UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 06 Juni 2019 12:38
YUK..!! Kembali Satu Usai Pemilu

PROKAL.CO, Pasca Pemilu 2019 masyarakat diharapkan bersatu kembali dalam bingkai NKRI. Meski sempat berbeda dukungan atau pandangan politik, momen Idulfitri 1440 Hijriah bisa menjadi perekat. Tak hanya sesama umat Islam, tapi juga seluruh umat beragam yang ada.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

Hari ini umat Islam merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Di Indonesia Idulfitri atau lebaran tidak sekadar dimaknai sebagai hari raya biasa. Lebaran sudah menjadi perekat silaturahmi. Baik antar keluarga, kerabat, tetangga maupun masyarakat secara umum. Caranya dengan saling memaafkan dari lubuk hati yang paling dalam.

Melihat kondisi negara termasuk di daerah pasca Pemilu lalu, momen lebaran dirasa pas untuk kembali menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Meski proses pemilu khususnya Pilpres masih akan berjalan setelah adanya gugatan salah satu capres di MK, masyarakat sudah harus bisa menerima.

Apapun hasilnya, serahkan semua keputusan sesuai aturan yang berlaku. Seperti diungkapkan Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji. “Saya lihat Pemilu itu selesai lah, semuanya harus menyikapi hasilnya berdasarkan aturan yang ada, uji berdasarkan aturan,” ungkapnya kepada Pontianak Post.

Dari pada ribut di ruang publik, seperti adanya masalah kecurangan, akan lebih baik menurutnya dicari bukti yang konkret. Sebagai negara hukum, maka harus dapat dibuktikan, kalau memang kecurangan atau pelanggaran itu ada.

“Kalau ada ekses-ekses, terpecah-pecah dan terkotak-kotak selama ini, makanya dalam momen Idulfitri ini mari hilangkan semua, terutama antar umat Islam. Kemudian dengan umat beragama yang lain juga,” harapnya.

Orang nomor satu di Kalbar itu tidak ingin jika setiap lima tahun atau saat pemilihan pemimpin, masyarakat selalu ribut gara-gara berbeda pilihan. Termasuk di Kalbar, karena masing-masing daerah diharapkan mampu menjaga kondusivitasnya masing-masing. Dengan demikian, kesatuan negara dari ujung Sabang hingga Marauke bisa terajut dengan baik.

Adanya kericuhan di Kota Pontianak beberapa waktu lalu menurutnya bisa menjadi contoh. Tidak ada keuntungan yang didapat melainkan hanya hal-hal yang merugikan. Bahkan ada pihak-pihak yang tidak tahu-menahu justru menjadi korban. Kesan daerah menjadi tidak baik, kondusifitas terganggu, dan bisa berdampak pada investasi atau perekonomian secara umum.

“Mari di momen Idulfitri ini kita merajut kembali persaudaraan dalam satu bingkai NKRI. Nah yang tak tahan dengan hiruk-pikuk media sosial (medsos) jangan menggunakan dulu,” pesannya.

Sebab Midji melihat, sumber-sumber perpecahan saat ini tak hanya muncul dari dunia nyata, melainkan juga di dunia maya (medsos). Untuk itu masyarakat harus bijak, jangan sampai masalah-masalah yang terjadi di luar kemudian terbawa ke daerah yang sudah aman dan damai ini. Momen lebaran menjadi saat yang tepat untuk saling memaafkan.

"Kalau saya sudah biasa di-bully orang (di medsos), terserah saja karena itu risiko sebagai publik figur. Dimarah, dikritik dan segala macamnya, saya nikmati saja," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kubu Raya Muda Mahendrawan merasa yakin dan percaya dengan masyarakat yang ada di daerahnya. Bahwa masing-masing pihak pasti mampu menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah situasi politik maupun kondisi masyarakat yang heterogen.

"Saya kira untuk di Kubu Raya dari awal pun dinamikanya tidak terlalu bergejolak. Ini modal sosial yang sudah cukup baik. Dan kemarin pasca pemilu pun tidak terpengaruh efek-efek kericuhan di tempat lain," ujarnya.

