UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 21 September 2018 10:37
Pengendalian Rabies Belum Maksimal, Ini Sebabnya

Vaksin Kurang, Tak Sebanding Jumlah Hewan

ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK-Pengendalian kasus gigitan rabies belum berjalan maksimal. Penyebabnya kekurangan stok vaksin.  Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar Abdul Manaf mengatakan, saat ini jumlah vaksin yang tersedia hanya 12.500. Jumlah bertambah menjadi 27.500 setelah mendapat bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 15.000 vaksin khusus hewan. Jumlah ini masih sangat jauh kurangnya dari populasi anjing, sebagai hewan penular rabies di Kalbar. Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat jumlah populasi anjing di Kalbar mencapai 189.000 ekor.

 “Standar vaksinasi hewan penular rabies itu mencapai 70 persen pada daerah tertular, dan itu dari WHO. Sementara jumlah vaksin jauh dari jumlah populasi hewan penular,” kata Manaf, seperti dilansir Rakyat Kalbar.

Manaf pun mengaku persoalan ini sudah disampaikan ke Gubernur Kalbar Sutarmidji. Sebab, kekurangan jumlah vaksin ini berkaitan ketersediaan anggaran.   “Saya sudah lapor gubernur, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan. Tapi memang kekurangan anggaran juga menjadi persoalan bagi kami, semoga di tahun depan anggaran bisa support untuk memenuhi kebutuhan vaksin,” terangnya.

Manaf memastikan tenaga untuk melakukan vaksinasi sudah tersedia. Ada 200 orang. Mereka dari Bhabinkamtibas, pemuda desa dan karang taruna. “Mereka sudah dilatih dan siap melakukan vaksinasi hewan,” jelasnya.

Kemudian berkaitan dengan daerah perbatasan, Manaf juga memastikan bahwa kasus rabies di sana terkendali. Terkecuali pada daerah-daerah lainnya yang perlu peningkatan vaksinasi hewan tertular rabies.  “Untuk tingkat kabupaten ada empat orang, sementara seperti kecamatan ada dua. Ini petugas yang sudah disiapkan,” ungkapnya.

Manaf menambahkan, pihaknya juga berkerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menyelenggarakan vaksinasi. Tapi itu juga terbentur pada anggaran kabupaten yang terbatas.“Ke depan, pemerintah provinsi bersama kabupaten fokus pengendalian pada daerah tertular,” tuntas Manaf. (Rizka Nanda/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:47
Peringati HUT ke 73 TNI di Kodam XII/Tpr

Berikan yang Terbaik untuk Rakyat

SUNGAI RAYA- Diusia ke 73, personel TNI yang yang bertugas di Kalbar diharapkan lebih profesional lagi.…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:42

ILEGAL..!! Ribuan Telur dan Ayam Malaysia Dimusnahkan

ENTIKONG- Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Entikong, Kabupaten Sanggau memusnahkan lebih dari 1.200…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:19

NGERI..!! Supinah Dibunuh Secara Sadis

SEKADAU- Wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau,…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:16

Khawatir Penjarahan Massal di Sulteng, Relawan Kalbar Tunda Berangkat

PONTIANAK- Bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) menggerakkan hati banyak pihak.…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:38

Wanita di Peniti Tewas Bersimbah Darah

SEKADAU- Masyarakat Desa Peniti Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dikejutkan dengan penemuan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:37
Operasi Tibtor Polda Kalbar

126 Penjahat dan 92 Kendaraan Diamankan

PONTIANAK- Selama sebulan ini, Polda Kalbar menggelar Operasi Tertib Kendaraan Bermotor (Tibtor) Kapuas…

Kamis, 27 September 2018 12:04

Indeks Kerawanan Pemilu Kalbar Kategori Sedang

PONTIANAK- Indeks Kerawanan Pemilu, Kalimantan Barat masuk dalam kategori sedang. Penilaian itu tidak…

Selasa, 25 September 2018 11:00

Sultan Berang, Laporkan Akun Facebook Intan Sekar Sari

PONTIANAK- Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie dalam waktu dekat ini akan melaporkan akun…

Selasa, 25 September 2018 10:57

PLTBm Pertama di Kalbar, Berkapasitas 15 MW

MEMPAWAH-  Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Gubernur Kalbar Sutarmdiji…

Selasa, 25 September 2018 10:55
Sah! Secara Defacto Gambar Garuda Pancasila Karya Sultan Pontianak ke VII

Tinggal Menunggu Penetapan Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional

PONTIANAK- Gambar rancangan asli lambang negara Republik Indonesia, Elang Rajawali - Garuda Pancasila…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .