UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Minggu, 21 Oktober 2018 11:55
Aksi Nyeleneh Puluhan Pelajar SMPN 1 Sekadau Ternyata Cuma Mau Begini

Gores Tangan Supaya Viral, Butuh Proteksi agar Konten Negatif Tak Ditiru

INGIN VIRAL. Tangan pelajar SMP N 1 Sekadau yang terluka akibat digores sendiri beberapa hari terakhir lantaran ingin viral. Abdu Syukri-RK

PROKAL.CO, SEKADAU- Puluhan pelajar SMP Negeri 1 Sekadau Hilir menggores tangan sendiri beberapa hari terakhir membuat heboh masyarakat. Dinas Pendidikan dan Polres Sekadau langsung mendatangi sekolah tersebut, Jumat (19/10) pagi. “Tadi pagi saya sudah ke sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Sekadau, Losianus, kepada Rakyat Kalbar.

Kedatangan Losianus ke sekolah itu, untuk mengkroscek langsung aksi gores tangan tersebut. Losianus pun meminta data lengkap soal kejadian tersebut. “Sudah kita dapatkan datanya. Saya tadi langsung ketemu dengan kepala SMPN 1 itu,” papar Losianus.

Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi juga langsung bertindak. Anggon memerintahkan Sat Binmas untuk melakukan giat penyuluhan di SMPN 1 Sekadau.

Penyuluhan diikuti seluruh pelahar SMP tersebut. Penyuluhan ini mengambil tema ‘Bijak Menggunakan Media Sosial’. Mengingat motif para siswa melakukan aksi menggores tangan dengan benda tajam hanya karena terobsesi konten di media sosial. Mereka melakukan aksi tersebut di luar jam sekolah dan tanpa adanya unsur paksaan dari manapun. “Kami diperintahkan langsung Pak Kapolres untuk memberikan penyuluhan,” ujar Kasat Binmas Polres Sekadau, Iptu Masdar dijumpai disela kegiatan penyuluhan.

Di hadapan para pelajar, Masdar menyampaikan imbauan agar lebih berhati-hati dan bijak menggunakan teknologi dan bersosial media. Dijelaskannya, perkembangan teknologi membawa banyak manfaat positif apabila pandai dan bijak dalam penggunaannya. Berbagai pengetahuan bahkan keuntungan finansial bisa didapat dari penggunaan gadget. Sebaliknya, penggunaan gadget juga membawa dampak negatif, mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku remaja apabila tidak digunakan dengan bijak. Korbannya adalah remaja itu sendiri, karena saat ini masih labil dan mudah percaya dengan konten negatif dan juga hoax.

"Membuat remaja tidak konsen terhadap pelajaran sekolah, dijadikan ajang yang dianggap kesenangan dengan aksi-aksi negatif, contohnya seperti menggores tangan ini, yang sama sekali tidak membawa manfaat," ucap Masdar kepada para siswa.

Untuk itu, Kasat Binmas mengimbau dengan tegas agar para remaja usia sekolah di Kabupaten Sekadau selalu bijak menggunakan sosial media. “Memilah serta memilih konten positif dan ilmu yang bermanfaat melalui kecanggihan teknologi,” pesannya.

Usai penyuluhan bijak bersosial media, Polres Sekadau juga memberikan siraman rohani yang disampaikan Kasubag Humas, AKP Haerul Saleh. Bimbingan rohani bertujuan sebagai pembinaan mental bagi para siswa. Kemudian memberikan sugesti positif dalam pola pikir dan perilaku siswa SMP baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Polres Sekadau rencananya juga akan melaksanakan giat penyuluhan di sekolah-sekolah menengah lainnya di kabupaten tersebut. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif dan mengantisipasi agar aksi negatif tersebut tidak terulang.  “Kita juga akan mengumpulkan para pelajar dan orangtuanya untuk diberikan penyuluhan. Kita harapkan kejadian ini tidak terulang,” pungkas Masdar.

Motif para pelajar yang melakukan aksi gores tangan, akhirnya terungkap. Sejumlah pelajar mengaku melakukan aksi tersebut agar bisa terkenal di Medsos. “Pengen viral aja bang,” ujar salah seorang pelajar yang melakukan aksi gores tangan kepada sejumlah wartawan di sekolahnya, kemarin.

Pelajar lainnya mengatakan, melakukan aksi gores tangan setelah mengikuti rekannya. “Memang sakit sih. Tapi suka-suka saja,” katanya. Pelajar tersebut mengaku melakukan aksi gores tangan di rumah. “Pakai jarum pentol, silet dan ada juga yang pakai carter dan penggaris,” jelas pelajar tersebut.

Kepala SMP Negeri 1 Sekadau Hilir, Albinus mengatakan, berdasarkan data terakhir, ada 31 orang yang terindikasi melakukan aksi gores tangan tersebut. “Tapi dari jumlah itu, hanya 26 orang saja yang melakukannya. Yang lainnya tidak,” ujarnya.

