UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 21 September 2018 10:34
Keren..!! Ada Aplikasi Ojek Sampah di Kalbar

Namanya Angkuts, Raih Banyak Prestasi hingga Diundang ke Amerika

OJEK ONLINE SAMPAH. Driver Angkuts menjalankan tugas mengambil sampah dari rumah warga, kemarin. Muhammad Hafiz Waliyuddin for RK

PROKAL.CO, Angkuts, sebuah aplikasi startup pertama di Kalbar yang mengusung tema ojek sampah. Hadir dalam upaya untuk memberi sebuah solusi alternatif dalam membuang sampah.

Bangun Subekti, Pontianak

Sampah menjadi sebuah masalah tersendiri bagi Pemerintah Kota Pontianak. Masyarakat terkadang masih membuang sampah di sembarang tempat walau pun sudah ada bak Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Keberadaan TPS pun turut serta menyumbang suasana kumuh kota. Sementara volume sampah semakin hari kian meningkat.

Rakyat Kalbar memberitakan, CEO Angkuts, Muhammad Hafiz Waliyuddin menjelaskan, tentang bagaimana cara kerja Angkuts. Menurutnya, Angkuts berusaha menjembatani antara masyarakat dengan para pengangkut sampah. Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa memesan driver Angkut untuk mengangkut sampah. “Nantinya sampah ini akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," ujarnya disambangi Rakyat Kalbar di kantor Angkuts di Jalan Wahid Hasyim No 1 beberapa waktu lalu.

Sebelum Angkuts hadir, masyarakat lebih memilih untuk membuang sampahnya di lahan kecil atau besar. Seolah-olah lahan itu sebagai TPS. Seiring bertambahnya orang, sampah pun turut meningkat.

Tidak masalah bila warga langsung membuang sampah di TPA. Namun bagi yang malas atau tak punya waktu, alternatifnya membuang sampah di TPS. "Padahal indikator kumuhnya sebuah kota adalah banyaknya TPS di dalam kota itu,” ujarnya.

Wali Kota Sutarmidji kala itu juga tidak menginginkan adanya suasana kumuh di Bumi Khatulistiwa. Ketika aplikasi Angkuts diluncurkan pada 22 Mei 2016, sosok yang saat ini sebagai Gubernur Kalbar sangat mengapresiasi. “Bahkan siap membantu kami untuk operasional," kata Hafiz. Angkuts memiliki tenaga pengangkut sampah. Semuanya memberdayakan para pemulung. Sebelum menjadi driver Angkuts, para pemulung dilatih mengendarakan motor jenis Tossa untuk mengangkut sampah. Namun yang paling penting pemulung tersebut paham menggunakan teknologi android.

Sayangnya, karena para pemulung yang berasal dari warga tak mengenyam pendidikan serta kurang paham teknologi tersebut, hanya mendapat enam orang calon driver. Padahal sebelumnya pihaknya menyeleksi empat puluh orang pemulung. “Dari enam ini akhirnya kami hanya mendapat satu orang yang lolos menjadi driver," jelasnya.

Untuk penggajian para driver, diberikan gaji pokok serta fasilitas motor. Bahkan para driver diberi jaket khusus. Layaknya driver ojek online lainnya. Tak hanya itu, Angkuts juga membentuk sebuah tempat pembuangan sampah terpadu. Salah satunya berada di kawasan Kota Baru.

Tempat pembuangan sampah terpadu untuk mempermudah warga. Ketika akan membuang sampah. Nantinya sampah-sampah itu diambil oleh trashpicker (sebutan untuk tenaga pengangkut sampah). “Bisa juga mengambilnya dengan sistem order seperti order Gojek," jelasnya.

Dalam kegiatannya, Angkuts tidak hanya berkutat di masalah pengangkutan sampah. Namun hingga pada masalah bagaimana mengolah sampah menjadi rupiah. Hal ini selalu Hafiz sampaikan dalam kegiatan-kegiatan berupa seminar kewirausahaan dan sejenisnya. "Kami telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mensosialisasikan cara mengolah sampah menjadi rupiah,” ungkapnya.

