UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:02
NGERI..!! Sudah 22 Orang Tewas Akibat Rabies di Kalbar

Kabupaten Landak Paling Rawan

ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kalimantan Barat kian memprihatinkan. Kabupaten Landak menjadi daerah paling rawan terhadap kasus GHPR. Angka kematian terbanyak akibat kasus GHPR terjadi di Landak. sejak Januari hingga 11 Oktober 2018 tercatat sebanyak 1.067 jumlah GHPR di Landak mengakibatkan 14 orang meninggal (M).

"Tapi kami sudah melakukan upaya pengendalian Rabies. Seperti yang sudah dilakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat di daerah tertular," ungkap Menurut Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar Abdul Manaf ketika ditemui di ruangannya, Jumat (12/10) seperti diberitakan Rakyat Kalbar.

Selain sosialisasi, pemerintah juga sudah memberikan vaksinasi kepada 8.200 ekor HPR. Kendati begitu, pemberian vaksin itu hanya mencakup 15,23 persen dari total populasi HPR di Landak sebanyak 53.851 ekor. “Vaksinasi seharusnya dilakukan dapat mencakup minimal 70 persen dari total populasi,” ujarnya.

Rakyat Kalbar memberitakan, target vaksin anti rabies (VAR) ini tidak tercapai lantaran masih adanya penolakan dari masyarakat. Mereka beralasan, setelah divaksin anjing tidak lagi efektif untuk berburu. Kendala lainnya keterbatasan dana operasional dan SDM dalam pelaksanaan vaksinasi dibandingkan dengan luasnya wilayah yang harus dijangkau. Di Kalbar secara keseluruhan populasi anjing (PA) sebanyak 189.168 ekor. Sedangkan GHPR, 2.724 kasus. Dari sejumlah kasus tersebut 22 orang meninggal dan Hasil Uji Positif (HUP) 19. Sementara total VAR yang dilakukan sebanyak 2.600 (lihat grafis).

Diakui Manaf, jumlah VAR ini masih jauh kurang. Karena jumlah vaksin yang tersedia hanya 27.500. Awalnya pihaknya ingin menargetkan jumlah vaksin di Kalbar sebanyak 100.000. "Tapi ternyata dana ini sedang mengalami penyesuaian," jelasnya.

Keadaan ini diperparah dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki kabupaten/kota se Kalbar. Baik untuk membeli vaksin maupun untuk operasional. Di sisi lain, Manaf menilai tim koordinasi penanganan rabies di kabupaten/kota tidak berjalan dengan baik.

"Seharusnya mereka memberikan pertimbangan kepada kepala daerah untuk mengendalikan ini. Tapi ternyata tidak, masih berjalan sendiri-sendiri," tuturnya.

Untuk mengatasi ini, pihaknya menggelar rapat koordinasi pengendalian rabies di Kabupaten Landak. Dalam rakor itu pemerintah daerah diminta untuk menetapkan Kabupaten Landak menjadi status tanggap darurat terhadap rabies. Sehingga anggaran siaga pada BPBD ataupun BNPB dapat digunakan. "Katanya sudah dikeluarkan Mei lalu,” ucapnya.

Tapi karena tidak ditindaklanjuti sebagaimana mestinya, maka kesepakatan baru dikeluarkan kembali. Dimana status tanggap darurat dilakukan Bupati. “Tapi sampai saat ini belum ada mendapat kabar apakah sudah keluar atau belum," jelasnya.

Manaf mengatakan, 57 persen korban meninggal dunia akibat rabies adalah anak-anak. Karena tergigit pada saat bermain. Ia pun mengaku Pemprov Kalbar sudah berusaha mencari bantuan dari pusat. Bahkan sampai ke pihak asing. "Jadi memang kita membutuhkan komitmen kepala daerah dalam menangani kasus ini," harapnya.

Kepada setiap pemerintah daerah ia meminta untuk terus melakukan vaksinasi. Dengan didahului pendataan dan optimalisasi sarana SDM yang sudah dilatih sebagai vaksinator. Seperti dari petugas dinas, Karang Taruna dan Babinkamtibmas. Kemudian Bupati menginstruksikan kepada Camat agar semua desa melakukan pendataan melalui RT/RW.

"Selanjutnya bupati menginstruksikan agar desa membuat Perdes yang mengatur tentang populasi, eliminasi dan lalu lintas hewan pembawa rabies," pintanya.

Upaya lainnya yang dilakukan yakni melalui pembentukan Rabies Center di setiap kecamatan. Terutama di kecamatan tertular. "Intinya harus melaksanakan pengendalian rabies sesuai dengan SOP yang ada," demikian Manaf. (Rizka Nanda/rk)

 


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 13:58
Kasus Tiga Paman Perkosa Tiga Kakak Beradik

Ayah dan Kakek Meninggal, Digarap Bertahun-Tahun

PONTIANAK- Satreskrim Polresta Pontianak gelar perkara kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah…

Sabtu, 17 November 2018 13:46

Ratusan Korban Tertipu Arisan Online, Pelakunya Gadis Muda

PONTIANAK-  NIR (19) berhasil diamakan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kalbar,…

Sabtu, 17 November 2018 13:43

Miliaran Calon Kepiting Baru Terselamatkan

PONTIANAK- Direktorat Kepolisian Perairan (Dit Polair) Polda Kalbar menggagalkan penyelundupan kepiting…

Sabtu, 17 November 2018 13:17

BAHAYA..!! Daerah Aliran Sungai Kondisi Kritis

PONTIANAK - Kondisi alam di Kalbar saat ini sangat memperihatinkan. Terutama soal Daerah Aliran Sungai…

Sabtu, 17 November 2018 13:10

Akhirnya, Simpang Polda Bakal Dibuka Lagi, Warga Happy..!!

PONTIANAK- Polemik penutupan permanen perempatan Jalan Sungai Raya Dalam-Ahmad Yani atau akrab disebut…

Minggu, 11 November 2018 11:40

Demi Pelayanan yang Lebih Baik, Ombudsman Ajak Berjuang

PONTIANAK-  Ombudsman RI perwakilan Kalimantan Barat mengadakan kegiatan ngopi bareng. Bertajuk…

Minggu, 11 November 2018 11:07

Rasakan..!! Polisi Miskinkan Bandar Narkoba asal Kalbar

PONTIANAK- Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimatan Barat bersama Bareskrim Polri mengungkap tindak…

Sabtu, 10 November 2018 10:43
Robo-Robo Tradisi Baca Doa Tolak Bala

Dilaksanakan Rabu Akhir Bulan Safar, Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya

Setiap Rabu akhir Safar Hijriah, masyarakat menggelar robo-robo. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pusat…

Sabtu, 03 November 2018 13:33

Dorong Kalbar Fortopolio Provinsi Pertama Pemanfaatan PLTN di Indonesia

PONTIANAK- Anggota Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman, ST mendorong Provinsi Kalbar menjadi portofolio…

Sabtu, 03 November 2018 13:30

Pemekaran Kapuas Raya Jadi Perhatian Gubernur

PONTIANAK-  Anggota Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalbar. Mereka diterima…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .