UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 13 Maret 2019 12:06
Istri Tersangka Teroris Syok

Syamsiah Tak Percaya Suaminya Terlibat Terorisme

PROKAL.CO, PONTIANAK - Penangkapan tersangka teroris berinisial PK alias SS, pada Minggu (10/3) lalu menyisakan kesedihan bagi pihak keluarga, terutama Syamsiah, istri tersangka. Perempuan yang sehari-hari akrab disapa Siah itu mengaku masih terkejut atau syok atas kejadian itu. Ia juga belum percaya suaminya terlibat terorisme.

Dari pantauan kemarin, kediaman tersangka tampak sepi. Tak terlihat adanya aktivitas mencolok di rumah yang beralamat di Jalan Parit Sembin, Gang Usman Husin, RT 01 RW 14, Dusun Seribu, Desa Parit Baru, Kabupaten Kubu Raya itu. Seperti diberitakan sebelumnya, PK alias SS ditangkap Densus 88 tepat di depan Jalan Parit Sembin, Minggu (10/3) sekitar pukul 15.30 WIB.

"Saya sama sekali tidak tahu soal penangkapan suami saya. Apa-apa yang dilakukan suami saya, dia tidak pernah cerita," ungkap Siah saat ditemui Selasa (12/3) siang. Dia melanjutkan, tak lama setelah mengamankan suaminya, polisi juga mendatangi rumahnya. Didampingi pengurus RT setempat, polisi kemudian melakukan penggeledahan.

Dari hasil penggeledahan tersebut, polisi membawa berbagai barang-barang milik suaminya sebagai barang bukti. "Tidak banyak yang dibawa. Seingat saya cuma CD berisi foto anak, KTP, dan telepon genggam milik suami saya. Selebihnya saya tak tahu, karena saya juga tak memperhatikan karena masih syok dan sedih," ujarnya.

Menurut Siah, suaminya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu adalah pribadi yang cukup baik. Di matanya, tersangka PK alias SS adalah sosok suami sekaligus ayah yang sangat menyayangi keluarga. PK alias SS juga taat dalam urusan ibadah. Selama ini, Siah tidak curiga sedikit pun jika suaminya itu terlibat hal-hal buruk sebagaimana yang disangkakan.

"Kesehariannya baik dan taat beribadah. Di lingkungan sekitar juga dikenal sebagai orang yang ramah dengan masyarakat sekitar. Saya pun sampai saat ini tidak ada rasa curiga dengan suami saya," jelas Siah.

Terpisah, tetangga tersangka, Fatimah mengaku ikut menyaksikan bagaimana suasana di rumah tersangka tak lama setelah penangkapan. Kebetulan rumahnya tak jauh dari lokasi. Saat kejadian, kata Fatimah, rumah tersangka ramai oleh polisi yang melakukan pemeriksaan dan penggeledahan. Dia juga tidak mengetahui apa alasan polisi menangkap PK alias SS. "Tidak tahu soal apa, karena pas kejadian kita dilarang mendekat oleh polisi," ucapnya.

Menurut Fatimah, sehari-hari tersangka dikenal sebagai orang yang cukup baik, tetapi agak jarang keluar rumah. Warga hanya kerap bertemu dengan istrinya saat belanja di warung atau pasar terdekat. Selain itu, PK alias SS juga jarang aktif dalam kegiatan yang diadakan oleh pihak RT atau warga setempat.

Tersangka juga diketahui sudah lama tinggal di daerah tersebut dan selama ini tidak pernah tersandung masalah apapun dengan orang-orang sekitar. "Cuma kadang-kadang saja kita lihat dia keluar rumah. Misalnya pas mau berangkat kerja, selebihnya jarang. Paling cuma ketemu istrinya waktu belanja di warung atau pasar," katanya.

Sementara itu, hingga saat ini Polda Kalbar belum memberikan keterangan apapun terkait tindak lanjut terhadap tersangka teroris berinisial PK alias SS yang diketahui hendak melakukan aksi perampokan di Surabaya, untuk modal melakukan jihad. (sig)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*