UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Minggu, 23 Desember 2018 12:34
Gas Subsidi Tak Tepat Sasaran
SIDAK ELPIJI. Sandy Rahadian saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sebuah rumah makan beberapa waktu lalu. Bangun Subekti-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Otoritas distribusi elpiji buka suara terkait sengkarut penyaluran bahan bakar gas itu. Bahwa Pertamina hanya berperan sebagai operator dalam penyaluran gas, terutama yang bersubsidi.   “Artinya, kami hanya mendistribusikan dan mengawasi,” jelas Executive LPG PT Pertamina Pontianak, Sandy Rahadian, ditemui Rakyat Kalbar, Jumat (21/12).

Dikatakannya, pencabutan izin operasi dilakukan bila pangkalan penyaluran gas berada dalam lingkup perjanjian dengan Pertamina. Sedangkan bagi warung-warung atau penyalur-penyalur kecil, yang menjual lagi gas yang dibeli dari pangkalan, Pertamina tidak bisa menindaknya.

 “Kami menindak pangkalan dengan cara menegur hingga pencabutan izin operasi, sedangkan yang di luar itu (warung sembako dan lain-lain) menjadi ranah aparat untuk menindak,” ungkap Sandy. Imbuh dia, “Seperti yang kasus kemarin itu, dimana ditemukan pangkalan liar yang menimbun gas elpiji, itu sudah ranah polisi”.

Disinggung mengenai distribusi gas yang terkesan tidak tepat sasaran, Sandy mengatakan, aturan yang mengatur distribusi gas menyatakan bahwa distribusi bersifat terbuka. “Jadi seandainya satu orang yang harusnya boleh mengambil maksimal 2 tabung di satu pangkalan, dia bisa mengambil tabung gas di pangkalan lain,” ucap Sandy.  Sebenarnya, ia menerangkan, pembatasan satu orang maksimal dua tabung juga bertujuan untuk menghindari penimbunan. “Karena orang tersebut akan dimasukkan dalam data,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah Pertamina pernah melakukan survey untuk menentukan bahwa penduduk tersebut layak atau tidak untuk mendapat gas bersubsidi, ia menjawab saat ini pihaknya sedang berusaha untuk melakukan hal tersebut. Karena saat ini Pertamina hanya memberi arahan kepada masyarakat mana gas yang seharusnya dipakai oleh mereka.

 “Jadi kembali kepada moralitas masyarakat, kami hanya bisa mengarahkan saja, hasil akhir kami kembalikan kepada warga yang bersangkutan, jadi dari situlah ada kabar bahwa Pertamina tidak tepat sasaran dalam distribusi gas bersubsidi,” aku Sandy.  Kalau pun ada survey, ia menegaskan, pihaknya jamak berkoordinasi dengan camat. Untuk mendapatkan data jumlah warga di wilayah yang disurvey.

 “Namun untuk detail apakah warga tersebut miskin atau tidak, kami belum sampai ke ranah itu, kami juga tidak bisa memaksa warga harus menggunakan gas bersubsidi atau yang tidak bersubsidi, ” tukasnya.

Ditegaskannya, Pertamina tidak pernah mengurangi pasokan gas elpiji bersubsidi. Setiap hari bahkan mendistribusikan kurang lebih 22.500 tabung gas bersubsidi itu.

 “Baik gas bersubsidi mau pun tidak bersubsidi, hasil dari penjualan itu akan memberi keuntungan bagi perusahaan. Mengurangi gas bersubsidi sama saja kami mencari rugi,” ujar Sandy.

Setakat ini, Pertamina Pontianak tengah mengevaluasi apa saja yang perlu dibenahi. Sandy menyebut, pertanyaan Rakyat Kalbar terkait survey warga kurang mampu, yang berhak mendapat gas bersubsidi, pun akan menjadi bahan untuk ditinjau.  “Dari apa yang disampaikan gubernur, wali kota, dan semua pihak, akan menjadi bahan evaluasi kami untuk bisa optimal dalam menyelesaikan permasalahan gas elpiji bersubsidi tersebut,” pungkasnya.. (Bangun Subekti/rk)

 


BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*