UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 02 Desember 2018 11:21
Ubah Stigma Kampung Beting, Ini yang Dilakukan

Dilema Vonis Mati Pelaku Narkoba

SEMINAR. Ibrahim Chandra menyampaikan materi seminar ‘Bahaya Narkoba Bagi Kaum Muda’ di Gedung Anex, Sabtu (1/12). Rizka Nanda-RK

PROKAL.CO,  PONTIANAK- Stigma terhadap Kampung Beting sebagai tempat peredaran narkoba terbesar di Kalbar harus diubah. Pasalnya, kawasan tersebut tidak lagi mendominasi peredaran narkoba di Kalbar.

"Karena kalau saya bicara narkoba pasti pemikiran kita langsung ke sana (Beting). Kapan hal itu bisa berhenti?" kata Tim Advokasi dan Sosialisasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pontianak, Ibrahim Chandra dalam seminar ‘Bahaya Narkoba Bagi Kaum Muda’ yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak di Gedung Anex, Sabtu (1/12).

Stigma Kampung Beting sebagai peredaran narkoba terbesar di Kalbar merupakan justifikasi yang sudah terlalu dalam. Efeknya bisa merambat kepada psikologis masyarakat di sana. Padahal sudah tidak lagi Kampung Beting dominan peredaran narkoba.  Tapi ada kawasan yang lainnya. "Kalau ini terjadi terus menerus kapan kita bisa berubah. Ini justifikasi yang terlalu mendalam," tukasnya.

Ibrahim juga memaparkan mengenai vonis hukuman mati terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba masih jadi dilema besar berbagai pihak. Ia mengaku pernah berbicara dengan mantan Kapolresta Kota Pontianak Kombes Pol Iwan Imam Susilo perihal dilema hukuman mati. Kata dia, Iwan menjelaskan, dalam menetapkan vonis hukuman mati harus dilihat terlebih dahulu latar belakang tersangka. "Beliau bilang sama saya, Ketika sebutir peluru bisa mematikan seseorang ada kebanggaan. Siapa korban itu, dia seorang suami, bapak, dan tulang punggung keluarga," ceritanya.

Sehingga ia menyimpulkan dalam penetapan vonis harus jeli membedakan siapa bandar, pengedar, pengguna, dan kurir. "Pengguna itu korban. Kurir juga korban. Yang harus kita berantas ini bandarnya, dan ini sulit," tutup Ibrahim.

Sebelumnya, saat membuka seminar, Wakil Dekan III Fisip Untan Pontianak Nurwijayanto menuturkan, para mahasiswa harus kritis bertanya apapun tentang tema yang diangkat. Saat ini jika melihat pemberitaan di media massa, narkoba sudah menjadi masalah nasional bahkan internasional. Sasarannya generasi muda. “Siapa lagi yang bisa menangkal kalau bukan dari kita," katanya saat memberi sambutan.

Ia menuturkan mahasiswa adalah generasi muda yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Jika saat ini sudah terlibat narkoba bagaimana mau membangun dan melakukan perubahan di Indonesia. Ia pun mengimbau kepada seluruh mahasiswa jangan sampai terlibat narkoba. Kalau sudah terjebak narkoba akan pasti sulit keluar. “Siapapun yang menawarkan untuk coba-coba harus berani katakan tidak terhadap narkoba," pungkas Nurwijayanto. (riz/rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .