UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 25 November 2018 13:39
Bapak Banting Anak Hingga Tewas
Sebelum Banting Anaknya Hingga Tewas, Pelaku Terlihat Seperti Ini....
Jenazah korban saat disemayamkan.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Abdul Syukur, Ketua RT setempat mengaku tak habis pikir dengan kelakuan Supardi Supratman yang tega membanting anak sendiri hingga tewas. Pelaku, kata Syukur, juga dikenal sebagai pribadi yang baik. Bahkan taat beribadah.  "Dengan keluarganya juga sayang, dengan warga juga bersosialisasi dengan baik," ungkapnya.  Namun, dikatakan Rahmat, ketua RW setempat, pelaku diduga mengidap penyakit gangguan jiwa. "Saya dengar informasi itu dari pihak keluarga," ujarnya, ditemui di rumah duka.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pelaku memang pernah terlibat tindak pidana. Bahkan sempat menjalani hukuman penjara. "Pelaku ini mantan narapidana," ucap Rahmat.

Meski begitu, ia mengakui, perangai pelaku di masyarakat selama ini cukup baik. "Salatnya rajin, orangnya juga baik," jelasnya.  Hamisah akhirnya bisa ditemui beberapa waktu kemudian. Setelah kondisinya mulai membaik. Ia pun membeberkan kronologis kejadian maut tersebut.

Menurutnya, sebelum peristiwa nahas merenggut nyawa anaknya itu terjadi, sang suami sempat mengaji di ruang tamu. Ia sempat memperhatikan bahwa saat mengaji kondisi fisik Supardi kurang baik. Raut wajahnya terlihat pucat. Seperti kelelahan dan tak bertenaga. Lantas, Supardi berbaring di ruang tamu. "Saya suruh pindah ke dalam, dia pun pindah," cerita Hamisah yang tersandar lemas ditemani seorang perempuan paruh baya, di dalam kamarnya.

Saat pindah berbaring di ruang tengah, sang anak sempat bermain dengan ayahnya tersebut. "Anak itu dipeluknya, dicium, saat itu tidak ada gelagat aneh, biasa saja," ucapnya.

Usai mengeloni sang buah hati, Supardi memaksa si anak untuk tidur. Lalu, anak tersebut ia gendong dan dibawa ke teras rumah sebentar.  "Sempat keluar dan menegur tetangga sebelah, sepupu saya juga," tukas Hamisah. Setelah itu, si anak dimasukkan ke dalam ayunan untuk disuruh tidur. Namun, rupanya tidak mau tidur dan menangis.

"Saya mau ambil untuk disusukan, namun katanya  biar jak, tak usah nyusu, biar dinyanyikan katanya," terangnya. Saat itu, Hamisah merasakan gelagat tak biasa dari perilaku suaminya. Sebab, sang suami yang ia kenal tak pernah berlaku kasar kepadanya.

"Saya mulai merasa aneh, kok begini, dia itu tak pernah kasar," bebernya. Karena sang anak tak berhenti menangis, maka Hamisah pun mengambilnya dari dalam ayunan. Dan membawanya ke kamar untuk disusui.   “Saat saya susukan sambil baring, diambil die (suaminya), dibawak keluar rumah, saya pun mengejarnya dan menarik anak itu, mamak mertua saya juga teriak," sebutnya.

Sambung Hamisah, "Akhirnya berebutan, saya takut Putri diapa-apakan, karena dia (Supardi/suami Hamisah) tidak pernah kasar begitu”.

Ketika itulah, peristiwa nahas tersebut terjadi. Sang suami tiba-tiba memuncak emosinya. "Dia marah-marah dan membanting  kepala anak saya, habis itu saya tidak mampu mengingat kejadian lagi," pungkasnya, sembari terus mengusap air matanya.

Ditemui dalam kesempatan terpisah, tetangga yang berseberangan dengan rumah duka, Susi juga merasakan ada yang janggal di diri Supardi sebelum peristiwa tersebut terjadi. “Dimana tak biasanya korban mengaji dengan suara lantang dan seperti berteriak,” ungkapnya. Tak lama, perempuan berusia 40 tahun itu mendengar bunyi hempasan diiringi tangisan dari rumah korban. “Saya pikir anaknya terjatuh,” ucapnya.

Setelah itu, Susi melanjutkan, tampak tetangga berdatangan. Dan ia melihat korban dibopong. Dibawa ke luar rumah dalam kondisi tidak sadar.   “Seketika itu saya baru mengetahui bahwa ayah korban, Supardi Supratman, telah melakukan penganiayaan kepada anaknya sendiri itu,” ungkapnya.