Albinus mengaku dipanggil pihak Dinas Pendidikan Sekadau untuk membahas hal itu lebih intensif. Langkah antisipasi pun dilakukan agar kejadian itu tidak terulang atau merembes ke pelajar lainnya.

Dia berjanji akan mengambil tindakan tegas jika para  pelajar tersebut mengulangi tindakan serupa. “Saya akan panggil BNN untuk cek narkoba. Bila perlu akan kita keluarkan dari sekolah,” tegas Albinus.

Terpisah, dari Kota Pontianak, Psikolog Maria Nofaola angkat bicara terkait aksi gores tangan massal pelajar SMP Negeri 1 Sekadau Hilir. Dijelaskannya, dalam psikologi, remaja itu cepat bertindak tanpa berpikir panjang. "Remaja itu lebih cepat actionnya dari pada memikirkan efek dan akibatnya," ujar Maria kepada Rakyat Kalbar, Jumat (19/10).

Dijelaskannya, hal tersebut karena kondisi otak remaja dalam proses berkembang. Ditambah lagi di Medsos banyak video challenge atau tantangan. "Mereka berpikir menyayat itu tidak membuat mereka meninggal atau vatal, tetapi ya sekedar seru saja, hanya luka dan itu saja bisa sembuh," ungkapnya.

Maria menuturkan, challenge yang berbahaya sampai ke arah yang bunuh diri pun banyak dilakukan para remaja. Kenapa remaja melakukan hal itu? Maria menjelaskan, karena  menurut remaja, challenge itu seru dan mengasyikan. "Nah, seru itu lah yang menarik minat remaja, entah challenge itu positif atau negatif, mereka ngak mikirin, yang penting itu seru dan asyik," paparnya.

Prilaku remaja yang menyimpang ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Sekadau. Tetapi terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Mereka melihat Youtube, bentuknya menyayat, sebelumnya juga ada banyak video tantangan jenis lain. "Ini permainan kelas internasional, kita ngak tau tujuannya apa, apa latar belakanganya," ujarnya. Dikatakan dia, dengan kejadian ini dibutuhkan proteksi khusus.  Jika ada video challenge negatif, maka perlu hati-hati agar tidak ditiru. Sebab dengan melukai dirinya sendiri bukan tidak mungkin akan berdampak vatal sampai meregang nyawa.

"Sebaiknya, kita orang dewasa ketika kita tau bahwa ada video yang efeknya ngak baik, sebenarnya kita bisa melaporkan video itu agar kontennya bisa dihapus atau diblokir, sebenarnya ini kepedulian kita bersama," tutup Maria. (Abdu Syukri, Ambrosius Junius/rk)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 April 2019 13:43

Tahun Ini, Segini Beras yang Ditargetkan Bulog

SINTANG Perum Bulog Sub Divre Sintang memasang target 321 ton beras…

Rabu, 17 April 2019 13:40

Satu Bus Guling-Guling, Begini Kondisi Penumpangnya

MEMPAWAH- Diberitakan Rakyat Kalbar, satu unit bus berpenumpang jurusan Pontianak-Sambas…

Jumat, 12 April 2019 11:42

Dua Hutan Adat Tunggu Pengakuan Pusat

NGABANG - Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa mendorong percepatan pengakuan…

Rabu, 10 April 2019 13:39

Gara-Gara Ini, Jalan Pararel di Sini Putus

SANGGAU - Jalan paralel perbatasan yang terletak di dusun Mangkau,…

Rabu, 10 April 2019 13:37

Tak Ada Foto di Kertas Suara, Caleg Khawatir

Tidak ada foto calon legislatif (caleg) dalam kertas surat suara…

Minggu, 31 Maret 2019 11:35

Jalan Melano-Simpang Dua Diusulkan Jadi Jalan Strategis Nasional

SUKADANA- Diberitakan Rakyat Kalbar, Pemerintah Kayong Utara berupaya membuka akses…

Minggu, 31 Maret 2019 11:32

PLN Singkawang Siaga 24 Jam Amankan Pasokan Listrik Pemilu

PONTIANAK- Dilansir Rakyat Kalbar, 278 petugas layanan teknik dan 35…

Kamis, 28 Maret 2019 10:02

Bupati Karol : Boleh Sekolah di Kampung, Tapi Kita Tak Boleh Kampungan

NGABANG- Diberitakan Rakyat Kalbar, Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta…

Minggu, 24 Maret 2019 11:37

Pliissssss...!!! Jangan Bakar Lahan Gambut di Pinyuh

MEMPAWAH- Memasuki musim kemarau, Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail mengingatkan kepada…

Kamis, 21 Maret 2019 00:50

Jembatan Putus, Ini yang Sementara Dilakukan Dinas PU Kalbar

SAMBAS- Dari Rakyat Kalbar memberitakan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*