UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 12 Maret 2019 13:45
Terduga Teroris Hendak Rampok Bank
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK – Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris, Minggu (10/3). Terduga teroris berinisial PK alias SS itu ditangkap di Jalan Arteri Supadio, Gang Parit Sembin 2, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (10/3).

Diberitakan Pontianak Post, juru bicara Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, terduga teroris itu dibekuk pada Minggu (10/3). Dedi menjelaskan, PK ditangkap sebelum melancarkan aksi atau amaliah. ”Ada bahan yang mengarah ke bom telah disita, seperti paku, gotri, dan bom rakitan,” ujarnya.

Menurut Dedi, tersangka PK merupakan sel tidur dari kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Amman Abdurrahman. Sel tidur semacam itu memang bisa aktif kapan saja. ”Kami pantau juga lainnya,” ujar Dedi.

"Dia hanya terpapar paham radikalisme. Sekarang semua pemain lone wolf, langsung diinstruksikan ketika ada kesempatan," jelas jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 itu. Polisi masih terus melakukan pengembangan terkait penangkapan tersebut. Terduga teroris itu rencananya diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Densus 88 yang dibantu unit Gegana Satbrimobda Kalbar memang telah memantau tersangka sejak lama. Densus 88 dipimpin AKBP Nanggalan menangkap tersangka PK saat menjemput istrinya pulang kerja menuju rumah mereka. “Pelaku diamankan pada Minggu (10/3) sekitar pukul 15.15,” kata Nanggalan.

Nanggalan mengatakan, tersangka PK berencana merampok salah satu bank di Surabaya, Jawa Timur. Dari keterangan tersangka, dana dari hasil rampokan tersebut hendak dijadikan modal utama untuk melakukan jihad kepada para thogut.

“Jadi pelaku ini beralasan melakukan rampok ini dengan tujuan menghancurkan pilar-pilar thogut dan untuk menghancurkan perekonomian yang dihasilkan dari uang riba (bunga yang diberikan dalam kegiatan peminjaman uang atau pada bank konvensional),” jelasnya.

Menurut Nanggalan, berdasarkan keterangan dari tersangka, diketahui bahwa uang yang didapat nantinya akan digunakan untuk membeli senjata tajam dan merakit bom. “Senjata dan bom tersebut akan dikirim menuju Poso dan Syam untuk dipergunakan ikhwan-ikhwan melakukan jihad,” jelasnya.

Ketua RT setempat, Sulyo, membenarkan bahwa ada warganya berinisial PK alias SS yang ditangkap Densus 88. Sulyo mengaku mengenal baik tersangka. Menurut Sulyo, dalam kesehariannya, pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 25 Oktober 1981, itu merupakan sosok yang ramah.

PK juga tidak tertutup dan biasa bergaul dengan warga sekitar. Karena itu tidak tampak ada gelagat dari tersangka yang mencurigakan. “Orangnya biasa-biasa saja,” kata Sulyo saat ditemui Pontianak Post, Senin (11/3) siang.

Setelah penangkapan, Sulyo didatangi pihak kepolisian untuk bersama melakukan penggeledahan di rumah tersangka PK terkait kasus yang menyeret warganya tersebut. Berbeda dari keterangan polisi, Sulyo mengatakan, saat penggeledahan hanya ditemukan beberapa bukti berupa identitas tersangka.

“Tak banyak yang disita, cuma KTP dan HP milik tersangka. Selain itu tidak ada yang mencurigakan. Tidak ada senjata api atau sebagainya, yang dibawa hanya surat-surat identitas tersangka saja,” timpalnya.

Lebih lanjut, Sulyo mengungkapkan pekerjaan sehari-hari tersangka adalah sebagai buruh bangunan. Ia juga menjelaskan, rumah yang ditinggali oleh tersangka saat ini adalah milik pribadi, dan ditempati bersama istrinya dalam kurun waktu yang sudah cukup lama. “Sudah bertahun-tahun tinggal di sini, bersama istrinya. Sementara sehari-hari PK ini bekerja sebagai buruh bangunan, bahkan biasanya kerjanya sampai ke luar kota,” terangnya.

Dia juga menegaskan semenjak mengetahui warganya tersebut tersandung masalah, dia turut ikut serta dalam pengusutan kasus hingga saat ini. Sulyo menegaskan siap membantu semaksimal mungkin dalam melakukan penyelidikan sampai semua masalah di wilayahnya itu benar-benar dinyatakan selesai.

“Kalau memang ada yang bermasalah kita akan bantu beri keterangan sampai pengusutan hingga selesai. Kemarin dari pihak kepolisian juga sudah datang dan minta berkas-berkas milik tersangka, dan sudah saya serahkan semua yang dipunyai,” lanjutnya.

Kepala Desa Parit Baru, Musa juga mengakui ada salah satu warganya berinisial PK alias SS yang diamankan pihak kepolisian, Minggu (10/3). Namun, ia tidak mengetahui secara detail kasus tersebut. “Iya, ada satu warga saya yang diamankan,” kata Musa kepada wartawan, Senin (11/3). Menurutnya, PK telah berdomisili di Desa Parit Baru, tepatnya di Parit Sembin 2 sejak 1987-an.

Sepengetahuan Musa, dalam kesehariannya, PK bekerja sebagai kuli bangunan. Sebelum mengetahui PK diamankan, Musa bahkan berkeinginan menggunakan jasa warganya tersebut. “Dia ini kan ahli ngaci bangunan. Jadi, kemarin sebelum diamankan itu saya ada niat mau minta tolong dia,” jelasnya.

