UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 10 April 2019 13:28
Kasus Dugaan Penganiayaan Siswi SMP oleh 12 Siswi SMA
Kepolisian Belum Tetapkan Tersangka

PROKAL.CO, PONTIANAK – Polresta Pontianak yang menangani kasus pengeroyokan yang melibatkan pelajar di Kota Pontianak hingga saat ini masih belum menetapkan satu orang pun tersangka. Kasus yang baru dilaporkan secara resmi oleh orang tua korban pada Senin (8/4) sore masih dalam proses pengembangan.  “Korban masih belum dapat kami mintai keterangan, karena masih dirawat inap seminggu yang lalu,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni Ramli, Selasa (9/4).

Husni menyebut, untuk pemeriksaan, pihaknya baru memeriksa orang tua korban, sementara kemarin (9/4), masih menunggu saksi yang ada pada saat itu berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Husni pun menjelaskan kronologi pengeroyokan tersebut. Penganiayaan tersebut, diduga  dilakukan oleh beberapa orang pada 29 Maret 2019 yang lalu sekitar pukul 14.30. Lokasinya berada di jalan Sulawesi, yang kemudian berlanjut di Taman Akcaya, jalan Abdurrahman Saleh.  Semula korban berinisial AU dijemput oleh DE untuk diantar ke rumah sepupunya PP. Sesampai di rumah PP, korban AU di bonceng PP, menggunakan sepeda motor, sementara DE menunjukkan ke arah mana korban dibawa. Keduanya yakni AU dan PP, diikuti oleh dua sepeda motor yang tidak dikenal korban.

Saat berada di jalan Sulawesi, korban dicegat dan kemudian tiba-tiba dari belakang, terlapor TR menyiramkan air dan menarik rambut korban hingga korban jatuh ke jalan. Setelah korban terjatuh, terlapor EC menginjak perut korban dan membenturkan kepala korban di jalan. Setelah kejadian tersebut, korban melarikan diri bersama sepupunya PP menggunakan motor dan dicegat kembali oleh TR dan LL di Taman Akcaya. Di taman tersebut, korban di piting oleh TR selanjutnya, sementara LL menendang pada bagian perut korban. Namun saat kejadian,  karena dilihat masyarakat sekitar para pelaku melarikan diri.

Husni mengatakan, kejadian ini pertama kali diadukan oleh korban AU dan orang tuanya di Polsek Selatan satu Minggu setelah kejadian.“Setelah diterima pengaduan, selanjutnya dilakukan visum, dan baru kemarin kami menarik perkara ini dari Polsek Selatan untuk dilimpahkan ke Polresta Pontianak guna penanganan lebih lanjut,” jelas dia.

Sementara para terduga pelaku, kata Husni, belum dilakukan pemeriksaan karena masih melengkapi saksi-saksi dan sedang berkoordinasi dengan Rumah Sakit untuk mengetahui rekam medis korban. “Untuk mengarah kepada tersangka, masih mengumpulkan keterangan para saksi,” kata dia.

Husni menambahkan, bahwa sejauh ini dari keterangan baik dari korban maupun orangtua korban, tidak ada yang menyebutkan bahwa ada penganiayaan pada alat vital korban. “Tidak ada keterangan dari korban terkait adanya penganiayaan di alat vital,” pungkas dia.

Sementara itu Kanit PPA Polresta Pontianak Iptu Inayatun Nurhasanah, yang menangani perkara ini mengatakan, bahwa pihaknya masih menunggu hasil visum dan rekam medis korban. Untuk hasil visum, diakuinya bahwa sudah diperolehnya dari RS Bhayangkara.

“Namun karena korban ini dirawat di rumah sakit, maka kami juga akan menunggu hasil visum dan rekam medis korban,” ungkapnya. Pihaknya pun masih belum bisa membeberkan hasil visum yang dikeluarkan oleh RS Bhayangkara. (sti)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*