, maka tindak yang kita ambil sesuai dengan prosedur standar operasi adalah melumpuhkan," beber Arman.

Atas keberhasilan itu, Arman berterima kasih kepada jajaran Polda, Bea Cukai, dan BNN Kalbar atas kerjasamanya yang semakin solid. “Saya berterima kasih setinggi-tingginya. Anggota gabungan telah berhasil menangkap, menyita, sekaligus melumpuhkan sindikat penyeludup narkoba yang dibawa dari negara tetangga melintasi perbatasan antarnegara," paparnya.

Piter ini, lanjut dia, bukan orang baru. Bersama koleganya di sindikat, Piter pernah menyelundupkan narkoba dengan modus operandi serupa. "Dia juga pernah menyelundupkan kurang lebih 25 kilogram, yang juga masuk melalui perbatasan dan juga dicampur dengan barang kelontong," ungkap Arman.

Jika dilihat kewarganegaraannya,didapatlah kesimpulan ini berkaitan dengan sindikat jaringan internasional. Asal barang itu dari Kuching, Sarawak, Malaysia.  "Karena mereka berkolaborasi dengan sindikat lokal di Kalbar, maka boleh kita katakan ini adalah sindikat internasional," tukasnya.

Dengan banyaknya narkoba masuk melalui perbatasan negara, ditegaskan Arman, menunjukkan bahwa perbatasan Indonesia, baik darat, laut, maupun udara, belum sepenuhnya bisa diamankan.  Dari penelusuran pihaknya, informasi dan analisis data yang dilakukan dan operasi, skala kecil maupun besar, di sepanjang pantai timur Sumatera, didapati narkotika cukup banyak. Bahkan dalam jumlah ton.

Nah, Arman menganalisa, sindikat di Sumetera itu beralih ke Kalimantan. "Kami tau (kasus penyelundupan dengan total 7 Kg sabu ini,red) adalah percobaan, tes bagi mereka untuk mengalihkan (dari Sumatera ke Kalimantan). Yang selama ini melalui jalur laut akan dibawa melalui jalur darat. Oleh karena itu, warning buat kita semua supaya kita mewaspadai bahwa jalan darat akan digunakan," terangnya.

Analisa ini diperkuat dengan keterlibatan seorang narapidana yang sudah mendapatkan vonis bui maupun mati di lembaga pemasyarakatan. "Seperti tadi dijelaskan, ada keterkaitan dengan narapinda yang ada di Lapas. Bahkan kalau dilihat dari umurnya, cukup tua,” tekan Arman.

Imbuh dia, “Namun ternyata untuk urusan bisnis dan penyalahgunaan narkoba tidak mengenal umur, dan kalau kita lihat motivasi mereka semata karena uang". Untuk itu, selain perhatian besar ke pengamanan wilayah perbatasan, laut, dan Bandara, focus pengawasan juga harus ke Lapas. “Karena di sana juga merupakan sumber dan bagian dari sindikat, bahkan bukan hanya bagian, ada juga yang berperan sebagai pengendali," ucap Arman.

Ia menegaskan, BNN, Kepolisian, dan Bea Cukai, tetap akan melakukan tindakan keras dan tegas apabila ada upaya untuk menghindarkan atau melarikan diri dari penangkapan. “Buat kami itu suatu bentuk perlawanan. Oleh karena itu, kami sah untuk melakukan tindakan tegas dengan menggunakan senjata yang telah diberikan negara kepada petugas," tukasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan bersama sabu-sabu 2 Kg ini adalah 30.000 butir ekstasi, dua buah handphone, dan satu unit Toyota Calya KB 1437 SN. Jadi, total sabu-sabu yang diamankan Polda dan BNN Kalbar berjumlah 7 Kg dalam dua hari operasi. (Ambrosius Junius/RK)

Senin, 05 Maret 2018 12:27
Geger, Pemuda Ambawang Ditemukan Tewas Penuh Darah di Komplek SBR 9

PROKAL.CO, PONTIANAK- Evenetus Rapael, warga Kecamatan Sungai Ambawang ditemukan tewas di ruang tamu salah satu rumah kosong di Komplek Star Borneo Residence (SBR) 9, Jalan Padat Karya, Kecamatan Pontianak Timur, Jumat (2/3) sekira pukul 16.15 Wib. Jasad pemuda 22 tahun yang sudah membengkak itu ditemukan dalam kondisi tertelungkup disertai penuh darah. Plafon tepat di atas jasad Rapael ditemukan, terlihat jebol.

Kepolisian yang mendapatkan informasi warga maupun dari peredaran foto di media sosial, langsung menuju lokasi untuk melakukan identifikasi. "Dugaan sementara korban tewas karena terkena sengatan arus listrik di atas dek/plafon," ungkap Kapolsek Pontianak Timur, Kompol Abdul Hafidz, Jumat (2/3) malam. Dugaan ini kuat, karena jasad Rafael sudah membusuk dan mengeluarkan air.

