UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 04 Februari 2019 11:56
Bocah SD yang Tinggal di Gubuk Reyot demi Sekolah
Bersyukur Bisa Sekolah, Walau Tinggal di Pondok Sederhana
TETAP SEMANGAT. Gubuk tempat tinggal Lala dan Mariana di Dusun Sempayuk, Desa Belimbing, Kecamatan Lumar, Bengkayang, Sabtu (2/2). Rizka Nanda-RK

PROKAL.CO, BENGKAYANG- Raut wajah belasan anak-anak tampak bahagia setelah pondok yang mereka tempati dikunjungi Gubernur Kalbar Sutarmidji di Dusun Sempayuk, Desa Belimbing, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang, Sabtu (2/2). Pondok-pondok tersebut dihuni 17 anak-anak asal Desa Setia Budi dan 7 Desa Sentalang, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang.

Dari laman Rakyat Kalbar, anak-anak ini bahkan ada sejak tahun tahun terakhir menempati gubuk yang mereka sebut asrama sementara. Mereka menetap di sana untuk memudahkan menjangkau SDN 04 Sempayuk dan SMP 02 Lumar. Sekolah-sekolah tersebut berjarak puluhan kilometer dari kampung mereka.

Walau menetap di pondok, mereka pun masih tetap harus berjalan kaki sejauh 7 kilometer ke sekolah. Untuk ke sekolah, biasanya mereka turun dari pukul 06.00. Dengan berjalan kaki, sekitar pukul 07.00 lewat sampai di sekolah.

“Sudah dua tahun saya dan teman-teman menetap di sini, kami numpang di lahan warga yang mendirikan pondok ini, tempat kami menginap," kata Lala, siswi SMP 02 Lumar, Sabtu (2/2).

Menurutnya, jika harus berangkat dari Desa Setia Budi menuju Kecamatan Lumar tempat mereka sekolah, perjalanan harus ditempuh sejauh puluhan kilometer. Terlebih, mereka harus melewati jalan setapak dan menyeberangi sungai untuk sampai ke sekolah. "Makanya kami sangat bersyukur bisa tinggal di pondok sederhana ini, untuk bisa tetap bersekolah. Kami juga merasa sangat senang bisa dikunjungi langsung bapak Gubernur Kalbar," kata Lala.

Mariana, siswa SMP 02 Lumar yang juga tinggal di pondok itu menuturkan, mereka menetap di sana dan bertahan hidup seadanya. "Kalau bapak turun berjualan dan belanja di Lumar, pasti singgah ke sini untuk memberikan kami uang Rp20 ribu seminggu,” jelasnya.

Mereka juga dibekali beras dan lauk seadanya untuk bertahan hidup. “Beruntung warga di sini bisa menerima kami dengan baik, walau pun kami hanya menumpang," katanya.

Meski hidup dengan serba kekurangan dan bertahan di gubuk tersebut, sama sekali tak menyurutkan niat mereka untuk tetap bersekolah. Pasalnya, Mariana dan teman seperjuangan lainnya sepakat untuk tetap melanjutkan pendidikan hingga tingkat SMA setelah lulus dari SMP tersebut. "Saya ingin tetap melanjutkan SMA di Bengkayang, kalau sudah lulus nanti," tuturnya.

Ditempat sama, Kepala Desa Setia Budi, Tabrani menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada warga Sempayuk yang telah membantu anak-anak dari desa mereka untuk menetap sementara di sana. Karena akses jalan dari Desa Setia Budi ke Sempayuk memang tidak memungkinkan untuk ditempuh sehari-hari. “Makanya mereka memilih menetap di pondok ini, agar memudahkan mereka ke sekolah," katanya. Dia berharap, ke depan dengan dibangunnya sekolah mini di Desa Setia Budi bisa memudahkan anak-anak untuk mendapatkan akses pedidikan.

Sementara Gubernur Kalbar Sutarmidji mengapresiasi para siswa yang menempati pondok sederhana di Dusun Sempayuk demi menempuh pendidikan. Diketahui, kisah hidup anak-anak tersebut sempat viral di media sosial dan diungkap media massa.

Sutarmidji menyatakan pemerintah akan membangun asrama di sekolah agar anak-anak tersebut tidak terlalu jauh dari tempat tinggal ke lokasi belajar."Yang di kota jangan sampai kalah dengan semangat mereka," pungkasnya. (rizkananda/rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*