Seperti yang sudah dia lakukan di salah satu UKM di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Yaitu bagaimana mengolah sampah organik menjadi kompos. “Nantinya bisa dijual dan menghasilkan keuntungan bagi mahasiswa," tuturnya.

Dengan segala kegiatan dan ide-idenya dalam menangani sampah, Angkuts mendapat berbagai penghargaan. Baik di tingkat nasional bahkan internasional. Diantaranya peringkat ketiga Sociodigileader 2016 oleh Telkom Indonesia. Lalu The Most Favourite Apps of THE NEXTDEV 2016 oleh Telkomsel. 

Kemudian Finalis Astra Startup Challenge 2017 oleh Astra International. Selanjutnya Finalis Central BIG at Geo-Innovation 2017.  “Kami juga belum lama ini mengunjungi Amerika Serikat dalam rangka kegiatan Creative Economy and Entrepreneurship Incubators pada 30 Juli sampai 17 Agustus 2018," paparnya.

Hafiz sedikit menceritakan tentang apa saja yang ia lakukan dalam kunjungannya di Amerika. Di sana ia menemukan bahwa pengolahan sampah sudah sangat maju. Di negara bagian pun tengah berkembang mengenai pengolahan sampah. "Sangat tertata rapi. Ada kantor sendiri yang memang menangani sampah dan pengolahannya,” ungkapnya.

Salah satu produknya adalah gelas Starbuck. Bila melihat pada bagian tertentu, ada tanda recycle alias daur ulang. Walau daur ulang, tapi bisa didesain sehingga terlihat masih baru.  “Di negara bagiannya pun kini sudah berkembang metode ini. Setiap negara bagian telah menyiapkan mobil unit pengangkut sampah yang datang ke setiap rumah untuk mengambil sampah," ceritanya.

Di akhir perbincangan, Hafiz berharap suatu saat pemerintah terutama kota dan provinsi bisa lebih mendukung upaya masyarakat untuk mengolah sampah. Ia juga ingin agar masyarakat kreatif dalam menangani masalah sampah. (*)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:47
Peringati HUT ke 73 TNI di Kodam XII/Tpr

Berikan yang Terbaik untuk Rakyat

SUNGAI RAYA- Diusia ke 73, personel TNI yang yang bertugas di Kalbar diharapkan lebih profesional lagi.…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:42

ILEGAL..!! Ribuan Telur dan Ayam Malaysia Dimusnahkan

ENTIKONG- Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Entikong, Kabupaten Sanggau memusnahkan lebih dari 1.200…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:19

NGERI..!! Supinah Dibunuh Secara Sadis

SEKADAU- Wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau,…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:16

Khawatir Penjarahan Massal di Sulteng, Relawan Kalbar Tunda Berangkat

PONTIANAK- Bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) menggerakkan hati banyak pihak.…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:38

Wanita di Peniti Tewas Bersimbah Darah

SEKADAU- Masyarakat Desa Peniti Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dikejutkan dengan penemuan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:37
Operasi Tibtor Polda Kalbar

126 Penjahat dan 92 Kendaraan Diamankan

PONTIANAK- Selama sebulan ini, Polda Kalbar menggelar Operasi Tertib Kendaraan Bermotor (Tibtor) Kapuas…

Kamis, 27 September 2018 12:04

Indeks Kerawanan Pemilu Kalbar Kategori Sedang

PONTIANAK- Indeks Kerawanan Pemilu, Kalimantan Barat masuk dalam kategori sedang. Penilaian itu tidak…

Selasa, 25 September 2018 11:00

Sultan Berang, Laporkan Akun Facebook Intan Sekar Sari

PONTIANAK- Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie dalam waktu dekat ini akan melaporkan akun…

Selasa, 25 September 2018 10:57

PLTBm Pertama di Kalbar, Berkapasitas 15 MW

MEMPAWAH-  Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Gubernur Kalbar Sutarmdiji…

Selasa, 25 September 2018 10:55
Sah! Secara Defacto Gambar Garuda Pancasila Karya Sultan Pontianak ke VII

Tinggal Menunggu Penetapan Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional

PONTIANAK- Gambar rancangan asli lambang negara Republik Indonesia, Elang Rajawali - Garuda Pancasila…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .