UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 17 November 2018 13:17
BAHAYA..!! Daerah Aliran Sungai Kondisi Kritis

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin

PROKAL.CO, PONTIANAK - Kondisi alam di Kalbar saat ini sangat memperihatinkan. Terutama soal Daerah Aliran Sungai (DAS) yang semakin dangkal. "Itu akibat pengrusakan hutan dan tambang ilegal," kata Gubernur Kalbar Sutarmidji, seperti dilansir Rakyat Kalbar.

Tidak hanya itu, kondisi lahan pertanian yang ada di Kalbar juga menyempit. Tergerusnya lahan pertanian ini akibat pembangunan dan lainnya. Lahan pertanian harus diselamatkan dan dipertahankan keberadaannya. “Lahan pertanian di Kalbar ini harus dipertahankan bahkan kembangkan,” lugasnya.

Persoalan lingkungan kata pria yang karib disapa Midji ini erat kaitannya dengan masalah sosial di tengah masyarakat. Ketika pemerintah harus tegas, maka ada yang terkorbankan. Misalnya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Jika ditertibkan, maka masyarakat yang mengantungkan pendapatan dari pekerjaan secara hukum ilegal tersebut menjadi korban.

Dalam keadaan ini kadang membuat sulit dan binggung adalah pihak kepolisian. Jarena di satu sisi mereka harus menegakkan hukum. Namun di sisi lain harus mempertimbangkan bahwa itu adalah sumber penghasilan masyarakat. “Kedepan kami akan petakan untuk wilayah pertambangan rakyat harus ditentukan,” ujarnya.

Kebanyakan daerah kata Midji, tidak ada bahkan tidak mau menyiapkan wilayah pertambangan rakyat. Sehingga daerah aliran sungai di Kalbar rusak semuanya. “Daerah aliran sungai di Kalbar ini hampir semua dalam kondisi kritis,” sebutnya.

Akibat kondisi itu terjadi sedimentasi signifikan di sungai Kapuas. Pengerukan harus dengan intensitas lebih tinggi. Karena pendangkalan sungai berdampak pada susahnya kapal-kapal besar masuk. Sehingga menghambat suplai barang yang mestinya bisa dibawa melalui DAS Kapuas dengan kapal besar.

 “Sekarang kapal yang bisa masuk di sungai Kapuas cuma kapal kecil,” jelasnya. Barang susah masuk tentu menghambat daya saing. Mau ekspor juga tidak mungkin lewat sungai yang dangkal. “Mudah-mudahan pelabuhan yang sedang dibangun di Mempawah itu cepat selesai,” harap Midji. (Rizka Nanda/rk)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 00:48

Ini Dia Jalur Favorit Sabu Malaysia Masuk Indonesia

PONTIANAK-RK. Kalbar menjadi daerah perlintasan utama penyelundupan narkoba dari negeri…

Kamis, 21 Maret 2019 00:45

DUH MIRIS..!! Masi Ada Nelayan yang Gunakan Trawl

PONTIANAK — Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar tidak pernah mengeluarkan…

Kamis, 21 Maret 2019 00:44

Mantan "KPK"-nya Malaysia Punya Pendapat Soal KPK Indonesia, Apa Itu..?

PONTIANAK— Penanganan tindak pidana korupsi di Kalimantan Barat (Indonesia) dengan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:49

Jembatan Kembar Landak Ditargetkan Selesai April

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono optimistis pengerjaan…

Minggu, 17 Maret 2019 10:19
100 Kg Sabu dan Ekstasi di Kotak Ikan

Penangkapan Besar Bukan Hal Baru di Kalbar

PONTIANAK  - Penyelundupan narkotika ke Kalimantan Barat (Kalbar) masih marak.…

Minggu, 17 Maret 2019 10:17

100 Kg Sabu dan Ekstasi di Kotak Ikan

PONTIANAK- Mengelabui aparat, 100 kilogram (Kg) sabu dan ekstasi disimpan…

Minggu, 17 Maret 2019 10:02

Jembatan Putus, Akses Sambas-Bengkayang Lumpuh

SAMBAS - Akses jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Sambas dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:06

Istri Tersangka Teroris Syok

PONTIANAK - Penangkapan tersangka teroris berinisial PK alias SS, pada…

Selasa, 12 Maret 2019 13:45

Terduga Teroris Hendak Rampok Bank

PONTIANAK – Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang…

Senin, 11 Maret 2019 13:29

Dibangun agar Bisa Lewati Sungai, Jembatan Ini Malah Terendam Air

MELAWI_ Diberitakan Rakyat Kalbar, keberadaan Jembatan Ransa I, Desa Tanjung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*