UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:51
Raja Tayan Minta Penjelasan GP Ansor, Ini Penjelasan GP Ansor Kalbar

Aksi Penolakan Terhadap UAS Dibeberapa Daerah

Ustadz Abdul Somad

PROKAL.CO, PONTIANAK- Beberapa waktu lalu di berbagai daerah Indonesia, GP Ansor melakukan penolakan terhadap kegiatan syiar Ustadz Abdul Somad (UAS). Atas perlakukan tersebut, Raja Tayan Gusti Yusri SH meminta penjelasan.

"Kami memerlukan penjelasan terbuka, jujur dan gentel dari GP Ansor atas pelarangan, pembubaran, penghadangan dan apapun istilah terkait sikap GP Ansor yang selama ini menghalangi kegiatan dakwa UAS di berbagai daerah," kata Yusri dalam keterangan persnya, Kamis (4/10) seperti diberitakan Rakyat Kalbar. 

Saat ini GP Ansor menghelat Kirab Satu Negeri. Kegiatan tersebut sedang berada di wilayah Kabupaten Ketapang. Sabtu dijadwalkan ke Tayan. "Tanpa penjelasan yang terbuka dan jujur sulit bagi kami menerima kehadiran kegiatan GP Ansor, termasuk kirab yang kini tengah dihelat," katanya.

Menurut Yusri, penjelasan atas penolakan UAS sangat diperlukan. Mengingat syiar atau ceramah UAS sudah merepresentasikan suara Keraton.  "Apa yang disampaikan UAS saat ini adalah suara hati kami, adalah pesan-pesan politik kebudayaan dari kerajaan yang dipinggirkan," ujarnya.

UAS mampu merefleksikan dan merepresentasikan dirinya sebagai sosok yang dipercay. Dalam menyuarakan harapan Keraton sebagai pusat lahirnya kebudayaan dan adat istiadat sejak masa lampau. Karena itu, sungguh sikap yang kontradiktif jika UAS diusir dan ditolak saat hendak bersyiar. "Kami Keraton-Keraton di Kalbar justru welcome dan membuka pintu selebar-lebarnya bagi UAS," tuturnya.

Yusri mengatakan, dia sulit memahami pihak yang menolak kegiatan seorang mubaligh dalam menjalankan syiarnya. Karena itu, dia mohon GP Ansor sebagai organisasi kaum muda Nahdhiyin dapat memberikan penjelasan.

“Hal itu sangat kami perlukan sebab sudah menimbulkan keresahan di masyarakat yang cinta damai, cinta pada UAS dan haus akan siraman rohani yang berbobot dan mudah dicerna," pungkas Yusri.

Terpisah, Ketua GP Ansor Kalbar M. Nurdin membantah pernyataan dari Raja Tayan terkait penolakan terhadap kunjungan UAS. "Kami tidak menolak. Kami hanya mengawal kedatangan beliau ke Ketapang," ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (5/10).

Nurdin justru mempertanyakan pernyataan Raja Tayan mengenai sikap Ansor yang diberitakan menolak kedatangan UAS. "Dari mana asal berita itu? Sekali lagi, kami tidak menolak kehadiran UAS,” ujarnya.

Ditegasknnya lagi, pihaknya hanya mengawal. Bahkan seluruh pengurus NU di sana turut mengawal. “Bagi kami, sudah selayaknya ulama yang datang ke Kalbar harus dikawal," ujarnya. Nurdin meminta kepada semua pihak, terutama umat Islam untuk tidak mudah suudzon atas apa yang dilakukan Ansor. Ia tidak ingin terjadi konflik yang bisa membuat persatuan umat Islam tercerai berai. (Gusnadi, Bangun Subekti/rk)


BACA JUGA

Minggu, 14 Oktober 2018 14:20

Ingin HUT Kota Pontianak Mendunia

PONTIANAK- HUT Kota Pontianak bisa menjadi jualan menarik. Ke mana-mana. Nusantara, hingga dunia. Dalam…

Senin, 08 Oktober 2018 12:24
Festival Arakan Pengantin Melayu, Sambut Hari Jadi Pontianak

Sesuai Adat dan Historis, Kreativitas Jangan Jauh Menyimpang

Pemerintah Kota Pontianak intens menjaga kearifan lokal. Berbagai tradisi dan budaya berupaya terus…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:46

Gubernur Ingin Seluruh Rumah Sakit Terintegrasi

PONTIANAK- Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:40

Gubernur Sentil Perusahaan Sawit

PONTIANAK- Gubernur Kalbar Sutarmidji meresmikan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pontianak Timur…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:35

Alhamdulillah, Ada 1.200 Rumah Murah untuk Polisi

PONTIANAK- Anggota kepolisian di lingkungan Polda Kalbar tak perlu khawatir lagi jika belum memiliki…

Kamis, 27 September 2018 10:51

Pejabat BUMD Terlibat Politik Praktis, Harus Diberi Sanksi Tegas

PONTIANAK- Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat Badan Umum Milik Daerah (BUMD) yang terlibat politik…

Kamis, 27 September 2018 10:41

Tanahnya Dikuasai Pengembang, Pria Ini Layangkan Gugatan ke PN

PONTIANAK- Maulana Muhammad, warga Jalan Parit Na’im, Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang,…

Jumat, 21 September 2018 10:38

SEENAKNYA SAJA..!! Penghalang di Fasum Dibongkar Paksa

PONTIANAK- Sejumlah pemilik ruko memasang penghalang di atas fasilitas umum (fasum). Baik berupa portal,…

Jumat, 21 September 2018 10:06
Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Kayong Utara

Warga Datang Berbondong-Bondong, Komitmen Buka Akses Jalan menuju Pontianak

PONTIANAK- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kayong Utara paling rendah di Kalbar. Padahal…

Selasa, 18 September 2018 10:07

WAJIB..!! Tahun Politik, Prajurit TNI AU Harus Jaga Netralitas

SUNGAI RAYA- Tahun 2019 merupakan tahun politik. Yakni Pemilihan Legislatif dan Presiden. Untuk itu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .