UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 09 Oktober 2018 10:54
Sungai Mempawah Nan Kaya
WUIIHHH..!! Nelayan Tangkap Ikan Tapah 90 Kg
KISS. Haji Boy mencium ikan Tapah raksasa di rumahnya, Jalan GM Taufik, Mempawah, belum lama ini. Warganet for Rakyat Kalbar

PROKAL.CO, MEMPAWAH- Kekayaan alam sungai Mempawah masih sangat terjaga keasriannya. Walaupun aliran sungai sudah dicemari dampak penambangan liar yang banyak ditemukan di berbagai daerah di Kalbar. Buktinya, para nelayan masih menemukan ikan Tapah berukuran jumbo. Yang diyakini sebagai salah satu spesies langka.

Tak tanggung-tanggung, baru-baru ini nelayan Mempawah berhasil menangkap Tapah dengan berat 90 kilogram. Setinggi badan manusia dewasa. Hal ini diungkapkan salah seorang pengepul ikan Kota Mempawah, Haji Boy.

 “Saya menerima ikan yang dibawa dengan total 1 ton lebih,” ungkapnya, Senin (8/10). Ia membeberkan, Tapah yang paling besar yang berhasil ditangkap dengan bobot 90 kilogram. Ada satu ekor lagi yang berbobot lebih kecil, 70 kilogram.

 “Nelayan menangkapnya waktu sanggat (saat Tapa akan ke pinggiran untuk bertelur),” jelas Boy. Selain ikan raksasa ini, Boy mengungkapkan, Tapah berukuran kecil juga banyak didapat nelayan. Antara 1-30 kilogram.

 “Saya hargai perkilogramnya Rp45.000, dan setelah ini, rencananya akan dijual ke pengepul di Pontianak,” bebernya. Imbuh Boy, “Insya Allah selama ini nelayan merasa terbantu dengan kita lakukan pengepulan, kita tidak mengurangi harga walau mengambil dengan nilai ton”.

Di lain sisi, potensi sungai Mempawah menjanjikan untuk para pembudidaya ikan di keramba. Hanya saja, keluhan muncul dari mereka. Pasalnya, peternak ikan ini terimbas kenaikan harga pakan akibat loyonya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).  Salah seorang petani keramba apung Mempawah, Zainal, mengungkapkan saat ini harga pakan ikan perkarungnya mencapai Rp325 ribu.

 “Kenaikan ini akibat nilai tukar rupiah turun terhadap dolar, membuat sejumlah merek pakan ikan mengalami kenaikan,” bebernya. Bahkan, menurut Zainal, kenaikan harga pakan ikan itu sudah berkali-kali dalam setahun. “Padahal di awal tahun untuk harga pakan ikan perkarungnya seharga 308 ribu rupiah,” ungkapnya.

Sedangkan, ia menambahkan, daya beli konsumen saat ini stagnan. “Meskipun pemesanan ikan dari konsumen tidak mengalami penurunan, tetapi keuntungan yang didapat menjadi berkurang,” keluh Zainal. Sambungnya, “Biasanya dalam sepetak keramba menghasilkan sekitar 7 juta rupiah, kini menurun 30 persen”.

Dengan lonjakan harga pakan yang bertubi-tubi ini, para pembudidaya ikan mengharapkan pemerintah mensubsidi harga pakan ikan. Agar meringankan petani.

 

Dikonfirmasi via seluler, Senin (8/10), Kepala Bidang Perikanan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Mempawah, Tedy Prawoto, belum dapat memberikan komentar terkait keluhan tersebut. (ary/rk)

 

 


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .