UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 10 Juli 2019 14:11
Kejari Sita Uang Klaim Asuransi Rp4,7 Miliar
BARANG BUKTI. Petugas Kejari Pontianak sedang mengemas uang sebanyak Rp4,7 miliar--Tri Yulio HP

PROKAL.CO, PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak berhasil menyelamatan uang yang diduga sebagai barang bukti tindak pidana korupsi proses pencairan pembayaran klaim asuransi tongkang yang tenggelam di Kepulauan Solomon, pada 2014 lalu.

Dalam konferensi pers yang digelar di lantai dua Kantor Kejari Pontianak, Selasa (9/7), Kasi Pidana Khusus Kejari Pontianak Juliantoro menunjukkan uang negara yang berhasil diselamatkan itu sebanyak Rp4.762.500.000.

"Uang (yang diduga hasil korupsi, red) ini adalah pencairan pembayaran klaim asuransi tongkang Labroy 168 yang diajukan oleh PT Pelayaran Bintang Arwana Kapuas Armada. Di mana dalam pembayarannya dilakukan oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Cabang Pontianak," ujar Juliantoro.

Ia mengatakan, penyidikan perkara ini sesuai dengan surat perintah yang dikeluarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak Nomor 02 tertanggal 8 Juli 2019. Namun untuk penanganan perkara ini sesungguhnya sudah dilakukan sejak Mei lalu.

"Sementara pada minggu lalu telah dilakukan gelar perkara atau ekspose dan hasilnya ditingkatkan ke tahap penyidikan. Hasilnya, saat ini belum ada nama-nama yang ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya.

Karena itu mulai pekan depan dilakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti. "Kemudian nanti baru disimpulkan dengan alat bukti yang kita peroleh, siapa tersangkanya," katanya.

Delik tindak pidana korupsi dalam kasus ini sendiri, Juliantoro memaparkan, ketika asuransi dalam hal ini Jasindo tidak seharusnya membayarkan asuransi tersebut. Serta dalam proses pencairannya ada tahapan yang tidak dilalui atau menyimpang.

“Ketika seharusnya negara tidak membayar namun membayar situlah dugaan korupsinya," tegas Juliantoro. (Tri Yulio HP/rk)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Juli 2019 08:17

Ibu Kota ke Kalimantan, Pelabuhan di Kalbar Ini Jadi Paling Strategis

Pontianak- Polemik ganti rugi lahan tak menyurutkan semangat Pemprov Kalbar…

Selasa, 16 Juli 2019 08:06

INGAT..!! Jangan Perjualbelikan Satwa Langka

SINGKAWANG- Masih rendahnya kesadaran hukum dan pelestarian satwa langka di…

Selasa, 16 Juli 2019 08:03

Yang Menghambat Perumahan MBR Bukan Regulasi, Tapi SOP Perbankan

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, aturan kenaikan harga rumah bersubsidi yang…

Selasa, 16 Juli 2019 08:01

Lepas Jamaah Haji Kalbar, Ini Pesan Gubernur

PONTIANAK-  Calon Jemaah Haji (CJH) Kalbar, kelompok penerbangan (Kloter) 11…

Selasa, 16 Juli 2019 07:53

NGERI..!! Bini Sendiri Dicekik, Lalu Wajahnya Ditikam

KETAPANG- Polres Ketapang menggelar reka ulang atau rekonstruksi kasus pembunuhan…

Selasa, 16 Juli 2019 07:20

Di Kabupaten Ini, Penderita HIV/AIDS Melonjak Drastis

NGABANG - Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Landak terus meningkat dari waktu…

Minggu, 14 Juli 2019 11:57

Surplus Beras di Kalbar, Perlu Diserap Industri Olahan

PONTIANAK - Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Heronimus…

Jumat, 12 Juli 2019 01:36

Ada Rintihan, Tersandar di Pohon Karet Tanpa Sehelai Benang

Dikabarkan hilang sejak sepekan lalu, Nenek Ahian akhirnya ditemukan. Warga…

Rabu, 10 Juli 2019 14:11

Kejari Sita Uang Klaim Asuransi Rp4,7 Miliar

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak berhasil menyelamatan…

Rabu, 10 Juli 2019 14:10

Dari Lapas, Narkoba Dikendalikan Acai

PONTIANAK-Di areal tak begitu luas tempat kepadatan populasi narapidana, itulah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*