UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 03 November 2018 13:33
Dorong Kalbar Fortopolio Provinsi Pertama Pemanfaatan PLTN di Indonesia
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Anggota Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman, ST mendorong Provinsi Kalbar menjadi portofolio provinsi pertama di Indonesia. Dalam pemanfaatan listrik yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

 “Provinsi Kalimantan Barat memiliki potensi sumber daya alam (SDA) jenis uranium yang berlimpah untuk mendukung operasional PLTN. Tak hanya itu, PLTN juga bertujuan menjawab tantangan masa depan dalam upaya pemanfaatan energi alternatif dan mendukung Energi Baru Terbarukan (EBT),” ucap Maman Abdurrahman ketika melakukan kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Kantor PLN Wilayah Kalbar, Jumat (2/11).

Wakil rakyat asal Dapil Kalbar ini berpendapat, sudah selayaknya Kalbar memikirkan hal bersifat jangka panjang. Apalagi Kalbar harus lebih serius merencanakan pemenuhan kebutuhan listrik ke depan. Tak hanya sebatas bagi masyarakat untuk penerangan saja, melainkan juga memulai perencanaan listrik untuk industrialisasi di masa mendatang.

 “Langkah itu penting. Sebab yang bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi serta lapangan kerja itu adalah industri. Apapun industrinya tentu perlu suplai listrik selama 24 jam. Insya Allah, suplay listrik melalui PLTN sanggup beroperasi selama 24 jam serta ramah lingkungan,” ulas legislator Partai Golkar ini.

Meskipun demikian, Wasekjen DPP Partai Golkar ini menilai, hal ini bukan merupakan pekerjaan mudah. Namun bukan juga merupakan sesuatu yang tidak mungkin terwujud. Apalagi mengingat manfaatnya untuk masyarakat sangat besar.

 “Kalbar punya potensi uranium dan thorium serta dari kondisi letak geografisnya lokasi Kalbar sangat layak karena minim gempa. Apalagi SDM-nya berdasarkan informasi dari BATAN bahwa Kalbar sudah memiliki sebanyak 58 putra dan putri terbaik ahli dibidang nuklir.

 “Apabila bisa terwujud tenaga nuklir sangat ramah lingkungan, karena low carbon. Sedangkan dari segi operasi dan efisiensi sangat hemat dan efisien. Karena proses refueling tidak perlu dilakukan setiap saat. Sebab satu kali proses pengisian uranium atau thorium cukup 1 kali dalam setahun atau 2 tahun. Tergantung volume kapasitasnya,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Trisakti ini bertekad untuk senantiasa mendorong percepatan pembangunan PLTN di Kalbar.  “Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir bukan hanya sekadar menyelesaikan permasalahan krisis listrik di Kalbar, melainkan juga mendorong percepatan proses industrialisasi di Kalbar. Dan yang tidak kalah penting adalah membangun marwah serta kebanggaan kita sebagai masyarakat Kalbar,” ucapnya. (Andry Soe/rk)

 

 

 

 


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*