Meski demikian ia tetap mengajak masyarakat menjaga persaudaraan. Sebagai kepala daerah, salah satu tugasnya memang memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak mudah dibenturkan. Apalagi dari sisi kepentingan-kepentingan politik tertentu yang negatif.

Dalam momen Idulfitri semua sudah berjalan harmonis, bahkan setelah Pemilu 17 April lalu, semua sudah kembali seperti biasa. Kegiatan safari ramadan yang diadakan Pemkab Kubu Raya dikatakan juga sekaligus sebagai ajang mempererat hubungan masyarakat pasca pemilu.

"Saya sudah keliling safari ramadan, sepertinya sudah baik artinya kalau pun ada suka tidak suka atau kecewa, masih dalam batas wajar. Tidak ada reaksi yang sifatnya mengacaukan atau memecah, tidak sampai seperti itu kalau di Kubu Raya, alhamdulillah,” ungkapnya.

Apalagi Kubu Raya menurutnya termasuk salah satu daerah yang religius. Memiliki pesantren, madrasah, TPA, majelis taklim dan masjid terbanyak di provinsi ini. Suasana religius iniliah yang kemudia mempengaruhi situasi dan kondisi yang ada. Sehingga ketika ada hal-hal yang kurang berkenan bisa cepat diredam dan didinginkan.

Masyarakat di sana juga sudah terbukti mampu menjaga kearifan lokal dengan baik. Perbedaan yang ada justru dijadikan kekuatan untuk membentengi hal-hal dari luar yang mengganggu.

"Saya pantau Kubu Raya aman, mudah-mudahan di momen Idulfitri semuanya bisa pulih kembali. Dalam momen lebaran ini mudah-mudahan jadi perekat. Saya yakin di Kubu Raya tidak sampai terjadi blok-blok yang terlalu sensitif,” pungkasnya. (*)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Juli 2019 08:17

Ibu Kota ke Kalimantan, Pelabuhan di Kalbar Ini Jadi Paling Strategis

Pontianak- Polemik ganti rugi lahan tak menyurutkan semangat Pemprov Kalbar…

Selasa, 16 Juli 2019 08:06

INGAT..!! Jangan Perjualbelikan Satwa Langka

SINGKAWANG- Masih rendahnya kesadaran hukum dan pelestarian satwa langka di…

Selasa, 16 Juli 2019 08:03

Yang Menghambat Perumahan MBR Bukan Regulasi, Tapi SOP Perbankan

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, aturan kenaikan harga rumah bersubsidi yang…

Selasa, 16 Juli 2019 08:01

Lepas Jamaah Haji Kalbar, Ini Pesan Gubernur

PONTIANAK-  Calon Jemaah Haji (CJH) Kalbar, kelompok penerbangan (Kloter) 11…

Selasa, 16 Juli 2019 07:53

NGERI..!! Bini Sendiri Dicekik, Lalu Wajahnya Ditikam

KETAPANG- Polres Ketapang menggelar reka ulang atau rekonstruksi kasus pembunuhan…

Selasa, 16 Juli 2019 07:20

Di Kabupaten Ini, Penderita HIV/AIDS Melonjak Drastis

NGABANG - Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Landak terus meningkat dari waktu…

Minggu, 14 Juli 2019 11:57

Surplus Beras di Kalbar, Perlu Diserap Industri Olahan

PONTIANAK - Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Heronimus…

Jumat, 12 Juli 2019 01:36

Ada Rintihan, Tersandar di Pohon Karet Tanpa Sehelai Benang

Dikabarkan hilang sejak sepekan lalu, Nenek Ahian akhirnya ditemukan. Warga…

Rabu, 10 Juli 2019 14:11

Kejari Sita Uang Klaim Asuransi Rp4,7 Miliar

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak berhasil menyelamatan…

Rabu, 10 Juli 2019 14:10

Dari Lapas, Narkoba Dikendalikan Acai

PONTIANAK-Di areal tak begitu luas tempat kepadatan populasi narapidana, itulah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*