"Akibatnya, plafon tidak mampu menahan sehingga jasad korban jatuh ke lantai dalam keadaan tertelungkup," ujar Hafidz. Berdasarkan keterangan Wahyudi, rekan kerja korban, bahwa sejak Selasa (27/2) ia dan korban berada di sekitar lokasi untuk menyelesaikan renovasi rumah kosong tersebut. "Hari itu, korban pamit kepada Wahyudi untuk buang air besar ke rumah kosong tempat mereka bekerja," jelasnya.

Lanjut Hafidz menjelaskan, Wahyudi mengaku khawatir karena lebih dari 20 menit korban belum kembali dari rumah kosong tersebut. "Rekan korban ini sempat mencari. Kemudian membuka pintu rumah kosong itu yang hanya diganjal dengan kayu, namun tidak ada," terang Hafidz. Lalu, lanjut Hafidz, Wahyudi kemudian mencari ke seluruh penjuru rumah. Namun sama, tidak juga korban ditemukan. "Wahyudi terus mencari namun tetap tak ada hasil," katanya.

Karena korban tak kembali, akhirnya kunci sepeda motor yang masih melekat pada kontak motor milik korban, kemudian diambil Wahyudi dan dititipkan kepada Viktor, keponakan pemilik rumah yang sedang direnovasi tersebut. "Lalu, Wahyudi pulang. Setelah empat hari, akhirnya korban ditemukan tertelungkup di rumah kosong itu," jelasnya. Hafidz mengatakan, jasad Rafael pertama kali ditemukan Alinus dan Viktor, warga SBR 9. Dimana saat itu keduanya sedang memindahkan batu kerikil bekas pengerjaan para tukang di sekitar rumah kosong tersebut. Mereka penasaran ketika mencium bau tak sedap.

"Kedua saksi ini mencari asal bau tersebut dari rumah kosong di depan rumah mereka. Setelah masuk ke dalam rumah, mereka melihat ada mayat di ruang tamu yang sudah membengkak dan berbau tak sedap dalam keadaan tertelungkup," beber Hafidz. Dengan sedikit ketakutan, kedua saksi ini kemudian langsung  melaporkan penemuan tersebut kepada Ketua RT setempat. "Kemudian menghubungi kita. Dan kita langsung berkoordinasi dengan Inafis Polresta Pontianak untuk melakukan identifikasi terhadap jasad korban," kata Hafidz.

Saat ini jasad korban sudah dipulangkan ke rumah duka. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Meski demikian, kepolisian masih mencari dugaan-dugaan lain penyebab kematian korban. (Achmad Mundzirin/rk)

Rabu, 28 Februari 2018 10:07
Kemalingan, Uang Rp200 Juta Raib

PROKAL.CO, MELAWI- CU Bima Cabang Desa Batu Buil, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi kemalingan, Senin (26/2) kemarin. Uang lebih dari Rp200 juta yang disimpan dalam brangkas, raib digondol maling.

Rakyat Kalbar melansir, hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. “Kami bersama sudah melakukan olah TKP di Kantor CU Bima yang telah dibobol maling ini. Brangkas CU Bima saat olah TKP sudah tidak berada pada tempat semestinya serta isi brangkas dikuras habis tanpa ampun oleh pembobol,” kata Kapolsek Belimbing, Ipda Tri Djoko Surono, Selasa (27/2).

Ia mengatakan, dalam pemeriksaan dan olah TKP, Polsek Belimbing menemukan barang bukti yang diduga milik maling, berupa lakban warna hitam, palu dan kacamata. Kepolisian agaknya kesulitan untuk mengungkap kasus ini. Pasalnya, CU tersebut tidak memiliki CCTV dan Satpam sebagamana mestinya.

“Padahal 2016 lalu pihak Polsek sudah memberikan imbauan kepada pihak Bank dan CU di wilayah Belimbing untuk mengadakan Satuan Pengamanan (Satpam) dan memasang CCTV,” terangnya.

Kapolsek Belimbing menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara diketahui CU ini dibobol pada Jumat malam. Pelaku membobol pintu belakang bangunan ruko yang bersebelahan dengan CU Bima serta membuka paksa jendela ruko.

“Pelaku kemudian masuk Kantor CU Bima melalui lantai dua dan membobol brangkas berisi kurang lebih Rp200 juta itu. Intinya kita masih melakukan proses penyelidikan,” tegasnya. (Ira/rk )

Rabu, 21 Februari 2018 10:48
Mau Ulang Tahun, Spesialis Curanmor Dirobohkan Polisi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Aksi spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dilakukan Suryadi alias Surya, berakhir di tangan kepolisian. Pemuda yang tinggal di Perum 4, Kecamatan Pontianak Timur itu ditangkap anggota Reskrim Polsek Pontianak Timur di kawasan Pasar Seruni, Jalan Panglima Aim, sehari sebelum dia memasuki usia 21 tahun. Tepatnya, pada Senin (19/2) sekira pukul 10.30 Wib.

