UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 16 April 2019 11:00
Kasus Penganiayaan Pelajar di Pontianak
Menteri PPA Pastikan Penyelesaian Melalui Jalur Diversi
Yohana

PROKAL.CO, PONTIANAK-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembesi, telah mendengar keterangan dari tiga orang pelaku pengeroyokan salah satu pelajar SMP 17 Pontianak di Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (15/4) sore. Dari hasil penjelasan pelaku, ia ingin penyelesaian kasus bisa diselesaikan melalui jalur diversi. Demikian yang dilansir Pontianak Post.

"Saya sudah ketemu dengan tiga pelaku dan saya mendengar langsung cerita yang sempat membuat mereka go nasional bahkan internasional. Kasus ini memang jadi perhatian kita, semua menteri, pejabat termasuk masyarakat dan media," jelas Yohana usai bertemu dengan Wali Kota Pontianak, membicarakan penyelesaian kasus pengeroyokan anak yang viral di Pontianak.

Dari hasil kajian dia, viralnya kasus ini akibat industri digital, utamanya media sosial yang sangat mempengaruhi anak-anak, sehingga pada akhirnya berpengaruh pada prilaku merekapun ikut menjadi berubah.

Pandangan Yohana, baik pelaku dan korban bukanlah anak-anak nakal. Mereka hanya terpengaruh antara satu dengan lainnya lalu terjadilah kejadian ini. Agar kasusnya tak berlarut, penanganannya pun mesti adil dan dipastikan dia tak ada diskriminasi baik bagi pelaku dan korban.

"Anak-anak harus dilindungi oleh negara, karena mereka masih mempunyai masa depan yang panjang. Perlu diketahui juga bahwa Pengadilan anak tidak sama dengan pengadilan orang dewasa," ungkapnya.

Dalam aturannya, lanjut Yohana sudah ada sistem yang mengatur tentang peradilan anak ini, dengan penyelesaian melalui diversi-mediasi. Kemudian, untuk UU Perlindungan Anak juga sudab ada. Yaitu UU 35 tahu. 2014 atas perubahan UU nomor 23 tahun 2002. Artinya semua sudah diatur dan gunakanlah UU ini dalam menangani kasus anak ini.

"Jadi saya harus rangkul mereka, baik korban maupun pelaku karena saya adalah menteri yang membuat UU dan juga fokus saya adalah mencegah," ungkapnya.

Mencegah dalam artian jangan sampai kejadian ini kembali terjadi dikemudian hari. Dalam pertemuan dengan pelaku, dirinya juga memberi semangat pada anak-anak ini denta utamanya mereka masih memiliki masa depan.

Dari ungkapan para pelaku kepada Yohana, akan berjanji tidak akan melakukan ini ke depannya. Dia juga menjanjikan pada pelaku dan korban, jika ke depan mereka dipersulit untuk sekolah dan kuliah maka disarankan untuk melaporkan langsung pada Yohana. Dirinya akan koordinasikan ke pusat, dengan penekanan bahwa anak harus sekolah, kuliah dan lainnya.

"Ini sesuai UU peradilan anak, saya sudah ingatkan Kejaksaan bahwa harus lakukan sesuai UU dengan mediasi dan Diversi. Tidak bisa diganggu gugat, ini adalah amanah UU yang harus dilakukan diversi. Kita pastikan akan mendorong pada Diversi," tegasnya.

Mengenai up date penanganan kasus pengeroyokan siswi SMPN 17 Pontianak, dijelaskan Kapolres Pontianak Kombes Pol M Anwar Nasir menuturkan bahwa kasus tersebut kini sudah didapat P 21 dari Kejaksaan Negeri Pontianak. Setelah P 21 keluar, penyidik dari kepolisian Pontianak siap-siap untuk tahap kedua penyerahaan berkas perkara dan barang bukti. "Kami masih menunggu koordinasi lanjut kapak pihak Kejaksaan siap menerima untuk tahap ke dua ini. Saya juga sudah ketemu Kajari, guna membahas tindaklanjut dari kasus ini," tandansya.(iza)


BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 12:13

Siaga Dimana-mana, Tapi Sintang Aman dan Kondusif

SINTANG - Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi menanggapi terkait penetapan siaga…

Kamis, 23 Mei 2019 12:12

Demo Ricuh di Pontianak, Jaga Kalbar Tetap Aman

PONTINAKA- Demo di Kalbar Rabu (22/5) kemarin sempat terjadi kericuhan.…

Kamis, 23 Mei 2019 12:10

Pemilu 2019 Dianggap Paling Buruk

 PONTIANAK-. Orasi disampikan para orator dari Tugu Digulis Untan hingga…

Rabu, 22 Mei 2019 01:33

YA AMPUN..!! Ternyata Uang Jasa Tenaga Medis di RS Ini Belum Dibayarkan

SAMBAS- Uang jasa tenaga medis belum dibayar oleh manajemen  Rumah…

Senin, 20 Mei 2019 22:10

NAH KENAPA INI..?? 10 Pejabat Pemprov Kalbar Mundur

 PONTIANAK- Pembenahan sumber daya manusia (SDM) dilakukan Gubernur Kalbar, Sutarmidji…

Minggu, 19 Mei 2019 22:55

TNI Beraksi, Ikan Beku, Sosis dan Telur pun Disita

SANGGAU - Sedikitnya 180 kilogram daging ikan tuna beku yang…

Minggu, 19 Mei 2019 22:48

Ke Mabes TNI AU, Bupati Ingin Bandara Ini Jadi Bandara Perintis

SAMBAS- Pemkab Sambas menginginkan agar pengelolaan Bandara Liku Paloh ke depannya…

Minggu, 19 Mei 2019 22:43

Berharap Presiden Restui Provinsi Kapuas Raya

SANGGAU- Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengaku Pemprov sudah…

Sabtu, 18 Mei 2019 15:34
Prostitusi Online di Sintang Terbongkar

Mucikari Pernah dapat Orderan Pejabat, Short Time Rp1 Juta Hingga Rp3 Juta

SINTANG-  Praktik prostitusi online kembali terbongkar di Kabupaten Sintang. Kali…

Jumat, 17 Mei 2019 01:06

Malam Takbiran Bakal Menggelegar, Ada 259 Meriam Karbit Disiapkan

 PONTIANAK Sebanyak 259 meriam karbit siap menyemarakkan Festival Meriam Karbit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*