UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 03 Februari 2019 13:05
Lima Warga Cabuli Gadis Bawah Umur Selama Dua Hari

PROKAL.CO, SEKADAU- Belum juga reda cerita cabul di Desa Merapi, Kecamatan Sekadau Hilir, warga Kabupaten Sekadau kembali dihebohkan kasus cabul. Kali ini terjadi di Desa Batu Pahat, Kecamatan NangaMahap, Minggu (27/1) lalu.

Tragisnya, korban Kembang Layu (bukan nama sebenarnya), juga masih dibawah umur alias baru berusia 16 tahun. Korban dicabuli lima orang secara bergiliran selama dua hari. Kelima pelaku tersebut adalah, T, R, B, H, dan C yang juga warga Nanga Mahap. Kelimanya berhasil diringkus jajaran Polsek Nanga Mahap, Jumat (1/2) sekitar pukul 11.00 Wib.  “Kelima orang tersebut merupakan warga desa Batu Pahat sebanyak tiga orang dan desa Nanga Mahap dua orang,” ujar Ipda Robert Surianto, Kapolsek Nanga Mahap, Sabtu (2/2). Dua diantara pelaku berinisial R dan H juga masih dibawah umur. Sementara sisanya sudah berusia dewasa.

Robert membeberkan,kronogis singkat pengungkapan kasus mesum itu bermula pada Minggu, 27 Januari 2019 sekitar 08.00 Wib, bertempat di dusun Batu Pahat, korban dijemput oleh pelaku berinisial T. Korban dibawa menuju kerumah pelaku bernama B, yang beralamat di Dusun Batu Pahat.  “Setiba dirumah B tersebut korban disetubuhi oleh para pelaku selama 2 (dua) hari, yakni hari Minggu sampai Senin,” imbuh Robert.

Atas perbuatan pelaku, saat ini kelimanya mendekam di Mapolres Sekadau, untuk penanganan kasus lebih lanjut. “Pelaku sudah kita bawa ke Mapolres Sekadau,” pungkas Robert.

Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi SIK, membenarkan kasus pencabulan tersebut. “Saat ini, kelima pelaku masih kita lakukan pemeriksaan di Mapolres Sekadau,” ujar Anggon. Anggon memastikan, pihaknya akan memproses kasus tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku. Diharapkan kejadian serupa tidak lagi terulang.

Bupati Sekadau, Rupinus SH M Si angkat biacara terkait masalah tersebut. “Kita sangat prihatin dengan kejadian ini. Apalagi kejadian serupa juga baru saja terjadi di Merapi,” ujar Rupinus.

Terkait status korban masih bawah umur, Rupinus mengaku sangat menyayangkannya. Bahkan pelaku juga masih ada yang dibawah umur.  “Ini perlu menjadi perhatian kita bersama, khususnya para orang tua agar lebih hati-hati dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya,” ingat Rupinus.

Rupinus menduga, maraknya kejadian pencabulan, dikarenakan berbagai faktor. Bisa jadi karena pengaruh teknologi, dimana dunia maya sangat mudah di akses, sehingga anak-anak terpacu untuk mengikuti hal-hal yang tidak baik di internet.

Pemerintah daerah, lanjut Rupinus, sudah kerap kali melakukan sosialisasi tentang bahaya kenakalan remaja, termasuk seks bawah umur. Sosialiasi dilakukan oleh pihak PKK maupun instansiterkait lainnya. Namun, hal itu masih belum cukup. “Karenanya, kita berharap pihak sekolah dan lingkungan juga ikut melakukan pengawasan ketat,” pungkas Rupinus. (bdu)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*