“Tersangka ini memang sudah diintai. Dia ini spesialis curanmor. Laporan Polisi (LP) di Polsek kita ada empat. Itu kejadian dalam bulan ini saja,” jelas Kompol Abdul Hafidz, Kapolsek Pontianak Timur kepada sejumlah wartawan, Selasa (20/2) sore.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Hafidz memaparkan, tempat kejadian perkara (TKP) curanmor yang dilakukan Surya adalah di depan Toko Toni dan Toko Rezeki di Jalan Panglima Aim, serta di Jalan Tanjung Raya I dan Tanjung Raya II, tepat di Kompleks Denis Mansion I. “Penangkapan terhadap tersangka ini setelah adanya laporan ke empat. Yakni pencurian sepeda motor di depan Toko Rezeki,” tutur Hafidz.

Ia menerangkan, dalam laporan kejadian terakhir itu dijelaskan bahwa pencurian tersebut bermula ketika karyawan Toko Rezeki mengeluarkan sepeda motor Honda Vario ke teras toko. Saat itu karyawan tersebut lupa mengambil kunci yang masih melekat di motor.

“Kesempatan ini dimanfaatkan tersangka. Tidak lama ditinggalkan ke dalam toko, motor itu diambil tersangka. Atas kejadian ini, pemilik toko mengalami kerugian Rp15 juta dan membuat laporan ke kita,” jelas Hafidz. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan sesuai laporan yang ada, Surya diidentifikasi sebagai pelaku curanmor yang kerap beraksi selama ini di wilayahnya sendiri.

Senin (19/2) itu, merupakan hari nahas baginya. Dia kepergok oleh anggota Polsek yang memburunya saat berada di kawasan Pasar Seruni, Jalan Panglima Aim. Tak menunggu lama, Surya langsung ditangkap. Dia berusaha berontak dan melarikan diri. Beruntung anggota sigap. Dia berhasil dilumpuhkan tanpa harus ditembak.

“Tersangka kemudian dibawa ke Polsek untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan, dia mengaku telah mencuri motor di empat TKP di wilayah hukum Polsek Pontianak Timur,” terang Hafidz.

Setelah menangkap Surya, anggota kemudian mencari dimana ia menjual sepeda motor yang dicurinya itu. Hasilnya, Selasa (20/2), dua sepeda motor jenis Honda Vario warna biru dan hitam hasil curian Surya berhasil disita di Desa Retok, Kecamatan Kuala Mandor B, Kubu Raya.

“Barang bukti sudah sebagian disita dan tersangka sudah ditahan. Tersangka dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman penjara kurang lebih lima tahun,” tegas Hafidz. (oxa/rk)


BACA JUGA

Kamis, 03 Maret 2016 21:14

Tak Suka Anaknya Didekati, Pemilik Warkop Tusuk Keluarga Sendiri

PONTIANAK- Kepolisian Resort Pontianak terus mendalami motif kasus penganiayaan terhadap Yenny, warga…

Kamis, 03 Maret 2016 20:56

Eks Gafatar Sudah Pulang, Menteri Agama Baru Datang

PONTIANAK- Akhirnya, Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin merapat ke Kalimantan Barat, Rabu…

Kamis, 03 Maret 2016 09:14

Usai Mutilasi Anak, Petrus Sempat Minta Dimandikan dan Dipakaikan Jubah

NANGA PINOH- Ustaz Ali Murtado sempat ngobrol dengan pelaku pembunuhan anak-anak kandungnya sendiri,…

Senin, 29 Februari 2016 11:57

Lulus Pendidikan Satpam, Pria Ini Malah Jadi Pencuri Kabel

PONTIANAK- Lulusan pendidikan Satpam angkatan 54, Angga, 24, tak berdaya setelah kaki kanannya ditembak…

Kamis, 11 Februari 2016 08:52

Jambret Diringkus Pas Lagi Asyik Karaoke sambil Meluk Ladies

PONTIANAK- Sedang asyik karaoke sambil memeluk ladies penghibur di karaoke, Delon, 19, diciduk jajaran…

Rabu, 10 Februari 2016 14:40

Belum Sempat Dijual, Si Pencuri Sandal dan Kerudung Ini Keburu Dibekuk

PONTIANAK- Wahyu (24) harus berurusan dengan polisi. Ia ketahuan memanjat pagar dan mendobrak pintu…

Selasa, 09 Februari 2016 15:54

Beegh..Bikin Malu!! Oknum Anggota DPRD Jadi Tersangka Pungli

SEKADAU- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sekadau menetapkan status tersangka terhadap FN, oknum anggota DPRD…

Senin, 01 Februari 2016 09:04

Siap-Siap, Hujan Lebat dan Puting Beliung Intai Warga Kalbar

PONTIANAK- Hujan lebat dan deras disertai angin kencang masih mengguyur sejumlah daerah di Kalimantan…

Jumat, 29 Januari 2016 15:47

Payah Ah! Penanganan Korupsi IAIN Stagnan

PONTIANAK- Penanganan kasus korupsi pengadaan meubeler rumah susun mahasiswa Institut Agama Islam Negeri…

Rabu, 27 Januari 2016 14:35

Main Sepeda Dekat Sungai, Bocah Ini Ditemukan Tewas Tersangkut di Tiang Jembatan

PUTUSSIBAU– Keasyikan bermain bersama temannya, bocah laki-laki berusia 13 tahun ditemukan tewas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .