UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 19 Desember 2018 12:47
Kalbar Waspada Banjir, Amankan Stok Beras

Siap Didrop Dalam Keadaan Darurat

Banjir di salah satu kabupaten di Kalbar beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Musim hujan mulai berdampak terhadap beberapa wilayah di Kalimantan Barat. Beberapa kabupaten/kota di Kalbar sudah dilanda banjir.  Kapala Dinas Sosial (Dinsos) Kalbar, Yuline Marhaeni menuturkan, pihaknya telah menyiapkan stok beras yang cukup untuk disalurkan jika sewaktu-waktu keadaan darurat. Mengingat sekarang banjir mulai terjadi dimana-mana di wilayah Kalbar. Pihaknya sudah memantau secara langsung laporan mengenai kondisi ini.

Yuline mengatakan seperti dilansir Rakyat Kalbar, saat ini Dinsos Kalbar sudah mendrop beras ke masing-masing kabupaten sebagai stok. "Jadi seluruh kabupaten/kota itu dari provinsi sudah mendrop, nanti kalau kurang baru mereka bikin surat ke kami lagi dan kami akan mendistribusikan," ujarnya, Selasa (18/12).

Sejauh ini, pihaknya hanya memiliki baper stok beras. Untuk yang lain baper stoknya masih kosong. Karena belum didrop dari kementerian sosial.

Sementara untuk daerah rawan beberapa diantaranya Kabupaten Landak yang belum lama ini beberapa wilayahnya terendam banjir. Kemudian Sanggau dan Kapuas Hulu juga kerap dilanda banjir parah. Sehingga berdampak sangat besar bagi masyarakat. Lantaran bisa menghentikan aktivitas warga dalam waktu cukup lama akibat banjir.  "Kami juga sering berkoordinasi dengan kabupaten/kota, terkait persoalan banjir ini, terkait bagaimana stok khususnya beras namun rata-rata masih ada,” tuturnya.

 “Nanti kalau kekurangan mereka pasti akan menyampaikan kepada kami. Di baper stok kami memang hanya beras dan itu tersimpan di bulog," timpal Yuline.

Sementara Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan, dirinya sudah bertemu Wakil Bupati Landak Herculanus Heriadi. Guna menyikapi persoalan banjir yang melanda Landak.

"Saya sudah ketemu Wakil Bupati Landak. Ajukan saja apa yang bisa kita bantu. Terutama masalah pangan, kita ada dana PTP," sebutnya.

Pria yang karib disapa Midji ini menegaskan, jika memang kondisi mendesak dana tersebut pasti dicairkan guna membantu beberapa wilayah terendam banjir. "Kalau memang mendesak akan kita keluarkan. Itu Landak, Mempawah, Kapuas Hulu," katanya sambil menyebut beberapa wilayah yang acap mengalami banjir parah.

Midji juga menekankan agar BPBD segera menyurati soal kebutuhan apa saja yang diperlukan di lapangan dalam upaya menanggulangi ancaman banjir yang mulai terasa sejak sebulan terakhir ini. "Saya minta BPBD agar menyurati kita segera terkait apa yang dibutuhkan, saya rasa sih pangan. Sambil evaluasi apa penyebabnya," katanya. Ia menyebutkan, beberapa daerah memang rawan ancaman banjir menjadi konsentrasinya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kalbar TTA Nyarong menuturkan, tugas Pokok BPBD kabupaten/kota telah dilaksanakan dengan baik. Sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2012, penekananannya agar  koordinasi semua pihak (Balai Sungai, SARNAS, TNI dan POLRI dan Dinas Badan terkait di daerah masing-masing). Segera buat Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir, Puting Beliung dan Tanah Longsor di masing-masing wilayah. "Sampai sekarang baru ada 2 Bupati yang buat status tersebut yaitu Kabupaten Bengkayang dan Mempawah," terangnya.

Ia mengimbau agar daerah segera membuat rencana kebutuhan dasar untuk membantu korban terdampak bencana terutama banjir. "Tentukan langkah evakuasi bersama Satgas yang dibentuk," serunya.

Nyarong juga mengimbau masyarakat selalu waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu serta hujan deras seperti saat ini. “Beritahu masing-masing anak yang bermain di sungai, jangan dululah bermain di daerah rawan banjir," pesannya. Kepada pemerintah kabupaten/kota, Nyarong juga meminta agar mendorong BPBD menyiapkan Status Tanggap serta menyediakan pendananaan BTT (Belanja Tidak Terduga).  (Rizka Nanda/rk)

 


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 12:20
Sebagian Potret Bangunan Sekolah Dasar di Kalbar

Tidak Layak Jadi Ruang Cerdaskan Anak Bangsa

Tak heran Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar jauh tertinggal dari…

Selasa, 22 Januari 2019 12:16

Kapal Motor Tenggelam, 8 Ditemukan Tak Bernyawa, 4 Hilang

PUTUSSIBAU- Rakyat Kalbar memberitakan, pencarian 12 korban hilang tenggelamnya kapal…

Kamis, 17 Januari 2019 11:41

KENAPA INI..!! Sebelas Pria Terkapar, Satu Sudah Tak Bernapas

PUTUSSIBAU-  12 karyawan pupuk dan anak buah kapal (ABK) Sri…

Selasa, 15 Januari 2019 10:22

Mau Diselundupkan ke Malaysia, Arwana Senilai Rp 2 M Diamankan

ENTIKONG- Petugas perbatasan berhasil menggagalkan penyelundupan 4.500 ekor anak ikan…

Sabtu, 12 Januari 2019 14:24

Gubernur ‘Ancam’ Kepala Dinas

 PONTIANAK- Pelayanan publik SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar masih…

Sabtu, 12 Januari 2019 11:33

Tunda Eksekusi Lahan Sengketa, Berniat Tertibkan Oknum Nakal

JAKARTA – Kodam XII/Tanjungpura memastikan bahwa Jumat (11/1) sama sekali…

Kamis, 10 Januari 2019 10:55

Tahun Lalu Saja, di Pontianak Ribuan Perempuan Menjanda

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, sepanjang tahun 2018, Pengadilan Agama Kelas…

Kamis, 10 Januari 2019 10:27

13 Rumah Sakit di Provinsi Ini Belum Terakreditas

PONTIANAK - Sebanyak tiga belas rumah sakit (RS) di Kalimantan…

Kamis, 10 Januari 2019 10:16
Satpol PP Pontianak Sita 31 Tabung Gas Bersubsidi

AWAS..!! Selewengkan BBM Premium, Pengawas SPBU dan Spekulan Terancam 3 Tahun Penjara

PONTIANAK- Julmadi alias Jul, tak bisa mengelak lagi. Pria 34…

Kamis, 10 Januari 2019 10:13

KENAPA INI..?? Sudah Tersangka, Kepsek SDLB Sintang Belum Ditahan

SINTANG- Diberitakan Rakyat Kalbar, sejak dilakukan pengeledahan oleh Satuan Khusus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*