UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Jumat, 01 Februari 2019 10:52
22 Pelajar Terjaring di Warkop, Ada yang Sedang Merokok

Pihak Sekolah dan Orang Tua Murid Harus Lebih Ketat Mengawasi

TERJARING RAZIA. Puluhan siswa dinasehati petugasSatpol PP Pontianak, Kamis (31/1)--Andi Ridwansyah

PROKAL.CO, PONTIANAK - Sebanyak 22 pelajar terjaring razia petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak, Kmais (31/1) pagi. Mereka terjaring karena terbukti membolos aatau kabur pada saat jam pelajaran.

Puluhan pelajar yang terjaring itu didapati masih menggunakan pakaian sekolah dan sedang nongkrong di dua warung kopi di Jalan Setia Budi, yakni Warkop Waka Waka dan Kopi Tiam. Sekitar pukul 09.15 Wib.

Selain itu, beberapa diantaranya juga didapati sedang asyik merokok. Saat melihat petugas, beberapa dari mereka ada yang mencoba kabur. Mereka yang terjaring ini pun kemudian digiring petugas ke Mako Satpol PP Kota Pontianak untuk didata dan dibuatkan surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan serupa. Dan, memanggil orangtua mereka masing-masing.

Saat dimintai keterangan oleh petugas, para pelajar ini mengaku jera untuk membolos. Beberapa dari mereja pun ada yang tampak menangis saat dinasehati petugas. AB misalnya. Salah satu pelajar SMK Mandiri yang duduk dibangku kelas XI ini, mengaku jera. Dia mengaku baru kali pertamanya bolos sekolah. "Baru pertama. Karena tadi datang terlambat," katanya kepada Rakyat Kalbar, Kamis (31/1) sekira pukul 10.00 Wib.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegak Peraturan Perundangan Satpol PP Kota Pontianak, Nazaruddin menjelaskan, razia ini dilakukan berawal dari informasi masyarakat yang resah melihat anak-anak yang seharusnya belajar namun berkeliaran di jam sekolah.

"Ada informasi masyarakat bahwa mereka ini nongkrong di warung kopi pada jam sekolah. Sehingga kita meluncur kesana dan kita temukan ada 22 siswa disana," katanya.

Dari 22 pelajar tersebut, kata Nazarudin, ada dua pelajar yang tertangkap tangan sedang asyik merokok. Hasil pendataan, seluruhnya merupakan pelajar SMA/SMK dari sebelas sekolah yang ada di Pontianak.

"Ada yang SMK, SMA. Laki-laki 16 orang, perempuan enam orang. Ini mereka dijaring saat berada di dua warkop di Jalan Setia Budi. Warkop Waka-Waka ada 19 orang. Warkop Kopi Tiam ada 2 orang," ungkapnya.

Nazarudin mengaku, kasus pelajar yang membolos saat jam pelajaran ini bukan baru kali ini terjadi di Pontianak. Dia pun meyakini pihak sekolah tidak mengetahui bahwa anak didiknya membolos pada jam pembelajaran.

Untuk itu dirinya mengimbau kepada pihak sekolah untuk lebih ketat mengawasi anak didiknya. "Seharusnya pihak sekolah membuat aturan yang keras untuk ketertiban muridnya. Pihak sekolah juga harus mengawasi anak muridnya itu," ujarnya.

Kepada pemilik warung kopi dan warnet yang menjadi sasaran tempat untuk membolos, agar tidak menerima pelajar pada jam belajar. "Karena ada aturan yang tidak membolehkan itu,” jelasnya.

Kini, para pelajar yang terjaring sudah dijemput orangtuanya masing-masing. Mereka diwajibkan menandatangani surat pernyataan siap untuk mengawasi anak.

"Jadi yang bisa menjemput mereka adalah orang tua atau pihak sekolah. Pihak sekolah harus tahu. Orang tua juga dibuatkan surat pernyataan siap mengawasi anak," timpalnya.

Nazar mengaku, razia ini akan terus dilakukan. "Kita setiap hari lakukan. Namun tidak kita temukan. Kita biasanya di bawah saja ternyata mereka di lantai atas," katanya.

Salah satu orangtua murid yang terjaring razia ini mengaku kecewa atas kelakuan anaknya. Ditemui di Mako Satpol PP Kota Pontianak, Seorang ibu yang enggan disebutkan namanya ini tampak kecewa dengan anaknya yang masih duduk di kelas XI di salah satu SMA swasta.

