UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 03 November 2018 13:32
TEGAS..!! Umat Islam Perbatasan Tak Ingin Ada Ahmadiyah di Sanggau

Anom Tulus: Kami Tak Diperkenankan untuk Menjelaskan

WALK OUT. Ketua FUMPE Raden Nurdin bersama pengurusnya walk out dari ruang diskusi terkait Ahmadiyah yang difasilitasi Kemenag Sanggau, Jumat (2/11)--ist for RK

PROKAL.CO, SANGGAU- Forum Umat Muslim Perbatasan (FUMPE) memilih walk out dari ruang dialog terkait Ahmadiyah yang difasilitasi Kantor Kementerian Agama (kemenag) Sanggau, Jumat (2/11) siang. Ketua FUMPE, Raden Nurdin tegas menolak berdialog dengan Ahmadiyah terkait ajaran yang mereka bawa di Entikong.

Nurdin menilai, Ahmadiyah jelas-jelas organisasi terlarang berdasarkan SKB Tiga Menteri. Yakni Menteri Agama, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri yang diperkuat dengan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 11 Tahun 2005 tentang Aliran Ahmadiyah.

 “Saya ingin mengklarifikasi surat yang kami tujukan ke Kemenag waktu itu yang intinya kami ingin beraudiensi dengan Kemenag dan aparat hukum. Jadi kami tidak mau lagi dialog dengan Ahmadiyah,” kata Nurdin sebelum meninggalkan ruang dialog.  Dia menegaskan, FUMPE tidak ingin ada Ahmadiyah di Entikong. “Silakan di tempat lain. Jangan di tempat kami. Kami yakin mereka ini penghianat agama. Ini forum terhormat tidak perlu lagi mengundang mereka,” kata Nurdin.

Nurdin bahkan menantang Ahmadiyah untuk mubahallah (bersumpah). “Saya tantang bersumpah hari ini. Kalau saya tidak mati dalam tiga hari saya minta kalian angkat kaki dari Entikong. Saya yakin Nabi Muhammad itu nabi terakhir dan anda yakin Mirza Gulam Ahmad itu nabi kalian, saya rasa tidak perlu berdebat. Kita bersumpah saja hari ini,” pinta Nurdin.

Senada disampaikan Ketua MUI Sanggau, H. Mustafa. Menurutnya, SKB Tiga Menteri tidak perlu didiskusikan lagi. Keputusan MUI Nomor 11 Tahun 2005 juga tidak untuk didiskusikan lagi, tapi tinggal eksekusi.

 “Kami dari MUI pusat sampai ke daerah minta pemerintah eksekusi fatwa MUI itu yakni melarang dan membubarkan Ahmadiyah. Jadi bukan untuk didiskusikan, apa yang mau didiskusikan. Panjang ceritanya dan hasilnya pasti tidak ketemu,” kata Mustafa.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Sanggau H. M. Taufik membacakan SKB tiga Menteri melarang Ahmadiyah yang dipertegas oleh Kasi Bimas Islam H. Toyib.

Sementara itu, Mubaligh Ahmadiyah Kalbar, Anom Tulus, meski berterimakasih kepada semua pihak yang telah mengadakan acara tersebut, namun menyayangkan sikap FUMPE. Karena memilih walk out tanpa sedikitpun menjelaskan dari pihak Ahmadiyah. Menurutnya, tidak mau mendengarkan penjelasan yang berbeda pendapat ini merupakan suatu kemunduran.

 “Kami hanya diberi waktu kurang lebih tujuh menit. Sedangkan sisa waktu dua jam lebih melemparkan fitnahan kepada kami tanpa memberi ruang untuk menjelaskan. Bahkan kami tidak diperkenankan untuk menjelaskan,” katanya.

Hadir dalam dialog tersebut asisten II Setda Sanggau H. Roni Fauzan, Kepala Kantor Kemenag Sanggau H. M. Taufik, Waka Polres Sanggau Kompol Dudung Setiawan, Pasiintel Kodim 1204/Sgu Oktafia Andri, Ketua MUI H. Mustafa, Kasi Bimas Islam Kemenag H. Toyib, Kasubag TU Kemenag Ahmad Saukani, Ketua FUMPE Raden Nurdin dan Mubaligh Ahmadiyah Arif Afandi. (Kiram Akbar/rk)

 


BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*