UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Selasa, 30 Oktober 2018 12:07
Polisi Buru Penyebar Hoaks Penculikan Anak

PROKAL.CO, PONTIANAK- Patroli Cyber Crime kini terus diperkuat oleh pihak kepolisian. Sebab, arus informasi bohong atau hoaks di media sosial semakin menjadi-jadi.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Tak hanya itu, kepolisian juga terus menyelidiki biang penyebar hoaks yang telah meresahkan warga. Seperti hoaks penculikan anak di Kota Pontianak dan sekitaranya yang baru-baru ini membuat gaduh.  "Kami terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyebar hoaks penculikan anak ini," kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli, Senin (29/10).

Husni memastikan, di wilayah hukum Polresta Pontianak hingga saat ini belum pernah menerima laporan tentang kasus penculikan anak. Hanya, beberapa waktu lalu memang sempat ada orang tua yang mencari anaknya karena tidak pulang saat usai bermain. Lantas, informasi tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu dengan menyebar isu penculikan anak. “Padahal faktanya tidak demikian,” tegas Husni.

Ia menyatakan, informasi bohong yang bisa membuat resah warga sepertinya sengaja dibuat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Itu untuk mengacaukan situasi. "Karena itu, kita akan selidiki pelaku dan motifnya," imbuhnya.

Ia menegaskan, pelaku penyebar hoaks yang terbukti membuat kegaduhan dan perpecahan tentu bisa dipidana dengan menggunakan pasal yang terdapat pada Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). "Ancaman hukuman sepuluh tahun penjara," tegas Husni.

Husni mengimbau kepada warga agar tak mudah membagikan berita-berita dari media sosial. Sebab, jika berita yang dibagikan bohong dan berpotensi pemicu kegaduhan, maka hal itu bisa membuat yang bersangkutan berurusan dengan hukum.

Sebelumnya, Pengamat Sosial dari Fakultas Fisip Untan, Ahyan Sabran mengemukakan, ada aktor intelektual yang sengaja memobilisasi penyebar informasi hoaks secara masif di media sosial.

Apalagi saat ini merupakan tahun-tahun politik. Infomasi hoaks tersebut, bisa jadi dibuat untuk menggiring opini, seakan pemerintah gagal menjamin keamanan warga. Karena itu, ia berharap, aparat keamanan dapat segera mengungkap aktor utama penyebar hoaks tersebut. "Pihak keamanan harus mengungkapnya sampai tuntas apa motifnya," harap dia. (abd)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*