UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 14 Oktober 2018 14:17
BPJS Kesehatan Tidak Bangkrut
WADUH BANYAK BANGET..!! Peserta di Kalbar Tunggak BPJS Kesehatan, Nilainya Rp120 M
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Besaran tunggakan iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan disebut menjadi salah satu penyebab belum terbayarnya pihak rumah sakit. Tunggakan iuran peserta untuk wilayah Kalbar saja tercatat mencapai Rp120 miliar. "Memang ada penunggakan pembayaran ke RS, namun terakhir sudah kita bayar semua klaim yang jatuh temponya tanggal 15 Agustus,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak, Ansharuddin, belum lama ini.

Diberitakan Rakyat Kalbar, artinya, keterlambatan pembayaran ke pihak RS sudah ditalangi pemerintah. Menurut Ansharuddin, talangan dari pemerintah itu cair sebesar Rp4,99 triliun. “Langsung dibayarkan untuk tanggal 15 Agustus-15 September, keterlambatan ini tidak lama, hanya satu bulan saja," ujarnya.

Lanjut dia, ada pula RS yang terlambat dibayar karena memang pengajuan yang diajukan RS ke BPJS kesehatan terlambat. "Seperti RS Abdul Azis (Singkawang,red) yang terlambat, lantaran dari RS nya yang lama mengajukan penagihan, namun wilayah lainnya semua aman," terang Ansharuddin.

Pihaknya menepis isu yang beredar bahwa BPJS Kesehatan mengalami kebangkrutan. Dijelaskannya, dalam rencana kerja dan anggaran (RKA) yang sudah disetujui oleh Departemen Keuangan pada awal Januari 2018, sudah tercatat bahwa BPJS akan mengalami defisit sebesar Rp8 triliun.

"Artinya pihak pemerintah sudah mengetahui ada kekurangan, cuma memang ada keterlambatan karena pencairannya, sehingga kita agak telat untuk membayar ke pihak RS," bebernya.

Alasan lainnya, perbandingan antara besaran iuran dengan pemanfaatannya tidak imbang. Iuran yang dibayarkan masih kurang untuk menutupi. “Misalnya kelas 3, di Perpres menyebutkan pembayaran peserta sebesar Rp25.500, harusnya perhitungan aktualnya sejumlah Rp53.000/ orang. Kemudian kelas 2 Rp51.000 seharusnya Rp62.000, kemudian PBI APBD dan APBN hitungan keekonomiannya Rp36.000 tapi di Perpres menyebutkan Rp 23.000, ini juga kurang," papar Ansharuddin.

Peserta yang banyak menunggak di kelas 3. Untuk wilayah Kalbar, kata Ansharuddin, sebesar Rp120 miliar tunggakan. Ia menyebut peserta BPJS Kesehatan di Kota Pontianak lah yang paling banyak menunggak. "Sebanyak Rp25 miliar," tukasnya.

Sedangkan untuk kategori penyakit, penyakit kategori berat sebesar 5 persen saja penderitanya. Namun, meski dikatakan kecil, ia menilai biaya yang dikeluarkan untuk penderita penyakit berat ini jauh lebih besar daripada penyakit biasa.

"Seperti penyakit kanker, jantung, yang berat-berat ini penderitanya tidak banyak, hanya 5 persen saja, tapi dari biaya yang dikeluarkan sangat besar, sekitar 20 persen, atau di kisaran Rp20 triliun," papar Ansharuddin. Untuk itu, ia berpesan kepada masyarakat, untuk menjaga pola hidup. Yang sehat.

Soal tunggakan iuran yang mencapai miliaran rupiah ini dibenarkan penyelenggara BPJS Kesehatan di tingkat kabupaten. Salah satunya di Kabupaten Bengkayang yang tunggakannya mencapai Rp8,8 miliar.

Kepala Pelayanan Operasi BPJS Kabupaten Bengkayang, Eko Junistianto, mengatakan tunggakan iuran peserta merata di 17 kecamatan. Tunggakan sebanyak Rp8,8 miliar dari 23.952 anggota yang masuk BPJS kategori umum.

 “Walaupun data kami mencatat banyak yang menunggak, itu tidak berpengaruh pada layanan BPJS kepada pasien,” terang Eko kepada Rakyat Kalbar, Sabtu (13/10).

Dibeberkannya, jumlah peserta BPJS kelas I yang menunggak  2.104 orang, dengan total tunggakan Rp1.941.626.064. Tunggakan peserta BPJS kelas II 4.036 orang dengan total tunggakan Rp 2.207.541.282. Dan peserta BPJS kelas III 17.812 orang dengan total tunggakan Rp 4.714.004.663.  “Jadi jumlah keseluruhan tunggakan Rp 8.863.172.009," tuturnya.

Yang menunggak adalah peserta umum dari semua kelas. Eko menilai peserta menunggak karena jauhnya jarak tempat tinggal dengan kantor layanan BPJS. Hal itulah yang diduga sebagai penyebab terhambatnya pembayaran iuran.  “Untuk meminimalisir tunggakan ini, kami mungkin akan melakukan jemput bola ke kecamatan," tutupnya.  (Nova Sari, Kurniadi/rk)

 


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 11:41

KENAPA INI..!! Sebelas Pria Terkapar, Satu Sudah Tak Bernapas

PUTUSSIBAU-  12 karyawan pupuk dan anak buah kapal (ABK) Sri…

Selasa, 15 Januari 2019 10:22

Mau Diselundupkan ke Malaysia, Arwana Senilai Rp 2 M Diamankan

ENTIKONG- Petugas perbatasan berhasil menggagalkan penyelundupan 4.500 ekor anak ikan…

Sabtu, 12 Januari 2019 14:24

Gubernur ‘Ancam’ Kepala Dinas

 PONTIANAK- Pelayanan publik SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar masih…

Sabtu, 12 Januari 2019 11:33

Tunda Eksekusi Lahan Sengketa, Berniat Tertibkan Oknum Nakal

JAKARTA – Kodam XII/Tanjungpura memastikan bahwa Jumat (11/1) sama sekali…

Kamis, 10 Januari 2019 10:55

Tahun Lalu Saja, di Pontianak Ribuan Perempuan Menjanda

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, sepanjang tahun 2018, Pengadilan Agama Kelas…

Kamis, 10 Januari 2019 10:27

13 Rumah Sakit di Provinsi Ini Belum Terakreditas

PONTIANAK - Sebanyak tiga belas rumah sakit (RS) di Kalimantan…

Kamis, 10 Januari 2019 10:16
Satpol PP Pontianak Sita 31 Tabung Gas Bersubsidi

AWAS..!! Selewengkan BBM Premium, Pengawas SPBU dan Spekulan Terancam 3 Tahun Penjara

PONTIANAK- Julmadi alias Jul, tak bisa mengelak lagi. Pria 34…

Kamis, 10 Januari 2019 10:13

KENAPA INI..?? Sudah Tersangka, Kepsek SDLB Sintang Belum Ditahan

SINTANG- Diberitakan Rakyat Kalbar, sejak dilakukan pengeledahan oleh Satuan Khusus…

Minggu, 06 Januari 2019 11:20

Gara-Gara Ini, Truk Sembako Nyebur di Sungai Kapuas

SEKADAU- Truk bermuatan sembako nyemplung ke Sungai Kapuas, persisnya di…

Minggu, 30 Desember 2018 11:51

Gara-Gara Ini, Warga Pesisir Kian Khawatir

SAMBAS-SINGKAWANG-  Terjangan banjir rob disertai angin kencang yang menghantam beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*