Sejauh ini, Musa menilai warganya itu tidak menunjukkan ciri-ciri yang mencurigakan terkait terorisme. Bahkan selama ini PK senang bergaul dengan masyarakat sekitar. “Setahu saya dia ini tidak terlibat dalam jemaah apapun di lingkungan kami. Dia seperti masyarakat biasa saja, bergaul juga dengan yang lain. Tertutup juga tidak. Setahu saya biasa saja orangnya," kata Musa.

Karena itu, awalnya Musa terkejut mendengar kabar penangkapan tersebut. Ia memperoleh informasi penangkapan PK dari rekan-rekannya di lapangan. Begitu pula soal dugaan keterlibatan PK dalam tindak pidana terorisme. “Dari informasi yang saya terima, dia kerap berangkat ke Surabaya. Apa urusannya saya tidak ngerti,” ungkapnya.

Selain sebagai tukang, Musa juga mengenal PK sebagai seorang makelar. “Saya tahunya dia sebagai belukar. Entah belukar apa, saya tidak tahu persis,” sebutnya. Berdasarkan cerita tetangga, tambah Musa, SS memang sudah menjadi Target Operasi (TO) dari tim Densus 88.

Namun satu hal yang pasti, sebelum diciduk tim Densus 88 dan Unit Gegana Satbrimobda Polda Kalbar, kira-kira dua bulan belakangan, PK memperlihatkan ketaatan sebagai seorang muslim. “Ia sangat taat dan rajin beribadah,” ujarnya.

Musa sendiri sudah cukup lama tidak bertemu dengan PK. Beberapa tahun silam, ia sering ikut kumpul-kumpul di Parit Sembin sekadar bermain remi box. “Dulu, kami sering bermain kartu bersama-sama,” ucapnya. Mengenai kehidupan pribadinya, PK diketahui memiliki empat anak. ”Anak-anaknya sudah besar semua,” ujarnya.

Terpisah, Subhan Nur, Ketua Komisi I DPRD Kalbar menyebutkan bahwa Provinsi Kalbar memang rentan dengan tindakan terorisme, baik terlibat langsung atau tidak. ”Menjadi tugas kita bersamalah, guna menjaga supaya tidak ada hal-hal mencurigakan. Apabila ada orang baru mencurigakan, koordinasi saja ke RT/RW kemudian ke Desa dan aparat keamanan setempat,” ucapnya.

 

Bukan Kali Pertama

Penangkapan terduga teroris di Kalbar bukanlah yang pertama kalinya. Densus 88 pada Rabu (25/7) sekitar pukul 10.00 juga menangkap seorang terduga teroris, JY di Kalbar. JY (22) diamankan di Dusun Mentebah Kiri 02, RT 007, RW 002, Kelurahan Nanga Mentebah, Kecamatan Mentebah, Kapuas Hulu. Ia diduga telah berencana melakukan aksi teror di malam pergantian tahun 2018 ke 2019.

"Tersangka berencana melakukan aksi terror akhir tahun pada perayaan Tahun Baru 2018,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri kala itu Brigadir Jenderal M Iqbal, Jumat (27/7).

Iqbal menambahkan, tersangka diduga terlibat dalam jaringan JAD dan aktif berkomunikasi dengan jaringan tersebut. “Tersangka berkomunikasi dengan jaringan JAD di wilayah Jawa Barat (Jabar),” kata mantan Kapolres Surabaya ini. (sig/ody/den/ash)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 12:13

Siaga Dimana-mana, Tapi Sintang Aman dan Kondusif

SINTANG - Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi menanggapi terkait penetapan siaga…

Kamis, 23 Mei 2019 12:12

Demo Ricuh di Pontianak, Jaga Kalbar Tetap Aman

PONTINAKA- Demo di Kalbar Rabu (22/5) kemarin sempat terjadi kericuhan.…

Kamis, 23 Mei 2019 12:10

Pemilu 2019 Dianggap Paling Buruk

 PONTIANAK-. Orasi disampikan para orator dari Tugu Digulis Untan hingga…

Rabu, 22 Mei 2019 01:33

YA AMPUN..!! Ternyata Uang Jasa Tenaga Medis di RS Ini Belum Dibayarkan

SAMBAS- Uang jasa tenaga medis belum dibayar oleh manajemen  Rumah…

Senin, 20 Mei 2019 22:10

NAH KENAPA INI..?? 10 Pejabat Pemprov Kalbar Mundur

 PONTIANAK- Pembenahan sumber daya manusia (SDM) dilakukan Gubernur Kalbar, Sutarmidji…

Minggu, 19 Mei 2019 22:55

TNI Beraksi, Ikan Beku, Sosis dan Telur pun Disita

SANGGAU - Sedikitnya 180 kilogram daging ikan tuna beku yang…

Minggu, 19 Mei 2019 22:48

Ke Mabes TNI AU, Bupati Ingin Bandara Ini Jadi Bandara Perintis

SAMBAS- Pemkab Sambas menginginkan agar pengelolaan Bandara Liku Paloh ke depannya…

Minggu, 19 Mei 2019 22:43

Berharap Presiden Restui Provinsi Kapuas Raya

SANGGAU- Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengaku Pemprov sudah…

Sabtu, 18 Mei 2019 15:34
Prostitusi Online di Sintang Terbongkar

Mucikari Pernah dapat Orderan Pejabat, Short Time Rp1 Juta Hingga Rp3 Juta

SINTANG-  Praktik prostitusi online kembali terbongkar di Kabupaten Sintang. Kali…

Jumat, 17 Mei 2019 01:06

Malam Takbiran Bakal Menggelegar, Ada 259 Meriam Karbit Disiapkan

 PONTIANAK Sebanyak 259 meriam karbit siap menyemarakkan Festival Meriam Karbit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*