UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:42
ILEGAL..!! Ribuan Telur dan Ayam Malaysia Dimusnahkan
PEMUSNAHAN. Sejumlah pihak memusnahkan ribuan telur dan ayam serta bibit tanaman asal Malaysia dengan cara dibakar, Jumat (5/10)—Warga for RK

PROKAL.CO, ENTIKONG- Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Entikong, Kabupaten Sanggau memusnahkan lebih dari 1.200 butir telur ayam dari Malaysia. Selain telur ayam, 70 kilogram ayam bekuan dan media pembawa hama penyakit karantina berupa bibit tanaman juga dimusnahkan. Dengan cara dibakar.

Kepala Sub Seksi Pelayanan Operasional SKP Entikong, Khaerudin mengungkapkan, pemusnahan ini untuk mencegah penyebaran dan masuknya penyakit flu burung ke tanah air.

"Barang bukti pemusnahan didapat dari pencegahan yang dilakukan SKP Entikong, Satgas Pamtas dan Bea Cukai di PLBN Entikong serta jalur tikus di sekitar PLBN," kata Khaerudin usai melakukan pemusnahan di Kantor SKP Entikong, Jalan Lintas Negara Malindo, Jumat (5/10).

Dia menjelaskan, saat dilakukan pencegahan, pemilik barang melarikan diri. Sehingga tidak bisa dilakukan penegakan hukum. Meski begitu, pemusnahan tetap dilakukan. "Karena dikhawatirkan produk unggas ini terinfeksi virus penyebab flu burung yang dapat mengganggu kesehatan konsumennya," tuturnya.

Khaerudin menambahkan, Kalimantan Barat saat masih bebas flu burung. Namun bisa saja terancam. Karena Malaysia yang berbatasan langsung dengan Kalbar ini sudah dilanda wabah penyakit tersebut.

"Karena itu penyebaran dan masuknya penyakit tersebut perlu diantisipasi dengan menolak dan memusnahkan produk unggas baik segar maupun bekuan," terangnya.

Kedepan pihaknya akan terus memantau perkembangan dari lembaga internasional yang mengetahui peta penyebaran virus ini. "Sejauh ini hasil koordinasi kami, Entikong dan perbatasan masih bebas flu burung tapi kita tetap harus waspada," jelasnya.

Yang menjadi atensi betul, sambung dia, adalah upaya pemasukan produk unggas dari jalur tikus di sekitar PLBN. Jalur ini cukup rawan dilewati produk unggas yang terinfeksi virus penyebab flu burung. Karena tidak melalui pemeriksaan.

"Maka dari itu, untuk pengawasan di jalur-jalur ini kita menggandeng berbagai pihak seperti Satgas Pamtas dan Kepolisian," pungkasnya. (kiram/rk)

 


BACA JUGA

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:47
Peringati HUT ke 73 TNI di Kodam XII/Tpr

Berikan yang Terbaik untuk Rakyat

SUNGAI RAYA- Diusia ke 73, personel TNI yang yang bertugas di Kalbar diharapkan lebih profesional lagi.…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:19

NGERI..!! Supinah Dibunuh Secara Sadis

SEKADAU- Wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau,…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:16

Khawatir Penjarahan Massal di Sulteng, Relawan Kalbar Tunda Berangkat

PONTIANAK- Bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) menggerakkan hati banyak pihak.…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:38

Wanita di Peniti Tewas Bersimbah Darah

SEKADAU- Masyarakat Desa Peniti Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dikejutkan dengan penemuan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:37
Operasi Tibtor Polda Kalbar

126 Penjahat dan 92 Kendaraan Diamankan

PONTIANAK- Selama sebulan ini, Polda Kalbar menggelar Operasi Tertib Kendaraan Bermotor (Tibtor) Kapuas…

Kamis, 27 September 2018 12:04

Indeks Kerawanan Pemilu Kalbar Kategori Sedang

PONTIANAK- Indeks Kerawanan Pemilu, Kalimantan Barat masuk dalam kategori sedang. Penilaian itu tidak…

Selasa, 25 September 2018 11:00

Sultan Berang, Laporkan Akun Facebook Intan Sekar Sari

PONTIANAK- Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie dalam waktu dekat ini akan melaporkan akun…

Selasa, 25 September 2018 10:57

PLTBm Pertama di Kalbar, Berkapasitas 15 MW

MEMPAWAH-  Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Gubernur Kalbar Sutarmdiji…

Selasa, 25 September 2018 10:55
Sah! Secara Defacto Gambar Garuda Pancasila Karya Sultan Pontianak ke VII

Tinggal Menunggu Penetapan Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional

PONTIANAK- Gambar rancangan asli lambang negara Republik Indonesia, Elang Rajawali - Garuda Pancasila…

Jumat, 21 September 2018 10:37

Pengendalian Rabies Belum Maksimal, Ini Sebabnya

PONTIANAK-Pengendalian kasus gigitan rabies belum berjalan maksimal. Penyebabnya kekurangan stok vaksin.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .