UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 17 November 2018 13:44
Kalbar Jalur Favorit Menuju Malaysia
Kasus TPPO, Kalbar Tertinggi Ketiga se Indonesia
KASUS TPPO. Irjen Pol Didi Haryono didampingi Direktur Reskrimum Kombes Pol Arif Rachman, KPPAD Kalbar, BP3TKI Pontianak, Kasi Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kalbar merilis kasus TPPO dan penipuan arisan online di Malpolda Kalbar, Jumat siang (16/11). Ambrosius Junius-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Bagi pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Kalbar menjadi salah satu jalur favorit menuju Malaysia. Akibatnya kasus TPPO di Kalbar masih marak.

Rakyat Kalbar memberitakan, teranyar, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kalbar mengamankan dua pelaku TPPO, Minggu (28/10). Yaitu  pria berinisial AND (46) dan ASH (39). Sebanyak 42 orang berhasil diselamatkan, empat diantaranya balita. Mereka adalah calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan ke Malaysia secara ilegal. AND dan ASH akan dipersangkakan tindak pidana penempatan PMI di Luar Negeri dan tindak pidana perdagangan orang.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengatakan arus tenaga kerja migran ilegal melalui Kalbar menuju Sarawak, Malaysia  seakan tidak henti-hentinya. Pelaku TPPO beserta korbannya selalu mencari kesempatan untuk bisa sukses menyeberang melalui perbatasan dengan berbagai cara mengelabui petugas dan penegak hukum. "Korban diimingi-imingi dengan gaji yang besar," ujarnya saat memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus ini di Mapolda Kalbar, Jumat siang (16/11).

Didi mengingatkan masyarakat yang akan berkerja ke luar negeri jangan mudah percaya kepada para calo. Jika ingin bekerja ke luar negeri mesti ikuti prosedur yang ada. Bekerja di luar negeri pun tidak semudah yang dibayangkan. “Lebih baik di negeri sendiri,” imbau Didi.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kota Pontianak, Andi Kusuma Irfandi menjelaskan, pemerintah telah membuat layanan terpadu satu atap untuk mempermudahkan calon PMI berkerja secara resmi di luar negeri. Layanan tersebut berada di Kabupaten Sambas dan Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau. "Iming sukses secara instan itulah yang menyebabkan banyak masyarakat yang tergiur berkerja ke luar negeri tanpa prosedur yang resmi," katanya. Dia berharap masyarakat yang ingin berkerja mengikuti prosedur yang ada. "Pemerintah sudah menyediakan sarana, silahkan datang saja," pesan Andi.

Ditempat sama, Kepala Bidang Rehabilitas Sosial, Dinas Sosial Kalbar, Wiji menyebutkan, hingga November ini pihaknya telah memulangkan PMI ke daerah asalnya sebanyak 1.963 orang. Baik karena dideportasi maupun repatriasi. "Luar Kalbar 1. 194 dan 769 dari wilayah Kalbar," ujarnya.

Memulangkan WNI yang menjadi korban perdagangan orang ke daerah asalnya, Dinsos berkerjasama dengan BP3TKI. Ia pun mengimbau kalau mau kerja ke luar negeri dilengkapi dokumennya. “Kami di pemerintah provinsi Kalbar merasa kewalahan, terutama pengangran kepulanganya," tutur Wiji.

Sementara itu, Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Alik Rosyad menyebutkan, dalam dua kasus terakhir korbannya luar biasa banyak. Kedua kasus tersebut ada anak-anak. "Secara garis besar korban TPPO ini melibatkan perempuan dan anak," jelasnya.

Alik mengatakan, Kalbar menempatkan posisi ketiga dalam jumlah kasus maupun korban TPPO. Hal ini disebabkan letak geografis Kalbar. "Kenapa menjadi besar, karena Kalbar selain sebagai pengirim PMI, juga menjadi tujuan sekaligus menjadi tempat transit," terangnya.

Dia berharap pelaku TPPO dijatuhi hukuman berat. Pelaku juga dikenakan restitusi atau ganti rugi terhadap korban. "Selama ini tidak pernah dilakukan vonis atau putusan hakim yang mengenai ganti rugi ini" tutup Alik.(amb/rk)

 


BACA JUGA

Kamis, 06 Desember 2018 11:02

Penjual Arak Dibekuk, Cuma Dibina

PONTIANAK- HRS, hanya bisa pasrah saat kediamannya di geledah oleh…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:57

MUSIBAH..!! Gudang Barang Bekas di Pal 5 Hangus

PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, gudang penampungan barang bekas di Jalan…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:55

Pomdam Bekuk Prajurit Pemberontak

PONTIANAK-  Seorang oknum prajurit yang bergabung dengan pemberontak, diamankan Polisi…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:52

Tiga Hari Dicari, Rudi Ditemukan di Sungai Kapuas, Begini Kondisinya…

PONTIANAK- Rudi, warga Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:50

ASTAGA..!! Tunjangan Khusus Guru Tidak Sesuai Kenyataan

PONTIANAK-  Tunjangan khusus guru terus menjadi polemik. Pasalnya, ada guru…

Jumat, 30 November 2018 10:57

BIKIN JERI..!! Puting Beliung Disertai Hujan Deras di Gang Rawasari

PONTIANAK-  Rabu (28/11) siang menjadi peristiwa menegangkan bagi Jumarti, 33.…

Jumat, 30 November 2018 10:25

Mayat Mr X yang Bengkak Mengapung di Tengah Sungai

PONTIANAK- Seorang penambang speedboat penyeberangan di Pelabuhan Senghie, Marsuki menemukan…

Senin, 26 November 2018 12:05
Beternak Hamster, Luqman Hasilkan Puluhan Juta Rupiah

Dari Stres yang Menghasilkan Puluhan Juta, Pelanggan hingga Mancanegara

Banyak peluang usaha yang dapat diciptakan. Tinggal bagaimana kita memulainya.…

Senin, 26 November 2018 12:00

Pelaku Asusila dan Perokok di Ruang Terbuka Hijau Dibidik

PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Minggu, 25 November 2018 13:42

Untuk Apa Uang Negara, Dipakai, Masyarakat Harus Tahu

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, Gubernur Sutarmidji mengaku sudah terbiasa blak-blakan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .