UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 22 Desember 2018 11:29
Dugaan Tipikor Dana BOS dan BOP SDLB Negeri 25 Sintang
Ruangan Kepsek "Dihambur" Kejari Sintang
GELEDAH. Petugas dari Kejari Sintang menggeledah ruangan Kepsek SDLB 25 Negeri Sintang, Jumat (21/12)--Saiful Fuat

PROKAL.CO, SINTANG- Diberitakan Rakyat Kalbar, lima orang Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Sintang, melakukan pengeledahan di beberapa titik ruangan SDLB Negeri 25 Sintang, Jumat (21/12), sekira pukul 9.30 WIB.

Pengeledahan itu dilakukan sebagai tindak lanjut dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dana BOS dan BOP dari tahun 2014 hingga 2018 oleh Kepsek SDLB Negeri 25 Sintang berinisial DI.

Pantauan Rakyat Kalbar, adapun ruangan yang digeledah diantaranya, ruangan Kepsek, perpustakaan dan rumah dinas Kepsek yang berada tepat di belakang sekolah tersebut. Penggeledahan itu turut disaksikan Kepsek yang bersangkutan.

Tumpukan berkas dokumen pun tampak diamankan oleh pihak Kejari Sintang sebagai barang bukti untuk menindaklanjuti dugaan Tipikor tersebut.

"Dari pengeledahan ini kita sita beberapa dokumen pertanggungjawaban keuangan," ujar Kasi Pidsus Kejari Sintang, Agus Eko Wahyudi, yang memimpin pengeledahan tersebut.

Agus mengatakan, dari dugaan korupsi tersebut, kerugian negara diperkirakan capai Rp300 juta. Usai melakukan pengeledahan, Kepsek yang sudah ditetapkan sebagai tersangka langsung dibawa ke kantor Kejari Sintang untuk diminta keterangan lebih jauh.

"Kita lihat perkembangan ke depan, apakah tersangka akan langsung ditahan atau bagaimana. Tergantung hasil pemeriksaan yang akan kita lakukan," terangnya.

Disinggung waktu pengeledahan dilakukan pada hari libur, ia menegaskan itu semua sebagai upaya agar tak menganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut. "Makanya waktu libur ini yang tepat untuk dilakukan pengeledahan," jelasnya.

Sementara, tersangka DI saat ditanya Rakyat Kalbar, enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan bahwa ada yang melaporkan perihal kasus yang kini menimpanya.

Sebagaimana diberitakan Rakyat Kalbar sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Syahnan Tanjung mengatakan, bahwa dugaan Tipikor Kepsek itu sudah berlangsung lima tahun lalu, atau sejak tahun 2014. Terkait penyalahgunanan dana BOS, dana akreditasi, dana BOP dan dana rehab kantor sekolah.

"Kerugian masih dalam perhitungan, tapi gambaran awal sekitar 300 juta rupiah. Tersangka juga masih terindikasi satu. Tapi saksi-saksi sudah ada 25 orang yang diperiksa, diantaranya orang tua murid, guru-guru dan bendahara," kata dia. (Saiful Fuat/rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*