UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 17 November 2018 12:55
Dituding Tak Tepat Sasaran, Tunjangan Khusus Guru Jadi Polemik

PROKAL.CO, PONTIANAK- Tunjangan khusus guru masih ada yang tak tepat sasaran. Berhak menerima tunjangan khusus tersebut seharusnya guru yang mengajar di daerah terpencil dan perbatasan dengan negara lain.

 “Kemudian dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil dan juga yang sedang mengalami bencana atau keadaan darurat lain,” ujar Asisten Pratama Ombudsman Kalbar, Tari Mardina, kemarin.

Dijelaskannya, tahun 2017 ada guru-guru dari Kabupaten Kubu Raya yang menyampaikan uneg-uneg ke Ombudsman Kalbar. Lantaran sebelum-sebelumnya dapat tunjangan khusus saat mengajar di daerah terpencil, namun tahun 2017 tidak lagi.  “Dari situ kami akhirnya melakukan tindak lanjut dan sebagainya ke Kabupaten Kubu Raya, termasuk Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Akhirnya persoalan ini diambil alih Ombudsman RI. Di tingkat pusat, Ombudsman sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dan Kemendes PDTT terkait ketidak tepat sasarannya pemberian tunjangan khusus tersebut.

 “Mulai tahun 2017 pemberian tunjangan ini didasarkan data IDM dari Kemendes PDTT yang digunakan Kemendikbud dalam menentukan sekolah mana yang gurunya berhak mendapatkan tunjangan,” terangnya.

Dijelaskan dia, sudah dikeluarkan laporan akhir pemeriksaan yang diberikan kepada Kemendikbud. Bahwa harus ada evaluasi terhadap tunjangan khusus. Khususnya untuk daerah-daerah terpencil.

"Karena faktanya kami sudah ke Sintang, kami juga kemarin sudah ke Mempawah. Jadi ada dua kabupaten yang kita ambil samplingnya untuk melihat apakah memang tidak tepat sasaran atau sudah tepat sasaran,” paparnya.

Dari hasil pemeriksaan Ombudsman di lapangan, yang paling fatal terjadi di Kabupaten Mempawah. Banyak tunjangan tersebut tidak tepat sasaran lantaran pemberiannya mengacu data Kemendes PDT. Jika merujuk pada desa sangat tertinggal, ternyata jarak dari sekolah ke kota kabupaten sangat dekat. “Inilah yang kemudian menjadi polemik,” jelasnya.

Makanya sejak 2017, tunjangan khusus hanya diberikan terhadap guru yang mengajar di desa sangat tertinggal. Tidak lagi desa tertinggal, berkembang atau maju. Di Kecamatan Sungai Pinyuh Mempawah ada ditetapkan sebagai desa tertinggal, misalnya di Sungai Bakau Darat.

 “Di sana tiga sekolah dapat tunjangan dan itu akses ke lokasinya mudah sekali, 15 menit dari kota kabupaten sudah sampai, tapi gurunya dapat,” bebernya.

Namun sejak dua tahun terakhir ini Dinas Pendidikan Mempawah membuat kebijakan sendiri. Untuk yang dekat (sekolahnya) ditetapkan atau dinominasikan sebagai penerima tidak dibayarkan. Karena ini juga sebagai salah satu upaya untuk meredam gejolak. Lantaran ada yang dekat tapi dapat. Sebaliknya, ada yang jauh, tapi tidak dapat tunjangan.

 “Rata-rata memang penahanan pembayaran ini mulai sejak tahun 2017, Kubu Raya juga demikian tapi kalau di Sintang semua dibayarkan karena memang sudah sesuai antara data dengan fakta di lapangan,” jelasnya.

Menurut Tari, program tunjangan khusus guru pertama kali tahun 2009/2010. Mulai disalurkan ke kabupaten-kabupaten tahun 2012. Disusul dengan turunnya Surat Keputusan Bupati yang menetapkan lokasi atau daerah khusus.

 “Jadi setiap kabupaten-kabupaten itu punya daerah khusus sendiri, sebelum tahun 2017 itulah yang menjadi dasar pemberian tunjangan khusus kepada guru-guru yang mengajar di daerah terpencil, perbatasan dan sebagainya,” ungkapnya.

Tahun 2017 muncul regulasi baru untuk pemberian dana tunjangan ini yang didasarkan pada data Kemendes PDTT. Sehingga dari sana lah semua polemik tersebut dinilai bermula.

 “Berdasarkan data Kemendes PDT, Sintang sangat banyak daerah tertinggal. Ada 287 desa dengan status sangat tertinggal. Berbeda dengan Kubu Raya yang totalnya hanya 27 desa dan Mempawah itu totalnya hanya 6 desa,” paparnya.

Tari mengaku tak mengetahui total anggaran tunjangan khusus guru di seluruh kabupaten se Kalbar. Setiap kabupaten berbeda-beda jumlahnya karena disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

 “Kami belum tahu pasti berapa datanya. Karena semuanya kalau kami lihat itu sudah masuk dalam yang namanya sistem aneka tunjangan, jadi semua ada di situ. Berapa pagunya, anggaran mereka semua bisa dilihat di situ,” katanya. (riz/rk)

 


BACA JUGA

Kamis, 06 Desember 2018 11:02

Penjual Arak Dibekuk, Cuma Dibina

PONTIANAK- HRS, hanya bisa pasrah saat kediamannya di geledah oleh…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:57

MUSIBAH..!! Gudang Barang Bekas di Pal 5 Hangus

PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, gudang penampungan barang bekas di Jalan…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:55

Pomdam Bekuk Prajurit Pemberontak

PONTIANAK-  Seorang oknum prajurit yang bergabung dengan pemberontak, diamankan Polisi…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:52

Tiga Hari Dicari, Rudi Ditemukan di Sungai Kapuas, Begini Kondisinya…

PONTIANAK- Rudi, warga Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:50

ASTAGA..!! Tunjangan Khusus Guru Tidak Sesuai Kenyataan

PONTIANAK-  Tunjangan khusus guru terus menjadi polemik. Pasalnya, ada guru…

Jumat, 30 November 2018 10:57

BIKIN JERI..!! Puting Beliung Disertai Hujan Deras di Gang Rawasari

PONTIANAK-  Rabu (28/11) siang menjadi peristiwa menegangkan bagi Jumarti, 33.…

Jumat, 30 November 2018 10:25

Mayat Mr X yang Bengkak Mengapung di Tengah Sungai

PONTIANAK- Seorang penambang speedboat penyeberangan di Pelabuhan Senghie, Marsuki menemukan…

Senin, 26 November 2018 12:05
Beternak Hamster, Luqman Hasilkan Puluhan Juta Rupiah

Dari Stres yang Menghasilkan Puluhan Juta, Pelanggan hingga Mancanegara

Banyak peluang usaha yang dapat diciptakan. Tinggal bagaimana kita memulainya.…

Senin, 26 November 2018 12:00

Pelaku Asusila dan Perokok di Ruang Terbuka Hijau Dibidik

PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Minggu, 25 November 2018 13:42

Untuk Apa Uang Negara, Dipakai, Masyarakat Harus Tahu

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, Gubernur Sutarmidji mengaku sudah terbiasa blak-blakan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .