UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 30 November 2018 10:54
Konferensi Ketemenggungan Internasional di Sintang
Diharapkan Jadi Pemersatu Hukum Adat Dayak
PENYAMBUTAN. Datang di pembukaan Konference Ketemenggungan Internasional, Wakil Bupati Sintang Askiman disambut tarian Dayak di Gedung Pancasila Sintang, Rabu (28/11) malam. Saiful Fuat-RK

PROKAL.CO, Kabupaten Sintang menjadi tuan rumah Konference Ketemenggungan Internasional. Pembukaan kegiatan di Gedung Pancasila Sintang, Rabu (28/11) malam.

 

Saiful Fuat, Sintang

RATUSAN tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri tampak hadir di malam itu. Mereka disuguhi teatrikal yang disajikan oleh Pemuda Tariu sebelum acara pembukaan dimulai. Ratusan pemuda tersebut mengenakan sirad atau kain panjang yang dililit dan disimpulkan di pinggang.

Kain tersebut merupakan celana bagi kaum pria pada masa lampau. Sebagian besar mereka juga mengikat kepala dengan kain merah. Diberi hiasan daun sabang merah.

Usai penampilan pembukaan, Wakil Bupati Sintang, Askiman yang memprakarsai pelaksanaan kegiatan dalam sambutannya mengatakan, bahwa konferensi ini sebagai upaya untuk menghormati dan memperkuat keberadaan temenggung adat.  “Saya atas nama Pemda Sintang mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta,” ujarnya.

Konference Ketemenggungan Internasional ini sangat strategis. Menjadi sejarah bagi Kabupaten Sintang. Kegiatan bertema ‘Melalui Konferensi Temenggung Internasional, Kami Menjaga dan Melestarikan Sistem Hukum Adat Dayak sebagai Tolak Ukur dalam Berperilaku dan Bersikap Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Sang Pencipta, Sesama Mahluk Ciptaan dan Alam’.

 “Sebuah slogan berkumandang di seantero ruangan dengan ratusan orang yang hadir, Betungkat ke adat basa, bepegai ke pengatur pekara," katanya.

Peran dan kiprah temenggung adat sangatlah penting. Salah satunya, para temenggung diharapkan dapat menjadi kekuatan dari sistem kontrol sosial dan instrumen dalam mekanisme penyelesaian konflik lokal.   “Para temenggung dapat menjadi mitra pemerintah, dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial yang beradap dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal," terangnya.

Dia berharap, konferensi ini dapat menghasilkan suatu kesepakatan dan keputusan bersama. “Yang akan membawa peningkatan kiprah para temenggung di tengah masyarakat,” harap Askiman.

Konference Ketemenggungan Internasional dibuka Staf Ahli Bidang Sosial dan SDM Pemprov Kalbar, Syawal Bondores. Mewakili Gubernur Kalbar, Syawal mengatakan, keberadaan temenggung sebagai pelaksana dalam mengurus hukum adat Dayak merupakan hal yang sangat diperlukan. Temenggung merupakan seorang fungsionaris yang menegakkan hukum adat Dayak.

 “Temenggung menegakkan hukum adat dengan cara menimbang dan memutuskan serta meletakkan sanksi adat, dengan sepatut-patutnya serta seadil-adilnya,” tuturnya.

Menurut Syawal, keberadaan temenggung belum kukuh. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat belum mengetahui hal ikwal ketemenggungan. Sehingga muncul ekses negatif terhadap temenggung di kalangan masyarakat Dayak. "Ada pula muncul ungkapan, temenggung adat Dayak melakukan komersialisasi terhadap hukum adat,” sebutnya.

Ia berharap usai terselenggaranya kegiatan ini, dapat mengukuhkan keberadaan para temenggung. Pengukuhan ini diharapkan dapat menjadikan para temenggung mampu menjalankan fungsinya untuk menegakkan hukum adat yang berlaku dalam masyarakat Dayak. Juga diharapkan hasil konferensi ini akan dapat meningkatkan ketaat hukum dalam masyarakat. “Semoga para temenggung ini dapat membawa kehidupan masyarakat adat Dayak ke arah yang lebih baik dan sejahtera,” lugas Syawal.

Ketua Panitia Penyelenggara, Abdul Syufriadi mengatakan, bahwa konferensi ini bertujuan untuk menjadi sarana bertemu para temenggungan. Untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab temenggung. Selain itu, keberadaan temenggung merupakan tanggung jawab bersama semua pihak yang peduli pada budaya dan tradisi Dayak.

 “Hal yang ingin dicapai dari konferensi ini ialah memelihara, melestarikan dan menjaga tatanan nilai sosial yang menjadi dasar terbentuknya tata hukum adat yang sejak lama telah menjadi pedoman di dalam bertingkah laku di masyarakat adat,” papar Abdul.

Turut pula hadir pada pembukaan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Ketua DPRD sekaligus Ketua DAD Sintang Jeffray Edward, dan mantan Bupati Sintang Milton Crosby. Hadir pula Asisten Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sintang Henri Harahap, Kepala BKPSDM Palentinus, Kepala Disporapar Hendrika Ika, dan sejumlah perwakilan instansi vertikal. (*)

 


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 12:20
Sebagian Potret Bangunan Sekolah Dasar di Kalbar

Tidak Layak Jadi Ruang Cerdaskan Anak Bangsa

Tak heran Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar jauh tertinggal dari…

Selasa, 22 Januari 2019 12:16

Kapal Motor Tenggelam, 8 Ditemukan Tak Bernyawa, 4 Hilang

PUTUSSIBAU- Rakyat Kalbar memberitakan, pencarian 12 korban hilang tenggelamnya kapal…

Kamis, 17 Januari 2019 11:41

KENAPA INI..!! Sebelas Pria Terkapar, Satu Sudah Tak Bernapas

PUTUSSIBAU-  12 karyawan pupuk dan anak buah kapal (ABK) Sri…

Selasa, 15 Januari 2019 10:22

Mau Diselundupkan ke Malaysia, Arwana Senilai Rp 2 M Diamankan

ENTIKONG- Petugas perbatasan berhasil menggagalkan penyelundupan 4.500 ekor anak ikan…

Sabtu, 12 Januari 2019 14:24

Gubernur ‘Ancam’ Kepala Dinas

 PONTIANAK- Pelayanan publik SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar masih…

Sabtu, 12 Januari 2019 11:33

Tunda Eksekusi Lahan Sengketa, Berniat Tertibkan Oknum Nakal

JAKARTA – Kodam XII/Tanjungpura memastikan bahwa Jumat (11/1) sama sekali…

Kamis, 10 Januari 2019 10:55

Tahun Lalu Saja, di Pontianak Ribuan Perempuan Menjanda

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, sepanjang tahun 2018, Pengadilan Agama Kelas…

Kamis, 10 Januari 2019 10:27

13 Rumah Sakit di Provinsi Ini Belum Terakreditas

PONTIANAK - Sebanyak tiga belas rumah sakit (RS) di Kalimantan…

Kamis, 10 Januari 2019 10:16
Satpol PP Pontianak Sita 31 Tabung Gas Bersubsidi

AWAS..!! Selewengkan BBM Premium, Pengawas SPBU dan Spekulan Terancam 3 Tahun Penjara

PONTIANAK- Julmadi alias Jul, tak bisa mengelak lagi. Pria 34…

Kamis, 10 Januari 2019 10:13

KENAPA INI..?? Sudah Tersangka, Kepsek SDLB Sintang Belum Ditahan

SINTANG- Diberitakan Rakyat Kalbar, sejak dilakukan pengeledahan oleh Satuan Khusus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*