UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 16 Februari 2019 11:11
SIAGA..!! Tahun Ini Diprediksi Terjadi Karhutla Hebat
Aktivitas pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalbar, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, PONTIANAK. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi bencana tahunan di Kalbar. Diperlukan program serius agar bencana tersebut tidak terulang.

Dari laman Rakyat Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura, Mayjend Achmad Supriyadi mengatakan, sejak tahun 2015 hingga sekarang, pihaknya terus mengikuti perkembangan permasalahan asap akibat Karhutla. Mengapa terus berulang? “Karena kita mengelompokkan bencana ini pada satu kategori saja,” jelasnya saat Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Provinsi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Asap Akibat Karhutla yang diselenggarakan di Hotel Mahkota, Pontianak, Jumat (15/2).

Menurutnya, bencana asap tersebut dikelompokan dalam dua kategori. Pertama, bencana yang manusia tidak mampu memprediksinya. Kedua, bencana yang bisa diprediksi.

Untuk kategori pertama, bentuk bencananya seperti gempa bumi, tanah longsor atau tsunami. Pada kategori ini, masuk dalam langkah penanggulangan bencana dan tanggap darurat. “Jadi tidak ada basa-basi, langsung tanggap darurat,” tuturnya.

Sedangkan Karhutla sebagai bencana yang bisa diprediksi. Kondisi tanggap darurat tidak diberlakukan pada saat penanggulangan bencana. Sebab, kondisi tanggap darurat terjadi bila bencana sudah ada korban dan bersifat masif. Untuk Karhutla, apakah harus ada korban jatuh, baru umumkan tanggap darurat? “Tentunya tidak,” tegasnya.

Kondisi tanggap darurat pada bencana Karhutla ada pada fase pencegahan. Karena, bencana ini bisa diprediksi. Jika pencegahan berhasil, maka tanggap darurat berhasil. Korban tidak ada, kebakaran minim, maka sudah berhasil. “Itu yang ada di benak saya,” lugasnya.

Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, apakah pada 2019 ini akan jatuh ke lubang yang sama dalam penanganan bencana Karhula dan kabut asap? Sudah sepuluh tahun selalu terperosok. “Selalu begitu. Terperosok terus. Sejak 2015 hingga sekarang pun begitu,” tuturnya.

Melihat jumlah hotspot dari empat tahun ke belakang, trennya ada cenderung naik. 2016 sempat menurun. Namun naik lagi pada 2018.

“Untuk lahan yang terbakar, selalu tidak ditemukan siapa pemiliknya. Sekali pun pelaku ditangkap, alasan mereka hanya sekedar untuk cari makan saja,” terangnya.

Ada lima aksi yang telah dilakukan mengatasi Karhutla. Diantaranya membentuk badan penanggulangan, kerja sama serta koordinasi dengan pihak terkait. Artinya kata dia, pemerintah sudah bekerja keras. Tapi masih saja ada kebakaran. “Ini menandakan ada kekeliruan dalam aksi tersebut,” sebutnya.

Pangdam juga menjelaskan konsep operasi sebagai solusi. Pertama, rencana program aksi. Melihat kasus ini untuk mengubah mindset masyarakat. Karena masih ada yang memandang membakar merupakan jalan untuk membuka lahan.

“Bila ada perkataan ‘kita jaga alam, alam jaga kita’, maka siapakah yang akan menjaga lahan yang terbakar? Jawabannya adalah orang-orang yang saat ini tengah membakar lahan. Kita harus berhasil membina dan mengubah jalan pikiran mereka,” tuturnya.

Sementara untuk strategi aksi, tidak bisa hanya mengatakan pada tahun ini dan nanti ada kebakaran. Tahun ini dia katakan, akan terjadi Karhutla yang lebih hebat lagi. Jika tidak mampu mengatur perencanaan yang bagus. Mengingat pada 2018, ada beberapa lahan yang belum dibakar.

“Saya katakan demikian, karena berdasarkan pantauan di udara, lahan-lahan tersebut sudah mulai dibabat. Parit-parit sudah dibuat. Tahun 2019, pasti dibakar,” ucapnya.

Dirinya membuat sebuah kerangka perencanaan terkait aksi tersebut. Dalam satu tahun, akan diadakan pembinaan bagi warga agar tidak membakar lahan. Lima tahun berikutnya akan tumbuh kesadaran untuk tidak membakar. “Karena tidak mungkin kesadaran itu timbul dalam satu atau dua tahun,” tutup Pangdam.

Sedangkan Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono menuturkan, tim BNPB RI beruntung datang pada bulan ini. Karena masih dalam kondisi hujan. Tahun 2018, tim BNPB datang pada Agustus saat Karhutla sudah terjadi. “Saat itu kami sudah melakukan langkah-langkah preemptive dan preventif dalam mengatasi bencana kabut asap tersebut,” jelasnya.

Dikatakan Kapolda, gambut adalah lahan yang paling sering terbakar. Tahun lalu terdapat sekitar 1.152 hektare lahan gambut terbakar. Masih di bawah tahun 2016. “Cukup banyak saat tahun 2018 saat itu,” ungkapnya.

Langkah-langkah penindakan hukum sudah dilakukan. Untuk langkah represif, kepolisian menahan 30 orang dan telah sampai pada proses hukum. “Kecuali enam orang tersangka yang meninggal dunia,” katanya.

Selain langkah administratif dan hukum, tahun lalu Polda juga telah membuat langkah teknis dalam menangani Karhutla. Membuat embung-embung. Lalu ada sumur artesis dan sekat-sekat. Langkah law enforcement juga telah dilakukan bersama pihak berwenang. “Pengalaman di tahun-tahun sebelumnya harus menjadi perhatian dan pelajaran bersama,” tuturnya.

Ia menyampaikan, hambatan-hambatan yang dialami dalam menanggulangi Karhutla. Di antaranya adalah status lahan yang menjadi sengketa. Sehingga sulit untuk menentukan siapa pemilik sebenarnya.

Selanjutnya, ada pemahaman bahwa dua hektare lahan boleh dibakar. Padahal dalam pembakaran ada syaratnya. Meminta izin kepala desa dan menjaga agar proses pembakaran tidak ke mana-mana. “Serta izin dari BMKG,” jelasnya.

Kemudian, seluruh tersangka yang disidik memiliki alasan melakukan pembakaran karena urusan perut alias mencari makan. Karena kelalaiannya, maka api cepat merambat ke mana-mana. Akhirnya pelaku panik.

Berikutnya, susahnya mencari saksi. Selama ini, polisi hanya mendapat bukti berupa alat-alat yang diduga untuk membakar. Untungnya, berkat koordinasi dengan berbagai pihak, semua bisa diatasi. “Semua ini kami lakukan agar masyarakat sadar akan bahaya kebakaran lahan tersebut,” lugas Kapolda. (banguns/rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*