UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Kamis, 10 Januari 2019 10:05
AYO SAMA-SAMA..!! Perangi Narkoba, Kepolisian Tak Bisa Bekerja Sendiri
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, kejahatan narkoba adalah tindak kejahatan yang spesifik bersifat khusus. Kepolisian yang berdinas di Satuan Narkoba harus melakukan langkah ekstra untuk mencari, menemukan dan membuktikan bahwa telah terjadi penyalahgunaan atau peredaran narkoba. Sehingga baru bisa dilakukan proses penyidikan.

"Kalau pidana umum, kejadian terjadi, lapor, baru menindaklanjuti. Kalau kita ini penegakan hukumnya sifatnya proaktif, mencari, menemukan, memproses," ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes Pol Gembong Yudha, ditemui Rakyat Kalbar di ruang kerjanya, Rabu (9/1).

Langkah proaktif kepolisan ini adalah untuk menekan peredaran narkoba dengan sasaran utamanya mulai dari kelas kurir, pengecer, penjual, bandar kecil/besar, pemodal, sampai ke jaringan atas alias bosnya. Termasuk penanganan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"TPPU ini tujuaannya biar mereka tidak ada modal lagi, kita matikan semua selnya," jelasnya.

Mantan Kasubbagopsnal Dittipidnarkoba Bareskrim Polri ini memaparkan, selain langkah proaktif, kepolisian juga melakukan upaya preemtif dan preventif, yakni pencegahan dini terjadinya penyalahgunaan narkoba. Misalnya di sekolah, lingkungan masyarakat, tempat kerja, melalui penyuluhan. Gembong mengatakan, BNN salah satu mitra kerja direktoratnya, karena memiliki bidang rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat. Pihaknya juga merangkul para pemangku kepentingan yang memiliki anggaran khusus untuk masalah narkoba ini. Untuk itu, dalam permasalahan ini penegakan hukum, pencegahan, rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat, harus berjalan bersama.

"Porsinya harus sama, tidak ada yang menonjol. Tidak boleh ada ego sektoral," ucapnya.

Gembong mengatakan, narkoba ini sangat kompleks penanganannya. Untuk perangi narkoba, kepolisian pun tidak bisa berkerja sendiri. Jika berjalan sendiri, permasalahan ini tidak akan tuntas.

"Ini harus seiring sejalan, kita tegas terhadap peredaran, kita memperbanyak pencegahan, tetapi kita tidak boleh lupa, korban ini harus dilakukan rehabilitasi," tuturnya.

Para pencandu narkoba di Kalbar, kata dia, sudah seharusnya menjadi target utama pemerintah. Mereka harus disembuhkan. "Pemerintah harus konsen di situ (rehabilitasi). Sebab itu salah satu jalan untuk memutus mata rantai antara pemakai dan penjual," ujarnya.

Gembong mengungkapkan, tindak pidana narkoba ini bisa dikatakan kejahatan tanpa korban. Sebab pengguna barang candu itu sengaja merusak dirinya. "Kalau kriminal umum itu kan misalnya ditodong, dibunuh. Ini (kejahatan narkoba) orangnya beli, pakai duit sendiri, merusak sendiri, karena korbanya pemain narkoba juga," tuturnya.

Gembong menjelaskan, orang yang dulunya sebagai korban penyalahgunaan narkoba itu harus ditangani baik dengan proses rehabilitasi. Jika tidak, efek ketergantungannya berlanjut.

"Jika rehabilitasi itu berhasil, korban tidak akan mencari barang candu itu lagi. Peredaran narkoba akan menurun, karena tidak laku dan tidak ada konsumennya," jelasnya.

Orang yang direhab tersebut, lanjut Gembong, harus tuntas dan tidak boleh setengah-setengah. Jika rehabilitasi ini gagal, korban akan mencari barang itu lagi. Korban inilah sebagai pangsa potensial oleh para pejahat candu.

"Dia (narkoba) akan masuk dengan berbagai cara, sehingga kita akan kerja lagi untuk melakukan pemberantasan," ujarnya.

Dan, ketika pencandu tidak mempunyai atau memiliki uang untuk membeli narkoba, tidak menutup kemungkinan ikut bermain ke dalam sendikat peredaran narkoba. Dijadikan kurir salah satunya.

"Untuk memenuhi kebutuhannya dia akan rela menjadi kurir. Bahkan dia bisa berpikiran bahwa itu bisnis yang bagus. Sekalian makai, dia cari untung juga," pungkas Gembong. (amb/rk)


BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*