"Mereka tidak mikir susahnya orang tua banting tulang nyari uang untuk biaya sekolah," keluhnya di hadapan para pelajar yang terjaring razia.

“Kita di rumah capek masak, cari uang untuk mikirin biaya sekolah, tapi anaknya malah seperti ini. Saya tidak hanya bicara soal anak saya, namun untuk semuanya. Pastinya semua orang tua anak-anak ini perasaannya sama seperti saya, sedih dan kecewa,” timpalnya.

Wanita berjilbab ini mengaku mengetahui bahwa anaknya terjaring setelah mendapat telepon dari pihak sekolah yang sebelumnya mendapat laporan dari Satpol PP kota Pontianak.

"Kita sebagai orang tua jelas ingin yang terbaik untuk anak-anak, tapi semuanya tergantung kepada anaknya lagi. Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya berbuat yang menyalahi aturan,” tutupnya.

Razia pelajar yang dilakukan Sat Pol PP Pontianak, kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono merupakan salah satu upaya untuk menekan penyakit masyarakat yang menyebabkan pelanggaran-pelanggaran.

"Pelajar ini kan harusnya di sekolah saat jam sekolah, bukan nongkrong di warung kopi, di taman atau main game," ujar Edi.

Menurut Edi, kasihan orang tua dari siswa tersebut. Karena telah percaya anaknya pergi ke sekolah tetapi rupanya berada di warkop. Jadi dengan adanya razia tersebut, Satpol PP juga ikut terlibat memberikan pelajaran.

"Dan orang tua serta sekolah harus benar-benar menjaga anaknya. Bahkan pemilik warung kopi harus mengingatkan anak-anak jangan ada yang nongkrong di jam sekolah," pesannya.

Interogasi sangat diperlukan untuk mengecek apa sebab sampai anak-anak itu berada di warkop. Tujuannya apakah memang benar mereka ini bolos atau karena tidak ada mata pelajaran. "Tetapi jika benar-benar bolos maka harus ada sanksi," tegasnya. (and/lid)


BACA JUGA

Minggu, 17 Maret 2019 10:12

Guru Honorer Ngambek, Begini Kata Gubernur Sutarmidji

PONTIANAK- Gubernur Kalbar Sutarmidji menanggapi protes para guru honorer daerah…

Minggu, 24 Februari 2019 12:16

Ayo..!! Sayangi Parit Cintai Sungai Kapuas

 Gerakan Senyum Kapuas (GSK) merupakan salah satu komunitas yang konsen…

Minggu, 24 Februari 2019 12:14

Mahasiswa Bela Guru Honorer

Dalam rangka rakornas IMAKIPSI (Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:32

Sebanyak 2.195.593 Lembar Surat Suara Tiba di Pontianak, Langsung Kirim ke Sambas

PONTIANAK- Surat suara untuk pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019 mulai…

Jumat, 15 Februari 2019 11:17

Pengendara Mobil Mesti Waspada, Ada Teror Lempar Batu di Jalan Raya Jungkat

PONTIANAK- Kaca depan minibus bernomor polisi KB 1728 HQ, retak…

Kamis, 07 Februari 2019 11:38

MEMBARA..!! Gudang Mebel di Sungai Raya dan 5 Ruko di Tanjungpura

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, gudang maebel di Gang Tantri Kencana,…

Senin, 04 Februari 2019 11:54

Pengikat Tersangkut, Crane Pengangkat Boiler PT SJAL Tumbang

PONTIANAK_ Crane yang mengangkat alat boiler dari KM Power Jet…

Sabtu, 02 Februari 2019 11:01

Relawan Caleg Demokrat Diserang, Polisi Tetapkan Sg Sebagai Tersangka

PONTIANAK- Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir memastikan penanganan…

Jumat, 01 Februari 2019 10:58
Perjalanan Kasus Penyerangan dan Pengrusakan Atribut Partai Demokrat di Rasau Jaya

Relawan Buat Laporan ke Bawaslu

PONTIANAK- Penyelesaian perkara penyerangan terhadap relawan Dessi Fithri Anggraeni, Caleg…

Jumat, 01 Februari 2019 10:57

Usai Diservis, Mobil Mirna Terbakar

PONTIANAK- Mobil jenis Daihatsu Xenia tiba-tiba terbakar di Jalan Ahmad…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*