UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Senin, 10 Desember 2018 10:47
Begini Kreativitas Petani Jeruk Sambas di Kubu Raya, Bangun Wisata Agro

Perubahan Pola Tanam Tingkatkan Produktivitas

Kabupaten Kubu Raya mulai mengembangkan jeruk Siam. Salah satunya di Desa Kali Mas Tengah. Di sana, terdapat sebuah kebun seluas 100 hektar dengan kapasitas 1.400 pohon jeruk Siam.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, pola tanam komoditas jeruk Siam atau yang lebih dikenal dengan jeruk Sambas berubah. Salah satu buah andalan Kalbar ini pun kini diklaim kian besar produksinya.

“Dulu konsepnya adalah panen raya, sehingga buah membanjiri pasaran, dampaknya harga menjadi anjlok dan petani rugi karena hasil penjualan tidak menutupi biaya produksi,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kalbar, Heronimus Hero, di Pontianak, Sabtu (8/12).

Efeknya, tidak heran banyak jeruk yang sengaja dibiarkan membusuk. “Tetapi sekarang berbeda, mereka telah menerapkan panen bertahap sehingga hasil ada terus setiap bulan,” jelasnya. Sambung Hero, inilah jawaban kenapa beberapa tahun terakhir Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, sebagai sentra jeruk Siam di Kalbar, produksi jeruknya stabil.

Ia mengatakan, harga jeruk Sambas inipun terus stabil di angka Rp14.000-18.000 per kilogramnya. Tidak hanya dipasarkan di Kalbar saja, jeruk Sambas juga telah dikirim ke daerah lain.

“Apalagi sekarang ditambah untuk industri hilirnya mulai ada, seperti pembuatan sirup, ini membuat nilai tambah,” jelasnya.

Kemudian, ia melanjutkan, kabupaten Sambas setakat ini tidak menjadi satu-satunya daerah penghasil jeruk. Kabupaten Kubu Raya pun mulai mengembangkan jeruk Siam. Salah satunya di Desa Kali Mas Tengah. Di sana, terdapat sebuah kebun seluas 100 hektar dengan kapasitas 1.400 pohon jeruk Siam.

"Hidup dan rasanya tidak jauh berbeda dengan jeruk yang berasal dari Sambas,” terang Hero.

Pengelola kebun jeruk itu berpikir kreatif. Membuka kebunnya untuk umum. Sebagai destinasi wisata agro. Paket wisata petik jeruk ini diberi nama “Wisata Balek Kampong”.

“Kita ajak pengunjung merasakan sensasi memetik jeruk langsung dari pohon,” ujar Aris Khafila, pengelola kawasan “Wisata Balek Kampong”.

Pengunjung yang datang dan mau memetik jeruk cukup membayar Rp20 ribu. Dengan harga semurah itu, sudah bisa membawa pulang sekilogram jeruk manis pilihannya sendiri. “Nanti sekitar 100 meter dari kebun ini, kita bangun fasilitas untuk berlibur keluarga yang lengkap, sekarang masih tahap pembangunan, sekitar 20 persen,” tandasnya. (Nova Sari/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*