Susi sempat mengarahkan korban untuk segera dibawa ke rumah sakit terdekat. “Namun belum sampai ke rumah sakit, nyawa korban sudah tidak tertolong, sehingga kembali dibawa ke rumah kembali,” jelasnya. Di mata Susi, sebagai tetangga, Supardi dikenal sangat religius dan penyayang kepada anaknya. “Saya sama sekali tidak menyangka bahwa dia tega menghabisi nyawa anaknya sendiri,” tuturnya.

Ia sempat melihat kondisi Supardi usai kejadian itu. Menurutnya, Supardi seolah tidak memiliki beban atas perbuatannya. Hanya termenung.   “Dia duduk di depan masih menggunakan kain sarung, dan baju koko,” terang Susi.

Setelah warga berdatangan, Supardi yang bekerja sebagai sekuriti itu mengganti pakaiannya dengan seragam dinas sekuriti. "Namun, saat hendak pergi, ia kemudian ditahan warga, dan motornya diamankan,” tukasnya.

Sepupu korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pontianak Barat. Yang segera datang untuk mengamankan Supardi.

Kapolresta Pontianak, Kombes Muhammad Anwar Nasir, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada pukul 08.30 WIB. Ia mengisahkan kronologis yang lebih kurang serupa dengan Ketua RT, Ketua RW, serta tetangga korban.   “Menurut saksi, dimana saksinya ini adalah si istrinya sendiri, kemudian satu adik iparnya, juga melihat tiba-tiba si bapak seperti kerasukan,” terangnya.

Lanjut Anwar, tersangka kemudian mengambil paksa anak tersebut dan dibawa ke belakang rumahnya. Kemudian memegang kaki anaknya, dan menghentak-hentakkan bahkan menghempaskan anaknya itu berkali-kali.

 “Saksi berupaya untuk melerai dan mengambil, namun tidak kuasa tidak kuat sambil teriak juga ke tetangga, namun korban pun sudah tak terselamatkan,” jelasnya. Sebagai catatan, Kapolres Pontianak yang belum lama ini dilantik tersebut menyebut, pelaku pernah melakukan pembunuhan kepada warga di wilayah hukum Polres Sanggau.

Menurut pengakuan adik iparnya, Anwar mengatakan, pelaku sebenarnya sangat sayang kepada anaknya. “Adik iparnya bilang seperti kerasukan tetapi nanti kita dalami lagi apa motif dari tersangka ini,” tegasnya. Saat ini, pelaku sudah diamankan Satreskrim Polresta Pontianak. Untuk diproses lebih lanjut. “Dia kita jerat dengan pasal 338 KUHP,” tandas Anwar. (Abdul Halikurrahman, Andi Ridwansyah/rk)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 00:51

TEGAS..!! Hashim: Prabowo Ingin Hapus Pancasila, Itu Fitnah

SINTANG-Beredar isu Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto akan…

Kamis, 21 Maret 2019 00:48

Ini Dia Jalur Favorit Sabu Malaysia Masuk Indonesia

PONTIANAK-RK. Kalbar menjadi daerah perlintasan utama penyelundupan narkoba dari negeri…

Kamis, 21 Maret 2019 00:45

DUH MIRIS..!! Masi Ada Nelayan yang Gunakan Trawl

PONTIANAK — Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar tidak pernah mengeluarkan…

Kamis, 21 Maret 2019 00:44

Mantan "KPK"-nya Malaysia Punya Pendapat Soal KPK Indonesia, Apa Itu..?

PONTIANAK— Penanganan tindak pidana korupsi di Kalimantan Barat (Indonesia) dengan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:49

Jembatan Kembar Landak Ditargetkan Selesai April

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono optimistis pengerjaan…

Minggu, 17 Maret 2019 10:19
100 Kg Sabu dan Ekstasi di Kotak Ikan

Penangkapan Besar Bukan Hal Baru di Kalbar

PONTIANAK  - Penyelundupan narkotika ke Kalimantan Barat (Kalbar) masih marak.…

Minggu, 17 Maret 2019 10:17

100 Kg Sabu dan Ekstasi di Kotak Ikan

PONTIANAK- Mengelabui aparat, 100 kilogram (Kg) sabu dan ekstasi disimpan…

Minggu, 17 Maret 2019 10:02

Jembatan Putus, Akses Sambas-Bengkayang Lumpuh

SAMBAS - Akses jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Sambas dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:06

Istri Tersangka Teroris Syok

PONTIANAK - Penangkapan tersangka teroris berinisial PK alias SS, pada…

Selasa, 12 Maret 2019 13:45

Terduga Teroris Hendak Rampok Bank

PONTIANAK – Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*